Mengenal Distosia Bahu, Penyebab Kasus Bayi Meninggal saat Persalinan di RSUD Jombang

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:13 WIB
Mengenal Distosia Bahu, Penyebab Kasus Bayi Meninggal saat Persalinan di RSUD Jombang
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Kasus bayi meninggal saat proses persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang Jawa Timur cukup menjadi perhatian publik. Lantaran, pihak rumah sakit diduga mengabaikan permintaan operasi caesar dari puskesmas yang memberi rujukan kepada pasien.

Proses persalinan ini dilakukan mulai pukul 18.30 WIB. Pada saat itu, sang ibu mengejan hanya sampai kepala bayi sudah keluar, tetapi persalinan mengalami kemacetan atau distosia bahu.

Berat badan bayi yang cukup besar dan pundak yang lebar membuatnya mengalami kesulitan. Dokter yang menanganinya pun sampai harus menggunakan alat sedot untuk mengeluarkan bayi.

Karena kepala bayi terjepit di pangkal pinggung selama 10 menit, bayi itu pun meninggal dunia.

Pada akhirnya, dokter harus mengambil tindakan pemisahan organ tubuh bayi yang sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) untuk menyelamatkan ibu bayi.

RSUD Jombang, Jawa Timur. [Suara.com/Zen Arivin]
RSUD Jombang, Jawa Timur. [Suara.com/Zen Arivin]

Distosia bahu adalah cedera lahir yang terjadi ketika salah satu atau kedua bahu bayi tersangkut di dalam panggul ibu selama persalinan.

Dalam kebanyakan kasus, dilansir dari Cleveland Clinic, bayi yang mengalami distosia bahu bisa lahir dengan selamat. Walau begitu, itu pun bisa menimbulkan masalah kesehatan lain pada ibu dan bayi.

Kondisi ini tergolong jarang terjadi. Tingkat risiko bayi mengalami distosia bahu juga bervariasi tergantung pada berat lahir bayi.

Distosia bahu terjadi pada 0,6 hingga 1,4 persen bayi dengan berat badan antara 2,72 hingga 3,63 kg saat lahir.

baca juga

Risiko distosia bahu ini juga semakin meningkat menjadi 5 hingga 9 persen dari bayi lahir dengan berat badan lebih dari 3,63 kg.

Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Aditya Romansa)
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Aditya Romansa)

Gejala Distosia Bahu

Meskipun ada banyak faktor yang bisa menyebabkan distosia bahu, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Sayangnya, tidak ada gejala atau cara untuk memprediksi risiko distosia bahu. Dokter kandungan mungkin baru mengetahui kondisi ini akan terjadi setelah kepala bayi keluar.

Saat kepala bayi Anda sudah keluar dan kemudian menarik kembali ke area antara vagina dan rektum, kondisi ini disebut tanda-tanda distosia bahu.

Penyebab Distosia Bahu

Distosia bahu terjadi ketika bahu bayi Anda tersangkut di belakang tulang kemaluan ketika proses persalinan.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh berat bayi lahir yang cukup besar, bayi berada di posisi yang salah, pembukaan panggul terlalu kecil dan Anda berada dalam posisi yang membatasi ruangan di panggul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi Caesar ERACS, Persalinan yang Dilklaim Pemulihannya Lebih Cepat

Operasi Caesar ERACS, Persalinan yang Dilklaim Pemulihannya Lebih Cepat

Health | Rabu, 03 Agustus 2022 | 08:01 WIB

Peristiwa Bayi Meninggal saat Persalinan di RSUD Jombang Berakhir Damai

Peristiwa Bayi Meninggal saat Persalinan di RSUD Jombang Berakhir Damai

Jatim | Selasa, 02 Agustus 2022 | 20:05 WIB

Viral Bayi Meninggal Karena Ibu Dipaksa Lahirkan Normal, Ini Penjelasan RSUD Jombang

Viral Bayi Meninggal Karena Ibu Dipaksa Lahirkan Normal, Ini Penjelasan RSUD Jombang

Selebtek | Selasa, 02 Agustus 2022 | 19:09 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×