Sering Pusing saat Berdiri? Bisa Jadi Anda Mengalami Tanda Kondisi Ini!

Sabtu, 11 Juni 2022 | 15:57 WIB
Sering Pusing saat Berdiri? Bisa Jadi Anda Mengalami Tanda Kondisi Ini!
Ilustrasi pusing. (pexels.com/Mikhail Nilov)

Suara.com - Bila Anda sering merasa pusing ketika berdiri, itu mungkin Anda menderita hipotensi ortostatik.

Hipotensi adalah tekanan darah rendah yang terjadi ketika tekanan darah turun di bawah tingkat normal.

Sedangkan, hipotensi orthostatik ini mengacu pada penurunan tekanan darah yang terjadi ketika seseorang berdiri.

Orthostatik berarti postur tubuh yang tegak dan hipotensi mendefinisikan tekanan darah rendah. Hal ini juga dikenal sebagai hipotensi postural.

Saat seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring, tubuh mencoba menyesuaikan diri dengan posisi baru.

Penting bagi tubuh pada saat itu untuk mendorong darah ke atas dan memberikan oksigen ke otak. Dalam kasus ketika tubuh gagal melakukannya, tekanan darah turun sehingga seseorang bisa menjadi pusing atau bahkan pingsan.

ilustrasi pusing (pixabay.com/RobinHiggins)
ilustrasi pusing (pixabay.com/RobinHiggins)

Cara Mendiagnosis Hipotensi Orthostatik

  1. Berbaring selama 10-15 menit
  2. Lakukan pembacaan tekanan darah dan denyut nadi
  3. Berdiri setelah berbaring untuk waktu yang ditentukan
  4. Ukur tekanan darah dan denyut nadi lagi secara instan dan setelah 2-4 menit

Gejala Hipotensi Orthostatik

Tekanan darah sehat yang ideal adalah antara 90/60mmHg dan 120/80mmHg. Angka di bawah 90/60mmHg diketahui sebagai tekanan darah rendah.

Baca Juga: Justin Bieber Butuh Istirahat karena Idap Sindrom Ramsay Hunt, Kenali Risiko Komplikasinya

Hipotensi orthostatik didasarkan pada tekanan darah individu. Jika tekanan darah seseorang turun lebih dari 20mmHg pada tekanan sistolik dan 10mmHg pada tekanan diastolik, mereka diketahui mengalami hipotensi orthostatik.

Dilansir dari Times of India, adapun gejala tekanan darah yang sangat rendah, termasuk:

  1. Mual
  2. Pingsan setelah mengubah postur atau berdiri dalam waktu lama.
  3. Penglihatan kabur
  4. Pemadaman Sinkop
  5. Tiba-tiba jatuh
  6. Kelelahan atau kelemahan
  7. Pusing dan sakit kepala

Gejala pasien hipotensi orthostatik berangsur-angsur hilang ketika tubuh mulai menyesuaikan diri dengan posisi baru.

Gejala tersebut berpotensi menjadi gejala dari banyak penyakit serius lainnya seperti penyakit kardiovaskular, seperti gagal jantung dan detak jantung tidak teratur.

Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba juga bisa menjadi faktor risiko stroke karena suplai darah ke otak tidak mencukupi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI