Pakar Bagikan Tips Bagi Pelari Pemula: Mulai dari Lari Nyaman Dulu

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 13 Juli 2022 | 16:38 WIB
Pakar Bagikan Tips Bagi Pelari Pemula: Mulai dari Lari Nyaman Dulu
Lari pagi untuk pelari pemula (Pixabay)

Suara.com - Pelatih lari membagikan tips bagi pelari pemula yang ingin menjadikan lari sebagai olahraga rutin.

Pelatih yang juga pelari senior Hendri Pardede mengatakan berlari dengan nyaman tanpa memaksakan diri dan menjaga kecepatan merupakan salah satu kunci yang bisa diterapkan kalangan pemula yang ingin menjajal olahraga atletik itu, menurut pelatih dan pelari senior Hendri Pardede.

"Untuk pelari pemula sebenarnya lari nyaman saja. Lari nyaman itu artinya jangan terlalu dipaksakan nafasnya. Jadi lari jogging aja. Running with your own pace. Itu yang paling penting," kata Hendri.

"Karena beda. Pelari rekreasional sama pelari atlet itu beda. Walaupun kita berkompetisi, tapi kita harus menjaga safety kita. Kita harus tahu bagaimana tubuh kita. Jadi, pesan saya selalu running with your own pace, dan kedua listen your body. Jadi kalau sudah merasa tubuh mulai engap, mungkin bisa menurunkan kecepatan berlari," tambahnya.

Ilustrasi lari. (Pexels/Mentatdgt/funcrevidn)
Ilustrasi lari. (Pexels/Mentatdgt/funcrevidn)

Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa kesalahan yang umumnya dilakukan pelari pemula saat lomba lari adalah memulai dengan kecepatan penuh. Hal tersebut justru dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan tenaga.

"Jadi pelan-pelan dulu baru mempercepat. Tubuh itu sebenarnya kayak mesin diesel. Pelan-pelan dulu, tubuhnya sudah mulai panas, menambah kecepatannya pelan-pelan. Itu mungkin tips untuk para pelari pemula. Jangan ngebut di awal, tapi di tengah-tengah mogok," jelas Hendri.

"Biasanya pelari pemula gitu. Karena animo adrenalinnya start-nya kan banyak ya. Jadi cepat langsung larinya. Tapi di tengah-tengah jadinya malah mogok. Akhirnya di garis finish cuma bisa jalan kaki," lanjutnya.

Sebelum berlomba, Hendri mengatakan bahwa mempersiapkan energi juga perlu untuk dilakukan. Hendri menyarankan para pelari untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks 2 hari sebelum perlombaan.

Untuk menghitung jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh, pelari dapat menghitung 0,1 dikalikan dengan berat badan. Jumlah tersebut adalah jumlah ideal karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh agar bisa mendapatkan energi yang optimal saat berlari.

"Sebelum race, seperti biasanya perbanyak karbohidrat kompleks. Bisa berupa ubi, kentang, pokoknya jenis-jenis karbohidrat kompleks untuk kita makan sejak H-2 perlombaan. Untuk cadangan glikogennya. Karena saat kita berlari, kita membutuhkan energi," ungkap Hendri.

Baca Juga: Festival Lomba Lari Banteng di Spanyol: 3 Pelari Ditanduk, 6 Pelari Dibawa ke RS

"Energi itu nggak bisa cukup hanya dari gula yang kita makan. Ada juga isotonik dari minuman. Tapi itu saja nggak cukup. Ketika berlari dengan rute yang panjang apalagi half marathon, kita memerlukan cadangan energi. Besarannya bukan sebanyak-banyaknya tapi 0,1 dikali berat badan. Jadi kalau beratnya 70 kg, berarti karbo loadingnya 700 gram. Nah ini harus dikonsumsi di luar jam makan yang lain," tutupnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI