facebook

Keren Banget! BRIN Kembangkan Alat Deteksi Bakteri Streptococcus, Bisa Temukan Pneumonia Lebih Dini

M. Reza Sulaiman
Keren Banget! BRIN Kembangkan Alat Deteksi Bakteri Streptococcus, Bisa Temukan Pneumonia Lebih Dini
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Kabar membanggakan datang dari Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berhasil mengembangkan alat deteksi bakter Streptococcus.

Suara.com - Kabar membanggakan datang dari Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berhasil mengembangkan alat deteksi bakteri Streptococcus.

Alat yang disebut sebagai Loop-mediated isothermal amplification (LAMP) berguna untuk mendeteksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan beberapa penyakit pada manusia termasuk pneumonia.

"Kit LAMP yang dikembangkan ini akan menargetkan gen autolysin (lytA), yang secara spesifik terdapat di DNA bakteri Streptococcus pneumonia," kata Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Ni Luh P Indi Dharmasanti dikutip dari ANTARA.

Metode molekuler berbasis reaksi LAMP diusulkan sebagai alternatif metode Polymerase Chain Reaction (PCR) namun dengan alur kerja yang lebih sederhana dimana reaksi amplifikasi berlangsung kontinyu pada suhu konstan 60-65 derajat Celsius serta tidak memerlukan alat PCR.

Baca Juga: Uji Praklinik Kandidat Vaksin Merah Putih BRIN Dimulai Akhir Juli 2022

Kit LAMP itu dirancang untuk mendeteksi secara sensitif dan spesifik keberadaan bakteri Streptococcus Pneumonia dalam sampel usap nasofaring pasien.

Indi menuturkan bakteri Streptococcus pneumoniae merupakan salah satu bakteri patogen pernapasan yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia seperti meningitis, pneumonia, sepsis, otitis media.

Bakteri Streptococcus pneumoniae memiliki lebih dari 100 serotipe. Penentuan serotipe sangat penting dalam program pengawasan (surveilans) bakteri Streptococcus pneumoniae yang tersebar di Indonesia.

Indi berharap penerapan teknologi LAMP dapat membantu program surveilans infeksi Streptococcus pneumonia untuk mengurangi angka kematian karena infeksi bakteri yang sejalan dengan Program Kementerian Kesehatan.

Di samping itu, BRIN sedang melakukan penelitian untuk menciptakan alat skrining kanker serviks non-invasif berbasis volatic organic compounds (VOC).

Baca Juga: Kolaborasi Riset G20 Bisa Tingkatkan Surveilans Pandemi

Komentar