Dear Ibu, Kehamilan Tidak Direncanakan Bisa Tingkatkan Potensi Anak Stunting, Lho!

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 03 Agustus 2022 | 21:36 WIB
Dear Ibu, Kehamilan Tidak Direncanakan Bisa Tingkatkan Potensi Anak Stunting, Lho!
Ilustrasi hamil (Unsplash.com Camylla Battani)

Suara.com - Kehamilan tidak direncanakan bisa menjadi pemicu dan meningkatkan risiko lahirnya bayi stunting. Untuk itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta para pasangan agar lebih dulu merencanakan kehamilan.

Berdasarkan data dari Good Mention Institute, yang dikutip dalam laporan estabillity tahun 2022, ada sebanyak 40 persen kelahiran tidak direncanakan selama periode 2015-2019. Dari jumlah tersebut, 30 persen kehamilan tidak direncanakan itu ternyata tidak diinginkan oleh pasangan.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan, kehamilan yang tidak direncanakan merupakan salah satu sumber penyebab terjadinya kelahiran bayi stunting baru.

“Nah, dampaknya kalau dia (kehamilan) tidak direncanakan tapi dilahirkan bisa berisiko stunting,” kata Boni, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/8/2022).

Boni menjelaskan, kehamilan tidak direncanakan bisa terjadi dalam beberapa kasus. Misalnya, hamil di luar ikatan pernikahan, kehamilan karena tindak kejahatan pemerkosaan, serta jarak kelahiran yang terlalu rapat akibat pasangan usia subur yang tidak menggunakan alat kontrasepsi atau tidak ikut program Keluarga Berencana (KB).

Ketiga kasus tersebut, kata Boni, nantinya akan melahirkan anak-anak yang berisiko stunting. Sebab, secara psikologis pasangan tidak mempersiapkan kehamilan dengan baik.

“Misalnya terjadi married by accident atau MBA, maka pasangan itu tidak peduli dengan anaknya yang ada menyesali terus kenapa bisa hamil. Jadi gizi anak tidak diperhatikan. Nah, itu potensi stunting. Lalu kasus pasangan usia subur, misal anaknya masih umur sekian bulan sudah lahir anak lagi. Otomatis anak pertama gak dapat ASI full karena sudah tidak keluar lagi, kan,” ujar Boni.

Untuk menekan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan, BKKBN fokus pada sosialisasi program KB dan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

Terkait dengan stunting, sambung Boni, BKKBN terus melakukan kegiatan Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait pencegahan perkawinan dini dan kehamilan di bawah umur 21 tahun.

“Dengan kondisi perempuan nggak siap hamil kita sosialisasikan dengan kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak harus dilakukan,” tuturnya.

Berdasarkan data State of World Population (SWOP) yang telah diluncurkan di Kantor Pusat UNFPA, New York pada 30 Maret 2022 di 47 negara, sekitar 40 persen dari perempuan yang aktif secara seksual tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun untuk menghindari kehamilan.

Studi juga menunjukkan lebih dari 60 persen kehamilan tidak direncanakan, dan hampir 30 persen dari semua kehamilan akhirnya diaborsi, di mana 45 persen dari semua aborsi yang dilakukan secara global tidak aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selebgram Jess Amalia Klarifikasi soal Pernikahan, Tiba-Tiba Umumkan Kehamilan

Selebgram Jess Amalia Klarifikasi soal Pernikahan, Tiba-Tiba Umumkan Kehamilan

Banten | Selasa, 02 Agustus 2022 | 19:25 WIB

Geger Wanita Hamil Besar Bikin Konten Soal Persalinan Sambil Merokok, Publik Ikut Geram

Geger Wanita Hamil Besar Bikin Konten Soal Persalinan Sambil Merokok, Publik Ikut Geram

News | Jum'at, 29 Juli 2022 | 17:36 WIB

Akupunktur Medis Bisa Tingkatkan Peluang Kehamilan Bagi Pasutri yang Belum Punya Momongan

Akupunktur Medis Bisa Tingkatkan Peluang Kehamilan Bagi Pasutri yang Belum Punya Momongan

Jatim | Kamis, 28 Juli 2022 | 15:39 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB