Derita Cacar Monyet Sekaligus HIV, Pria Ini Mengaku Rasa Sakitnya Seperti "Daging Dicabut dari Tulang"

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Jum'at, 22 Juli 2022 | 16:57 WIB
Derita Cacar Monyet Sekaligus HIV, Pria Ini Mengaku Rasa Sakitnya Seperti "Daging Dicabut dari Tulang"
Harun Tulunay (Instagram)

Suara.com - Harun Tulunay (35) asal Inggris mengaku tidak bisa menelan ludahnya sendiri selama menderita cacar monyet. Ia pun dirawat di rumah sakit selama dua minggu.

Umumnya, cacar monyet menyebabkan penyakit ringan dan penderita akan sembuh dalam beberapa minggu tanpa pengoabatan.

Tetapi dalam kasus Tulunay, dokter mengatakan ini adalah jenis paling parah yang pernah mereka tangani.

Kondisi parahnya dipengaruhi oleh HIV yang dideritanya. Penyakit menular seksual tersebut membuat sel-sel sistem kekebalan rusak, tetapi tes darah menunjukkan bahwa Tulunay memiliki sistem kekebalan yang kuat pada saat terinfeksi acar monyet.

Rasa sakitnya seperti daging dicabut dari tulang

Harun Tulunay (Instagram)
Harun Tulunay (Instagram)

Tulunay mulai merasa tidak enak badan pada 13 Juni 2022, dengan demam ringan yang ia kira berasal dari Covid-19. Namun ketika dites, hasilnya negatif.

Selama 24 jam berikutnya, ia mengalami rasa sakit luar biasa di seluruh tubuhnya.

"Rasanya seperti merobek daging Anda dari tulang," lanjutnya, dikutip dari Insider.

Setelah lima hari, ia mengalami demam lebih dari 39 derajat Celcius, pembengkakan kelenjar, sakit tenggorokan, dan ruam panas. Meski cuacanya panas di London, Tulunay harus tidur dengan empat selimut.

baca juga

Ia mengonsumsi parasetamol dan ibuprofen dengan dosis berlebih agar demamnya turun. Tulunay juga konsumsi obat lain, seperti antibiotik, tablet hay-fever, dan obat tidur. Namun tidak ada yang berhasil.

Dia pun memiliki bintik seperti jerawat yang tidak menyakitkan di hidungnya. Jadi ia tidak begitu memikirkannya.

Empat hari kemudian, Tulunay menjalani pemeriksaan medis untuk mengidentifikasi penyakitnya melalui gejala. Karenanya hasilnya tidak langsung keluar, dokter memulangkannya dan memberi resep antibiotik untuk radang amandel.

Sambil menunggu hasil, selama tiga hari berikutnya tenggorokan Tulunay sangat sakit dan bengkak sehingga tidak bisa makan, minum, atau menelan ludahnya sendiri.

Ia pun akhirnya menelepon rumah sakit dan meminta dirawat karena Tulunay merasa seolah akan meninggal karena kondisinya tidak membaik.

Tiga hari setelah dirawat, hasil tes Tulunay menunjukkan bahwa dirinya menderita cacar monyet. Luka juga mulai muncul di tangan, tungkai, serta kakinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idap Virus Corona Covid-19 dan Cacar Monyet Bersamaan, Pria Ini Hanya Bisa Terbaring

Idap Virus Corona Covid-19 dan Cacar Monyet Bersamaan, Pria Ini Hanya Bisa Terbaring

Health | Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:39 WIB

Ngeri, Pasien Cacar Monyet Cerita Takut Mati karena Tak Bisa Telan Ludahnya Sendiri

Ngeri, Pasien Cacar Monyet Cerita Takut Mati karena Tak Bisa Telan Ludahnya Sendiri

Health | Jum'at, 22 Juli 2022 | 13:30 WIB

Terus Bertambah, Cacar Monyet di Kanada Sudah Menginfeksi Lebih dari 600 Orang

Terus Bertambah, Cacar Monyet di Kanada Sudah Menginfeksi Lebih dari 600 Orang

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 23:08 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×