Waspada Aritmia Jantung! Kondisi yang Bisa Menyerang Kapan Saja Bahkan saat Tidur

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 02 Desember 2022 | 09:17 WIB
Waspada Aritmia Jantung! Kondisi yang Bisa Menyerang Kapan Saja Bahkan saat Tidur
Ilustrasi serangan jantung. (Dok: Aritmia)

Suara.com - Kematian mendadak atau Sudden Adult Death Syndrome (SADS) belakangan ini menjadi perbincangan banyak orang setelah jumlahnya meningkat semenjak pandemi COVID-19. Beberapa pesohor diketahui mengalami kematian mendadak bahkan di usia muda. Kondisi ini diketahui menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika Serikat dan banyak menyerang orang dewasa, terutama laki-laki di umur 30-40an.

Meski terdapat banyak faktor, SADS sering diasosiasikan dengan gangguan irama jantung atau aritmia jantung. Hal ini dikarenakan diduga banyak kasus kematian mendadak seperti saat tidur disebabkan karena adanya gangguan irama jantung fatal (maligna) yang tidak terdeteksi sebelumnya. Jumlah pasien dengan gangguan irama jantung yang fatal sangat sedikit sekali dibandingkan dengan jumlah pasien aritmia, tetapi akibatnya sangat fatal dan bisa menyebabkan kematian mendadak.

Dalam kondisi jantung sehat, aritmia jantung mungkin tidak akan mengganggu kesehatan Anda. Namun jika Anda memiliki suatu kondisi atau kelainan yang bisa menyebabkan aritmia jantung terjadi terus menerus, maka gangguan ini bisa saja menyebabkan masalah kesehatan dan terburuknya henti detak jantung mendadak yang menyebabkan kematian.

Apa itu Aritmia Jantung?

Aritmia jantung merupakan gangguan yang menyebabkan gangguan pada detak jantung di mana interval detaknya bisa menjadi lebih cepat, lebih lambat atau tidak teratur. Aritmia adalah penyakit yang tergolong sebagai silent killer, yaitu penyebab kematian yang minim atau hampir tidak menunjukan gejala sama sekali.

Bahkan, penderita penyakit ini bisa saja akan terlihat dalam keadaan sehat dan bugar sebelum akhirnya menyerang mereka. Akibatnya, banyak orang yang terlambat untuk mendapatkan pertolongan karena penyakit ini menyerang di saat yang tidak terduga, seperti saat tidur.

Penyebab dan Faktor Risiko Aritmia Jantung

Ilustrasi serangan jantung. (Dok: Aritmia)
Ilustrasi serangan jantung. (Dok: Aritmia)

Aritmia jantung disebabkan oleh aktivitas sinyal listrik yang tidak  normal dan menyebabkan irama detak jantung menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari bawaan genetik, penyakit jantung koroner, kelainan otot jantung, gangguan elektrolit, penyakit bawaan lainnya seperti diabetes, hingga penggunaan obat-obatan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol.

Gejala dari Aritmia Jantung

baca juga

Meskipun sebagian besar kasus Aritmia tidak menunjukan gejala, ada beberapa gejala awal dari Aritmia yang bisa Anda waspadai, seperti:

  • Sakit kepala
  • Detak jantung tidak beraturan (bisa lebih cepat, bisa lebih lambat)
  • Sering kelelahan
  • Pingsan/ pandangan gelap
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Kejang 

Beberapa gejala lain yang tidak disebutkan mungkin juga bisa dirasakan tergantung dari kondisi penderitanya. Gejala-gejala tersebut bisa timbul kapan saja, baik itu saat penyakit masih ringan atau saat penyakit sudah memburuk. 

Mendeteksi Aritmia Jantung

Mendeteksi aritmia mungkin akan sulit jika dilakukan secara mandiri. Selain gejalanya yang tidak menentu, sifatnya yang silent killer membuat kondisi ini semakin sulit untuk dideteksi dan bisa menyerang kapan saja. Maka, cara yang paling efektif dalam mendeteksi apakah Anda memiliki kelainan pada irama detak jantung adalah dengan memeriksakan diri kepada dokter. 

Dalam mendeteksi aritmia jantung, dokter dapat menganalisis aktifitas listrik jantung Anda secara langsung dengan menggunakan alat seperti elektrokardiogram (EKG) atau holter, pemeriksaan penunjang lain berupa ekokardiografi, tes treadmill atau melakukan pemeriksaan invasif berupa pemeriksaan listrik jantung (studi elektrofisiologi), yang merupakan standard baku emas untuk diagnosa gangguan aritmia. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan skrining genetik melalui tes DNA untuk mengetahui apakah tubuh Anda memiliki mutasi genetik yang berpotensi untuk menimbulkan terjadinya aritmia jantung walaupun pemeriksaan ini belum bisa dikerjakan di negara kita.

Namun ada 1 hal yang bisa Anda lakukan secara mandiri untuk mengantisipasi aritmia jantung, yaitu dengan menghitung denyut nadi Anda. Caranya yaitu dengan menempelkan 2 jari pada denyut nadi di pergelangan tangan atau bagian leher samping Anda, lalu hitung denyut nadi selama 1 menit dengan bantuan stopwatch. 

Detak jantung yang normal umumnya akan berdetak sebanyak 60 - 100 kali dalam 1 menit, sehingga jika Anda menemukan jumlah detak jantung Anda berada di atas, di bawah normal atau tidak beraturan, segera periksakan diri Anda kepada dokter.

Pencegahan Aritmia Jantung

Sayangnya, aritmia saat ini tidak bisa dicegah dan diobati. Namun Anda dapat mengantisipasi dan menurunkan risikonya dengan rutin memeriksakan diri Anda kepada dokter, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kematian mendadak yang disebabkan oleh aritmia atau riwayat keluarga dengan kematian di usia muda.

Selain itu, penerapan hidup sehat juga sebaiknya dilakukan untuk menurunkan risiko dari aritmia, seperti:

  • Menghindari konsumsi alkohol,
  • Mengurangi asupan makanan berlemak tinggi
  • Mengelola stres dengan bijak
  • Rutin melatih jantung dengan berolahraga 

Mari waspadai kehadiran aritmia jantung dari sekarang, karena tindakan kecil yang Anda lakukan sekarang dapat menentukan masa depan Anda di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surprise dari Ria Ricis Bikin Jantungan, 5 Momen Ultah ke-28 Teuku Ryan

Surprise dari Ria Ricis Bikin Jantungan, 5 Momen Ultah ke-28 Teuku Ryan

Banten | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 07:15 WIB

Pengobatan Aritmia Atrial Fibrillasi Kini Bisa dengan Operasi Bedah Kurang dari 2 Jam

Pengobatan Aritmia Atrial Fibrillasi Kini Bisa dengan Operasi Bedah Kurang dari 2 Jam

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 14:10 WIB

Eka Hospital Beberkan Bahaya dan Cara Penanganan Aritmia, Si Penyebab Henti Jantung

Eka Hospital Beberkan Bahaya dan Cara Penanganan Aritmia, Si Penyebab Henti Jantung

Jatim | Sabtu, 16 Juli 2022 | 08:26 WIB

Anak Biasa Ribut Tiba-tiba Tak Bersuara, Sang Ibu Dibikin Jantungan dengan Penampakannya

Anak Biasa Ribut Tiba-tiba Tak Bersuara, Sang Ibu Dibikin Jantungan dengan Penampakannya

News | Sabtu, 02 Juli 2022 | 19:18 WIB

Sering Dengar Orang Mengalami Henti Jantung, Ternyata Disebabkan Oleh Aritmia, Ini Penjelasan Dokter

Sering Dengar Orang Mengalami Henti Jantung, Ternyata Disebabkan Oleh Aritmia, Ini Penjelasan Dokter

Surakarta | Jum'at, 27 Mei 2022 | 19:00 WIB

Jelang Timnas U-23 Indonesia Vs Myanmar, Netizen: Siap-siap Bikin Jantungan

Jelang Timnas U-23 Indonesia Vs Myanmar, Netizen: Siap-siap Bikin Jantungan

Jogja | Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:45 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×