7 Juta Anak Indonesia Alami Kurang Gizi Akibat Dua Tahun Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 04 Agustus 2022 | 21:45 WIB
7 Juta Anak Indonesia Alami Kurang Gizi Akibat Dua Tahun Pandemi Covid-19
ilustrasi gizi buruk [shutterstock]

Suara.com - Kementerian Kesehatan menemukan dampak dua tahun pandemi Covid-19 terhadap status gizi anak di Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI - dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, kondisi pandemi berdampak terhadap meningkatnya angka kurang gizi pada anak. 

"Masa pandemi memengaruhi stunting, kemungkinan kekurangan gizi sangat berpotensi di masa pandemi. Karena kita tahu saat pandemi pekerja formal di rumahkan, kemudian ada yang di PHK, ada yang informal juga terdampak," kata Nadia saat webinar Gizi Buruk bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Kamis (4/8/2022).

Kemenkes memperkirakan, akibat kondisi pandemi setelah dua tahun itu, menyebabkan peningkatan jumlah bayi kurus menjadi 15 persen atau sekitar 7 juta di seluruh Indonesia. 

Menurut Nadia, hal itu terjadi karena terhambatnya program pembangunan kesehatan akibat pembatasan kegiatan untuk mencegah Covid-19 selama dua tahun pandemi.

"Hampir 40 persen program yang bisa dijalankan, sisanya mungkin sama sekali terhenti. Dengan adanya melakukan transformasi pelayanan menjadi pilihan kita untuk mengejar ketertinggalan akselerasi."

"Fokus kita pada transformasi pelayanan kesehatan primer itu mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring dan penguatan fasyankes," tuturnya.

Walaupun secara data, angka stunting di seluruh Indonesia turun dibandingkan pada 2018, tetapi angkanya masih jauh dari target yang dicanangkan oleh presiden Joko Widodo.

Kemenkes mencatat, kasus stunting saat ini masih ada 24,4 persen dari sebelumnya 30,8 persen pada 2018. Sementara target pemerintah pada 2024, angka stunting tersisa 14 persen.

baca juga

Nadia menjelaskan, bayi kurang gizi merupakan tahap awal anak menuju stunting. Apabila kurang gizi itu terus terjadi dalam jangka waktu lama, anak berpotensi alami gagal tumbuh dan menjadi stunting.

Selain itu, tingkat kesakitan dan kematian juga lebih tinggi terjadi pada anak yang alami gizi buruk dibandingkan dengan anak gizi baik.

"Intervensi stunting harus dilakukan sebelum dan setelah anak lahir. Kita lihat bahwa bagaimana permasalahan (ibu hamil) anemia itu yang menjadi isu utama. Dan setelah lahir, tentunya protein hewani sebagai makanan pendamping ASI menjadi poin utama," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengelola Mal: Kebijakan WFH Membuat Mal Jadi Sepi Kunjungan

Pengelola Mal: Kebijakan WFH Membuat Mal Jadi Sepi Kunjungan

Lifestyle | Kamis, 04 Agustus 2022 | 19:36 WIB

Pasien Suspek Cacar Monyet di Jateng Diisolasi, Kemenkes Lakukan Penelusuran Kontak Erat

Pasien Suspek Cacar Monyet di Jateng Diisolasi, Kemenkes Lakukan Penelusuran Kontak Erat

News | Kamis, 04 Agustus 2022 | 17:10 WIB

Yakin Pandemi Covid-19 Mereda, Umat Islam Kembali Diperbolehkan Cium Hajar Aswad

Yakin Pandemi Covid-19 Mereda, Umat Islam Kembali Diperbolehkan Cium Hajar Aswad

Sulsel | Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:46 WIB

Terkini

Mulutmu Harimaumu! Hina Shin Tae-yong, Achmad Resal Dihukum Berat

Mulutmu Harimaumu! Hina Shin Tae-yong, Achmad Resal Dihukum Berat

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:12 WIB

Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt

Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:10 WIB

Toyota Indonesia Respons Rencana Pemerintah Hadirkan Mobil Nasional

Toyota Indonesia Respons Rencana Pemerintah Hadirkan Mobil Nasional

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:10 WIB

Pemain Bangladesh Bongkar Strategi Lawan Timnas Indonesia: Kami Akan Main Mid Block

Pemain Bangladesh Bongkar Strategi Lawan Timnas Indonesia: Kami Akan Main Mid Block

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:05 WIB

7 Manfaat Utama Krim Pagi untuk Kulit Wajah, Apakah Wajib Pakai yang Mengandung SPF?

7 Manfaat Utama Krim Pagi untuk Kulit Wajah, Apakah Wajib Pakai yang Mengandung SPF?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:02 WIB

Jeong Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di Musim Terbaru The Trauma Code

Jeong Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di Musim Terbaru The Trauma Code

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:00 WIB

Suzuki Siapkan Mobil Murah Bermesin Turbo 1.2L, Kebal Etanol E100

Suzuki Siapkan Mobil Murah Bermesin Turbo 1.2L, Kebal Etanol E100

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:57 WIB

Gajah TNTN yang Baru Lahir Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto

Gajah TNTN yang Baru Lahir Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 14:57 WIB

Transformasi Mengejutkan Chandra Wahyu: dari Dunia Hiburan ke Ruang Terapi demi Warga Kurang Mampu

Transformasi Mengejutkan Chandra Wahyu: dari Dunia Hiburan ke Ruang Terapi demi Warga Kurang Mampu

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 14:55 WIB

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Berlaku hingga Januari 2027

LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Simpanan, Berlaku hingga Januari 2027

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 14:54 WIB

×