Pakar Ungkap Kronologi Penemuan Hepatitis Akut: Bukan Terjadi Pada Anak dengan Gangguan Imun

M. Reza Sulaiman

Senin, 16 Mei 2022 | 14:16 WIB
Pakar Ungkap Kronologi Penemuan Hepatitis Akut: Bukan Terjadi Pada Anak dengan Gangguan Imun
Ilustrasi Hepatitis. [Shutterstock]

Suara.com - Kasus hepatitis akut yang mewabah saat ini sempat diduga berasal dari pasien anak gangguan imunitas. Namun pakar mengatakan hal tersebut tidak benar. Kok bisa?

Prof Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, menjelaskan kronologi awal penemuan kasus hepatitis akut pada anak-anak. Ia mengatakan, pertama kali kejadian ini ditemukan di Skotlandia.

"Kejadian hepatitis akut berat yang kini banyak dibicarakan bermula dari laporan ke WHO dari 'International Health Regulation (IHR) National Focal Point' negara Inggris pada 5 April 2022, yang menyebutkan adanya 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya pada anak-anak umur 11 bulan sampai 5 tahun yang tadinya sehat-sehat saja di Skotlandia. jadi bukan pada anak-anak yang ada gangguan imunologis (immunocompromised)," terangnya dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Prof Tjandra menjelaskan menurut aturan IHR, maka suatu negara harus melaporkan ke WHO jika ada kejadian kesehatan yang diduga berpotensi menyebar lintas negara. Tugas pelaporan diberikan pada IHR focal point negara tersebut.

Ilustrasi Hepatitis Akut. (Elements Envato)
Ilustrasi Hepatitis Akut. (Elements Envato)

Sesudah WHO menerima laporan dan mengklarifikasinya, maka informasi tentang adanya ancaman penyakit akan disebarkan ke seluruh IHR focal point semua negara anggota WHO, tentunya juga sudah diterima oleh IHR focal point kita di Jakarta.

Kemudian, WHO akan menuliskan informasi ini pada Disease Outbreak News (DONs) untuk kewaspadaan bersama dan berupaya agar penyakitnya tidak merebak luas.

"Kalau memang ada potensi meluas maka WHO akan membentuk Emergency Committee khusus untuk penyakit itu, yang terdiri dari pakar berbagai negara. Saya pernah menjadi anggota Emergency Committee untuk MERS CoV pada tahun 2015," tambahnya lagi.

Prof Tjandra berharap kasus hepatitis akut yang saat ini menyebar tidak berpotensi menjadi wabah di Indonesia. Sebab, Indonesia saat ini juga masih menangani pandemi COVID-19.

Diberitakan sebelumnya, WHO mendefinisikan kasus probable hepatitis akut misterius ini apabila ditemukan gejala dan tanda hepatitis akut, kadar SGPT/SGOT di atas 500IU/liter, pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan penyebab hepatitis A sampai E, dan pasien berupa anak di bawah usia 16 tahun.

baca juga

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dr. M. Syahril, Sp.P, menjelaskan khusus penyakit hepatitis akut ini penyebabnya belum bisa dipastikan.

"Gejala khasnya itu ada gangguan gastrointestinal yang dikeluhkan oleh pasien atau terlihat oleh keluarga. Yaitu, sakit perut, mual sampai muntah, diare kemudian berlanjut apabila memberat akan timbul kuning di mata atau sklera juga di seluruh tubuh. Disertai dengan urine atau air kencing seperti teh dan BAB pucat keputihan. Pasien bisa mengalami kejang kemudian juga menurun kesadaran," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman

Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:46 WIB

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Ulasan The Cat Who Saved Books: Kisah Hangat tentang Cinta pada Buku

Ulasan The Cat Who Saved Books: Kisah Hangat tentang Cinta pada Buku

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Industri Farmasi Perlu Berubah agar Lebih Ramah Lingkungan, WHO Desak Peran Regulator

Industri Farmasi Perlu Berubah agar Lebih Ramah Lingkungan, WHO Desak Peran Regulator

Health | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:17 WIB

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:27 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Ulasan The 100-Year-Old Man: Petualangan Seorang Kakek yang Absurd dan Penuh Makna

Ulasan The 100-Year-Old Man: Petualangan Seorang Kakek yang Absurd dan Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

×