Dunia Hadapi Penurunan Besar Tingkat Imunisasi Anak dalam 30 Tahun, Termasuk Indonesia

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Senin, 18 Juli 2022 | 16:38 WIB
Dunia Hadapi Penurunan Besar Tingkat Imunisasi Anak dalam 30 Tahun, Termasuk Indonesia
Ilustrasi imunisasi. (Elements Envato)

Suara.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa meningkatnya informasi yang salah dan gangguan rantai pasokan global akibat pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan berkelanjutan terbesar vaksinasi anak dalam tiga dekade.

Persentase anak-anak yang menerima tiga dosis vaksin difteri, tetanus, dan pertusis (DTP) turun lima poin antara 2019 hingga 2021, menjadi 81 persen.

Menurut data resmi yang terbit pada Kamis (14/7/2022) pekan lalu oleh WHO dan UNICEF, vaksin tersebut digunakan sebagai penanda cakupan imunisasi di dalam dan lintas negara.

"Kami menyaksikan penurunan berkelanjutan terbesar dalam imunisasi anak dalam satu generasi. Konsekuensinya akan diukur dalam kehidupan," kata direktur eksekutif UNICEF Catherine Russell.

Sekitar 25 juta anak melewatkan satu atau lebih dosis DPT pada 2021, yang mana dua juta lebih banyak dibanding tahun 2020 dan enam juta lebih banyak dari tahun 2019.

Imunisasi Anak. (pixabay.com)
Imunisasi Anak. (pixabay.com)

Dari 25 juta, 18 juta tidak menerima dosis tunggal DTP selama tahun 2021.

Hal itu menempatkan semakin banyak anak pada risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, lapor Science Alert.

"Sebagian besar dari mereka tinggal di begara berpenghasilan rendah dan menengah," imbuh direktur departemen imunisasi, vaksin dan biologi WHO, Kate O'Brien.

Ethiopia, India, Indonesia, Nigeria, dan Filipina mencatat jumlah tertinggi anak-anak tanpa dosis.

baca juga

Penurunan ini dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk peningkatan jumlah anak yang tinggal di zona konflik, meningkatkan informasi salah, gangguan layanan serta pasokan akibat pandemi Covid-19, dan lockdown yang membatasi kampanye imunisasi.

Para pengamat berharap 2021 akan menjadi tahun pemulihan setelah penguncian di tahun 2020. Tetapi faktanya justru sebaliknya, itu menjadi tahun terburuk untuk cakupan DPT sejak 2008.

Tidak hanya itu, masalah tambahan lainnya adalah meningkatnya tingkat kekurangan gizi akut yang parah.

"Konvergensi krisis kelaparan dengan kesenjangan imunisasi yang semakin besar mengancam terciptanya kondisi krisis kelangsungan hidup anak," tulis mereka dalam sebuah pernyataan.

Cakupan vaksin campak dosis pertama juga turun menjadi 81 persen pada 2021, level terendah sejak 2008.

PPB pun meminta negara-negara untuk mengintensifkan upaya vaksinasi catch-up mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situasi Pandemi COVID-19 di China, Porsche Mengalami Penurunan Penjualan di Semester Pertama

Situasi Pandemi COVID-19 di China, Porsche Mengalami Penurunan Penjualan di Semester Pertama

Otomotif | Senin, 18 Juli 2022 | 16:24 WIB

Bandara Radin Inten II Lampung Sediakan Layanan Vaksinasi dan Tes Antigen

Bandara Radin Inten II Lampung Sediakan Layanan Vaksinasi dan Tes Antigen

Lampung | Senin, 18 Juli 2022 | 14:51 WIB

Vaksinasi Booster Masih Rendah, Eva Dwiana: Warga Sudah Merasa Aman dengan Vaksinasi Dosis Kedua

Vaksinasi Booster Masih Rendah, Eva Dwiana: Warga Sudah Merasa Aman dengan Vaksinasi Dosis Kedua

Lampung | Senin, 18 Juli 2022 | 14:44 WIB

Terkini

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Lapor Polisi Malah Rumah Diserang! Aksi Brutal Perusakan di Bekasi Viral di Medsos

Lapor Polisi Malah Rumah Diserang! Aksi Brutal Perusakan di Bekasi Viral di Medsos

Bekaci | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Tangis di Balik Pintu Kelas

Tangis di Balik Pintu Kelas

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Modal Restu Dukun Jarah 36 Lokasi di Surabaya, Maling Motor Keok Didor di Makam Rangkah

Modal Restu Dukun Jarah 36 Lokasi di Surabaya, Maling Motor Keok Didor di Makam Rangkah

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Thom Haye Out, Inikah Susunan Pemain Timnas Indonesia Paling Ideal Hadapi Bangladesh?

Thom Haye Out, Inikah Susunan Pemain Timnas Indonesia Paling Ideal Hadapi Bangladesh?

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:51 WIB

5 Film dan Serial Netflix yang Layak Masuk Daftar Tontonan Oktober 2026

5 Film dan Serial Netflix yang Layak Masuk Daftar Tontonan Oktober 2026

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:50 WIB

×