Sebabkan Kompilkasi Berbahaya, Dokter Ungkap Pentingnya Monitori Tekanan Darah dan Jaga Pola Hidup Sehat

Risna Halidi, Fajar Ramadhan

Senin, 29 Agustus 2022 | 16:55 WIB
Sebabkan Kompilkasi Berbahaya, Dokter Ungkap Pentingnya Monitori Tekanan Darah dan Jaga Pola Hidup Sehat
Ilustrasi kontrol tekanan darah tinggi. (Foto oleh SHVETS production dari Pexels)

Suara.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi telah menjadi momok yang mengancam kesehatan masyarakat. Meski dapat dicegah dan diobati, jika hipertensi sudah mengalami komplikasi, maka kondisi tersebut dapat membahayakan nyawa.

Dikatakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito Anggarino Damay, penyakit hipertensi meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan jantung hingga dua kali lipat.

Bahkan, jika hipertensi tidak bisa dikontrol dengan baik, hal ini dapat membuat seseorang mengalami berbagai penyakit lain seperti gagal ginjal dan stroke.

Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

"Hipertensi di Indonesia banyak, hingga sekitar 30 persen yang ketahuan. Tekanan darah itu berbahaya, bisa memuat kemungkinan serangan jantung dua kali lipat," ucapnya dalam agenda Media Roundtable HUAWEI WATCH D dan HUAWEI FreeBuds 2, Senin (29/8/2022).

Meski memiliki risiko kesehatan yang berbahaya, dr. Vito menuturkan hipertensi sebenarnya dapat diobati. Apalagi, obat yang dijual di pasaran juga terbilang murah.

Hanya saja yang menjadi masalah utama adalah gaya hidup masyarakat itu sendiri. Ia menyebut bagaimana sebagian besar masyarakat tidak menyadari pentingnya mengecek tekanan darah secara rutin.

"Buat orang yang sudah minum obat hipertensi itu terkadang yaudah yang penting minum obat. Padahal penting monitoring sehingga mengatur dosis obatnya," jelas dr. Vito.

Gaya hidup lain yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi di antaranya kerja yang terlalu keras sehingga muncul tekanan yang membuat stres.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Ia juga menuturkan, kurangnya aktivitas fisik serta makanan yang dikonsumsi bisa menjadi penyebab hipertensi pada seseorang.

baca juga

"Perubahan pola hidup itu jadi penyebab, kayak rapat malam jadi kerjanya terlalu keras dan akibatnya stres tinggi, jadi berpengaruh tekanan darah tinggi. Terus gaya hidup kurang aktivitas fisik gitu makanan juga," sambungnya.

Untuk itu, dr. Vito berharap masyarakat dapat menjaga pola hidup sehat dan menjaga tekanan darah tetap normal. Selain itu, ia mengimbau masyarakat selalu melakukan cek tekanan darah.

"Edukasi pola hidup sehat juga penting untuk dipahami. Namun, harus ada pentingnya membuat hal tersebut menjadi kenyataan. Jangan sampai menjadi komplikasi karena mengerikan," jelasnya.

Kini, ia menyebut, banyak generasi muda yang mengalami prehipertensi. Sebelum terlambat, ia mengimbau perlu dilakukan pencegahan dan pemantauan sejak dini agar tidak mengalami masalah hipertensi.

"Orang-orang harus bisa mendeteksi dan mantau hipertensi. Selain itu, orang yang mengalami prehipertensi khususnya pada generasi muda, cegah dari sekarang dengan memonitor tekanan darah jadi tidak perlu meminum obat," pungkas dr. Vito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peziarah Asal Temanggung Meninggal Mendadak di Makam Syeh Bela Belu Grogol Parangtritis

Peziarah Asal Temanggung Meninggal Mendadak di Makam Syeh Bela Belu Grogol Parangtritis

Jogja | Minggu, 28 Agustus 2022 | 20:35 WIB

Banyak Picu Keguguran, Kondisi Janggal pada Rahim Ini Wajib Anda Ketahui

Banyak Picu Keguguran, Kondisi Janggal pada Rahim Ini Wajib Anda Ketahui

Health | Minggu, 28 Agustus 2022 | 15:40 WIB

Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Cobalah Makan Buah Beri Ini Setiap Hari!

Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Cobalah Makan Buah Beri Ini Setiap Hari!

Health | Kamis, 25 Agustus 2022 | 15:44 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×