Ganggu Program ASI Ekslusif, Ketua IDAI Minta Masyarakat Laporkan Nakes yang Promosi Susu Formula

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:02 WIB
Ganggu Program ASI Ekslusif, Ketua IDAI Minta Masyarakat Laporkan Nakes yang Promosi Susu Formula
Ilustrasi susu formula (Element Envato)

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan akan menindak tegas tenaga kesehatan yang mempromosikan susu formula atau sufor tanpa indikasi medis.

Kata Piprim, tenaga kesehatan atau nakes yang mempromosikan susu formula telah mengganggu program capaian ASI eksklusif di Indonesia.

Capaian ASI eksklusif bayi usia 6 bulan di Indonesia sendiri masih sebesar 69 persen. Sementara itu, salah satu tantangan capaian ASI eksklusif adalah adanya nakes yang mempromosikan sufor kepada orangtua baru.

"Ada nakes yang merekomendasikan sufor, boleh kalau ketemu nakes yang seperti itu apalagi Sp. A (Dokter Spesialis Anak) laporkan saja ke kami," ungkap Dr. Piprim dalam acara Pekan Menyusui Dunia 2022 beberapa waktu lalu.

Adapun dokter spesialis anak yang kedapatan merekomendasikan sufor tanpa indikasi medis, akan dimasukan dalam BP2A yaitu program pembinaan dari IDAI dalam bentuk sidang atau dimintai keterangan.

"Nanti akan kita BP2A nantinya, dan pembelaan anggota. Silahkan lapor jika ada dokter anak yang tanpa indikasi menganjurkan sufor," tutup Dr. Piprim.

Mengutip Hello Sehat, berikut ini beberapa kondisi medis khusus yang umumnya memperbolehkan bayi baru lahir untuk mendapat susu formula:

  1. Galaktosemia, merupakan kondisi metabolik, yang membuat tubuh bayi tidak dapat memproses galaktosa menjadi energi.
  2. Bayi yang prematur membutuhkan lebih banyak kalori, lemak, serta protein, dibandingkan bayi yang cukup bulan.
  3. Bayi dengan gejala dehidrasi, dan ASI ibu belum mencukupi kebutuhan bayi.

Tapi semua kondisi di atas harus sesuai diagnosis dokter, dan perlu penilaian dan pertimbangan matang.

Lantaran, jika anak sudah terbiasa dengan sufor, akan lebih sulit mengonsumsi ASI, bahkan bisa menyebabkan anak bingung puting, sehingga enggan menyusu langsung dari ibunya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua IDAI Bagikan Tips Hindari Jebakan Susu Formula untuk Bayi Baru Lahir

Ketua IDAI Bagikan Tips Hindari Jebakan Susu Formula untuk Bayi Baru Lahir

Health | Selasa, 09 Agustus 2022 | 10:27 WIB

Ibu Perlu Tahu Pentingnya Menyusui Anak, Berikut Penjelasannya

Ibu Perlu Tahu Pentingnya Menyusui Anak, Berikut Penjelasannya

Purwokerto | Selasa, 09 Agustus 2022 | 09:29 WIB

Sasar Nakes, Distribusi Vaksin Booster Kedua di DIY Capai 6.439 Orang

Sasar Nakes, Distribusi Vaksin Booster Kedua di DIY Capai 6.439 Orang

Jogja | Senin, 08 Agustus 2022 | 21:55 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×