Sering Lakukan Tes Massal Untuk Capai Nol-Covid, China Dikritik Terlalu Banyak Timbun Sampah Medis

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 20 Juni 2022 | 14:10 WIB
Sering Lakukan Tes Massal Untuk Capai Nol-Covid, China Dikritik Terlalu Banyak Timbun Sampah Medis
Seorang petugas medis di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1), menangani pasien yang terduga terkena virus corona. (ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii)

Suara.com - Tes massal Covid-19 di China dikritik menyebabkan tumpukan sampah medis makin bertambah. Tes massal itu dilakukan oleh petugas dengan setelan Hazmat kepada jutaan orang di China setiap hari.

China telah beberapa kali lakukan tes massal, walaupun masih puluhan kasus yang terdeteksi dalam sehari. Tindakan itu dilakukan karena pemerintaj China masih berambisi untuk bisa mencapai nol-Covid.

Tes massal dilakukan di kota besar seperti Beijing dan Shanghai, juga Shenzhen hingga Tianjin. Sementara pihak berwenang memerintahkan ratusan juta orang untuk dites setiap dua atau tiga hari sekali.

"Jumlah limbah medis yang dihasilkan secara rutin itu tidak terlihat dalam sejarah manusia," kata pakar studi lingkungan di New York University (NYU) Shanghai Yifei Li, dikutip dari Channel News Asia.

"Masalahnya sudah menjadi luar biasa, dan akan terus bertambah besar," imbuhnya, kepada AFP.

Padahal sebelum terjadi pandemi Covid-19, pemerintah Beijing telah berkomitmen untuk menjadi pemimpin lingkungan, terutama dalam menindak polusi udara dan pencemaran air. Sambil menetapkan tujuan membuat kegiatan ekonomi yang bebas karbon pada 2060.

Sementara, tes massal Covid-19 sekarang juga menjadi tantangan sampah baru yang dihasilkan China.

Limbah medis yang menumpuk itu berupa alat tes bekas, masker wajah, dan alat pelindung diri. Li mengatakan, apabila limbah tersebut tidak dibuang dengan benar, maka dapat mencemari tanah dan saluran air, menimbulkan ancaman bagi lingkungan juga kesehatan manusia.

Petugas medis di Rumah Sakit Wuhan China menangani pasien pengidap virus corona. (Foto: AFP)
Petugas medis di Rumah Sakit Wuhan China menangani pasien pengidap virus corona. (Foto: AFP)

Data nasional tentang jejak limbah medis selama pandemi Covid-19 belum diungkapkan. Tetapi pejabat kotaShanghai mengatakan pada Mei lalu bahwa kota itu telah menghasilkan 68.500 ton limbah medis selama masa penguncian Covid-19.

baca juga

Aturan pemerintah pusat China memerintahkan petugas tes massal untuk memisahkan, mendisinfeksi, mengangkut, dan menyimpan limbah terkait Covid-19 sebelum akhirnya membuangnya. Pada akhirnya, limbah tersebut akan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Ahli dari Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong Benjamin Steuer mengatakan, lonjakan limbah dapat memicu beberapa pemerintah daerah di China untuk memproses limbah medis dengan tidak benar atau hanya membuangnya ke tanah di tempat pembuangan sampah sementara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga karena Asmara, Seorang WNA China Ditusuk Rekannya Sendiri di Cengkareng

Diduga karena Asmara, Seorang WNA China Ditusuk Rekannya Sendiri di Cengkareng

Jakarta | Senin, 20 Juni 2022 | 13:48 WIB

Minta Waspadai Covid-19, WHO Sebut Masih Ada 40 Persen Penduduk Dunia Belum Terima Vaksin

Minta Waspadai Covid-19, WHO Sebut Masih Ada 40 Persen Penduduk Dunia Belum Terima Vaksin

Jogja | Senin, 20 Juni 2022 | 13:45 WIB

Sekjen WHO Soroti Pencabutan Pembatasan Covid-19 di Berbagai Negara, Sebut Salah Arah

Sekjen WHO Soroti Pencabutan Pembatasan Covid-19 di Berbagai Negara, Sebut Salah Arah

Bali | Senin, 20 Juni 2022 | 13:25 WIB

Terkini

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

News | Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

×