Tantangan Pemberian Obat ARV untuk Anak dengan HIV/AIDS, Produksi dan Akses Terbatas

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:55 WIB
Tantangan Pemberian Obat ARV untuk Anak dengan HIV/AIDS, Produksi dan Akses Terbatas
Obat ARV Bagi ODHA. (Shutterstock)

Suara.com - Masalah obat HIV/AIDS yang disebut obat antiretroviral atau ARV untuk anak aksesnya masih terbatas, dan mayoritas hanya bisa mengonsumsi ARV untuk dewasa.

Hasilnya banyak orangtua terpaksa memberikan obat ARV dewasa dengan cara memotong sebagian obat, ditumbuk lalu dicampur dengan air, baru diberikan pada anak.

Menanggapi ini Sekretaris Eksekutif CCM (Coordinating Mechanism Indonesia), Dr. Samhari Baswedan, MPA mengatakan jumlah anak dengan ARV yang sedikit membuat produsen 'sulit' melirik pembuatan ARV anak dalam bentuk sirup di Indonesia.

"Kalau obat ARV untuk anak itu masih lebih banyak dari luar, karena yang ada itu tablet dewasa. Kalau anak kan senangnya sirup, padahal penggunaanya terbatas," ujar Dr. Samhari kepada suara.com di Jaringan Indonesia Positif (JIP), Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Ilustrasi HIV. 

Ia juga menambahkan, bahwa obat ARV untuk anak dalam bentuk sirup cenderung cepat rusak jika tidak disimpan dengan baik. Ditambah bentuk obat sirup dengan obat tablet, cenderung lebih mudah menyimpan dalam bentuk tablet.

"Jadi angka kerusakan obat itu tinggi, kalau untuk sirup, tetapi dari segi program itu menyulitkan karena sangat tidak efisien," ujar Dr. Samhari.

Dr. Samhari sangat menyadari obat ARV sirup ini aspirasi dan harapan dari para pengguna ARV agar lebih mudah digunakan untuk anak. Tapi dari sisi produksi disebut cukup menyulitkan.

"Jadi itu bisa diproduksi di Indonesia, tapi jumlah penggunanya sedikit, kalau di Indonesia kalau obat ini diproduksi pasti rugi, dan kita tahu nggak bisa salahkan bisnis," jelasnya.

Kondisi ini menurutnya sangat berbeda dengan pasien tuberkulosis (TBC) yang jumlahnya banyak di Indonesia, sehingga akses obat TBC jadi lebih lebih mudah, tapi jumlah pasiennya yang sangat banyak dan belum terdeteksi.

baca juga

"Sehingga di TBC itu bukan soal obat, tapi banyaknya penderita. Untuk HIV pada anak lebih sedikit dan penyebaran HIV ter sporadis," tutup Dr. Samhari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ya Ampun, 11 Ibu Hamil Tertular HIV/AIDS di Kapuas Hulu

Ya Ampun, 11 Ibu Hamil Tertular HIV/AIDS di Kapuas Hulu

Kalbar | Jum'at, 17 Juni 2022 | 19:54 WIB

Obat PrEP untuk Mencegah HIV: Kegunaan, Dosis, Efek Samping, dan Cara Mendapatkannya

Obat PrEP untuk Mencegah HIV: Kegunaan, Dosis, Efek Samping, dan Cara Mendapatkannya

Health | Selasa, 14 Juni 2022 | 16:43 WIB

82 Orang Terjangkit HIV/AIDS, Dinkes Sebut Perilaku Penyimpangan Seks Meningkat di Cianjur

82 Orang Terjangkit HIV/AIDS, Dinkes Sebut Perilaku Penyimpangan Seks Meningkat di Cianjur

Bogor | Rabu, 08 Juni 2022 | 14:48 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×