facebook

Dehidrasi Bisa Menyebabkan Masalah Ginjal, Begini Cara Mengatasinya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Dehidrasi Bisa Menyebabkan Masalah Ginjal, Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi dehidrasi (Shutterstock)

Dehidrasi merupakan kondisi kesehatan akut, di mana tubuh kehilangan cairan parah.

Suara.com - Dehidrasi dapat membahayakan kesehatan. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit ringan maupun parah.

Dehidrasi merupakan kondisi kesehatan akut, di mana tubuh kehilangan cairan parah, yang bisa disebabkan oleh berkeringat, penyakit, maupun asupan cairan yang tidak memadai.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang menderita diare, atau keracunan makanan parah, di mana tubuh kehilangan banyak cairan.

Berdasarkan The Health Site, dehidrasi berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) parah, pembentukan batu ginjal, hingga bahkan gagal ginjal.

Baca Juga: Dear Jemaah Haji Perhatikan Warna Urine, Jika Kuning Artinya Kalian Dehidrasi

Ilustrasi minum air putih. (pexels.com/Daria Shevtsova)
Ilustrasi minum air putih. (pexels.com/Daria Shevtsova)

Gejala dehidrasi

Dari gagal ginjal hingga batu ginjal, dehidrasi parah dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang paling serius.

Berikut beberapa gejala yang bisa ditimbulkan dehidrasi:

  • Merasa haus
  • Kencing berwarna kuning tua dan berbau menyengat
  • Merasa pusing
  • Merasa lelah
  • Mulut, bibir dan mata kering
  • Berkurangnya intensitas buang air kecil (kurang dari 4 kali sehari)

Tips Mengatasi Dehidrasi

Khawatir mengalami komplikasinya? Berikut cara memulihkan dehidrasi:

Baca Juga: Petugas Kesehatan Diminta Pantau Jamaah Haji agar Tak Dehidrasi

  • Minum banyak air (minum 1,5 liter air sebelum jam 2 siang).
  • Sebelum olahraga, setidaknya minum empat jam sebelumnya dan saat berolahraga minum setiap 10 hingga 15 menit.
  • Isi ulang cairan dengan elektrolit.
  • Hindari soda, kopi dan alkohol.
  • Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung air.

Komentar