Mimisan jenis ini tergolong yang tidak biasa, dimana minisan terjadi ketika pendarahan berasal dari rongga hidung yang terletak dalam hidung, berada diantara otak dan lengit-langit mulut. Mimisan jenis ini cenderung lebih serius dibanding mimisan di bagian depan. Karena itu, mimsan di bagian belakang harus segera mendapatkan perhatian medis.
Mimisan bisa terjadi pada siapapun. Penyebab umumnya diantaranya adalah kondisi udara yang kering, dan kebiasaan kita mengoreng hidung.
Dua hal tersebut dinilai dapat menyebabkan pembuluh darah halus yang ada di dalam hidung pecah, sehingga terjadi pendarahan.
Namun, dua hal tersebut bukanlah penyebab utama. Ada sejumlah faktor penyebab mimisan lainnya, yang terkait dengan risiko mimisan tersebut. Diantaranya adalah:
- Membuang ingus terlalu kencang
- Cedera pada hidung
- Bentuk hidung yang bengkok, baik akibat faktor keturunan atau cedera
- Penggunaan obat pelega hidung dalam bentuk semprot secara berlebihan
- Infeksi yang menyebabkan hidung tersumbat, misalnya flu
- Alergi
- Sinusitis kronis
Selain itu, mimisan juga bisa disebabkan oleh faktor lain, sekaligus penanda adanya jenis penyakit lain yang lebih berat di dalam tubuh kita. Diantaranya adalah:
- Hipertensi
- Pengerasan arteri (aterosklerosis)
- Paparan iritasi kimia
- Trauma di kepala
Penyebab mimisan di atas bisa menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius, seperti leukemia, penyakit darah lainnya hingga tumor di rongga hidung.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Baca Juga: 5 Penyebab Mimisan yang Perlu Diketahui