CDC Tak Lagi Rekomendasikan Orang yang Terpapar Covid-19 untuk Karantina

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:29 WIB
CDC Tak Lagi Rekomendasikan Orang yang Terpapar Covid-19 untuk Karantina
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengakhiri rekomendasi karantina bagi orang yang terpapar virus corona Covid-19.

CDC mengatakan orang yang terkonfirmasi atau diduga terpapar virus corona Covid-19 harus memakai masker selama 10 hari di sekitar orang lain saat berada di dalam ruangan dan harus melakukan pengujian 5 hari setelah terpapar, terlepas dari status vaksinasinya.

"Mengingat tingkat populasi yang tinggi dari seroprevalensi anti-SARS-CoV-2 dan membatas dampak sosial dan ekonomi, orang yang tepapar virus corona Covid-19 tidak lagi perlu karantina," kata CDC.

Panduan terbaru dari CDC ini muncul ketika kasus virus corona terus menurun dalam beberapa bulan terakhir. Terlebih, vaksin Covid-19 sudah tersedia secara luas.

"Tingkat kekebalan yang tinggi dan ketersediaan alat pencegahan dan manajemen Covid-19 yang sudah efektif telah mengurangi risiko penyakit dan kematian yang signifikan secara medis," jelas CDC dikutip dari News Week.

Ilustrasi virus corona. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

"Alih-alih merekomendasikan karantina, Anda cukup mengenakan masker berkualitas tinggi selama 10 hari dan melakukan pengujian pada hari ke-5 setelah terpapar virus corona Covid-19," tegas CDC dalam siaran pers-nya.

Dr. Greta Massetti, kepala cabang Epidemiologi Lapangan CDC mengatakan sekarang ini vaksinasi, booster dan perawatan yang sudah memadai cukup melindungi diri kita dari penyakit parah akibat virus corona Covid-19.

"Kami juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai cara melindungi orang dari virus, seperti pakai masker, pengujian dan peningkatan ventilasi. Panduan ini masih belum berakhir," jelasnya.

Pada orang yang dinyatakan positif virus corona Covid-19 disarankan mengisolasi diri selama 5 hari pertama dan pakai masker ketika berada di tempat umum.

baca juga

Menurut panduan, Anda dapat mengakhiri isolasi setelah hari kelima jika Anda tidak lagi demam dan gejalanya membaik.

"Terlepas dari kapan Anda mengakhiri isolasi, hindari berada di sekitar orang-orang yang lebih mungkin sakit parah akibat COVID-19 hingga setidaknya hari ke-11," kata CDC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif Covid-19, Niki Zefanya Ungkap Kekecewaannya Batal Tampil di Konser Head In The Clouds Los Angeles

Positif Covid-19, Niki Zefanya Ungkap Kekecewaannya Batal Tampil di Konser Head In The Clouds Los Angeles

Lifestyle | Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:35 WIB

Pelayanan Kesehatan Usai Pandemi: Jarak Tak Lagi Jadi Masalah Berarti

Pelayanan Kesehatan Usai Pandemi: Jarak Tak Lagi Jadi Masalah Berarti

Health | Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:35 WIB

Tour de Bintan Digelar Lagi 14 Oktober 2022, Perhelatan Ini 'Hilang' 2 Tahun

Tour de Bintan Digelar Lagi 14 Oktober 2022, Perhelatan Ini 'Hilang' 2 Tahun

Tantrum | Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:08 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB