Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

Bella, Lilis Varwati

Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:27 WIB
Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO
Rumah menggunakan atap asbes (Google Studio AI)
baca 10 detik
  • Prof. Tjandra Yoga Aditama menyatakan pada Jumat (31/7/2026) bahwa WHO mengklasifikasikan asbes sebagai serat karsinogenik.
  • Paparan asbes bertahun-tahun menjadi pemicu utama penyakit kanker mesothelioma serta meningkatkan risiko kanker paru.
  • Studi tahun 2024 menduga paparan asbes meningkatkan kasus kanker paru pada kelompok yang tidak merokok.

Suara.com - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengatakan asbes telah lama diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai serat karsinogenik yang dapat memicu kanker.

Salah satu penyakit yang paling erat kaitannya dengan paparan asbes adalah mesothelioma, yakni kanker yang menyerang selaput pelapis organ tubuh.

Penjelasan itu disampaikan Prof. Tjandra untuk merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut banyak anak muda menderita kanker akibat penggunaan atap rumah berbahan asbes.

"Asbestos dikelompokkan oleh WHO sebagai serat karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker. Asbes ini adalah faktor penyebab utama dari kanker yang disebut dengan mesothelioma," kata Tjandra kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).

Menurut dia, mesothelioma merupakan kanker pada mesothelium, yakni lapisan tipis yang melapisi berbagai organ di dalam tubuh.

"Mesothelium merupakan selaput atau lapisan tipis yang melapisi berbagai organ dalam tubuh. Mesothelioma dapat menyerang pleura, peritoneum, perikardium, dan lain-lain, namun paling sering terjadi di pleura atau selaput paru," ujarnya.

Tak hanya itu, Tjandra menyebut paparan asbes yang berlangsung bertahun-tahun juga dilaporkan meningkatkan risiko kanker paru. Dalam dunia medis, kondisi tersebut bahkan dikenal dengan istilah asbestos-related lung cancer (ARLC).

"Selain itu, paparan asbes bertahun-tahun memang dilaporkan meningkatkan risiko kanker paru. Karena itulah, di dunia kedokteran dikenal istilah asbestos-related lung cancer atau ARLC," tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penyebab terbesar kanker paru hingga kini tetap kebiasaan merokok.

baca juga

"Hanya saja, dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa faktor penyebab utama kanker paru adalah kebiasaan merokok, dan ini jelas harus dihindari dengan tidak merokok," tegasnya.

Lebih lanjut, Tjandra mengutip publikasi ilmiah di jurnal internasional Lung Cancer pada 2024 yang mengangkat dugaan keterkaitan paparan asbes dengan meningkatnya kasus kanker paru pada kelompok yang tidak merokok.

"Publikasi ilmiah berjudul Asbestos-Related Lung Cancer: An Underappreciated Oncological Issue yang dipublikasikan di jurnal internasional Lung Cancer pada 2024 mengemukakan hipotesis bahwa sebagian peningkatan kejadian kanker paru pada mereka yang tidak merokok mungkin terjadi karena terpapar asbes, baik saat ini maupun di masa lalu, atau mungkin juga akibat kombinasi paparan berbagai jenis polusi udara seperti PM2.5, asbestos, dan silika," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:40 WIB

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:27 WIB

Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak

Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:35 WIB

Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis

Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:28 WIB

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:08 WIB

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:16 WIB

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:53 WIB

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:38 WIB

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:29 WIB

Terkini

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:27 WIB

2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi

2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi

Sumut | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:26 WIB

Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara

Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:25 WIB

4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim

4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:25 WIB

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat

Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat

Bogor | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Tarik Dana dari Pasar Saham Rp70,18 M di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Diupah 50.000 Ringgit, Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbangkan Pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta

Diupah 50.000 Ringgit, Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbangkan Pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:23 WIB

Cara Cek NIK Desil Berapa? Panduan Mudah Lewat Cek Bansos Kemensos

Cara Cek NIK Desil Berapa? Panduan Mudah Lewat Cek Bansos Kemensos

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:23 WIB

Corporate Secretary BRI Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026

Corporate Secretary BRI Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:22 WIB

×