Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Singapura Soal Penelitian Obat, Gara-Gara Apa Sih?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:59 WIB
Indonesia Masih Kalah dari Malaysia dan Singapura Soal Penelitian Obat, Gara-Gara Apa Sih?
Ilustrasi obat-obatan (Pixabay/thermometer1539191)

Suara.com - Indonesia dinilai masih kalah mandiri dalam hal penelitian obat dibandingkan beberapa tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Apa lagi bila dibandingkan secara tingkat dunia, peringkat Indonesia bahkan kalah dari Afrika Selatan.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Pharmaceutical Research and Manufacturers of America (PhRMA), hanya ada sekitar 9 persen obat-obatan inovatif yang beredar di Indonesia. Hal itu menempatkan Indonesia pada peringkat terendah, di bawah Afrika Selatan jika dibandingkan dengan negara G20.

Menurut Asosiasi Untuk Studi Obat Indonesia atau The Indonesian Association for The Study of Medicinals (IASMED), penyebab kurangnya obat-obatan inovatif tersebut karena tidak adanya uji klinis skala global di Indonesia akibat rumitnya regulasi dari Kementerian Kesehatan RI dalam menerbitkan izin.

"Perlunya penguatan terutama terkait regulasi Menteri Kesehatan No. 85 tahun 2020. Peraturan ini mengandung beberapa aspek yang menurut kami dapat disempurnakan agar proses tata kelola perizinan uji klinis lebih baik dan akuntabilitasnya terjaga. Beberapa pasal cukup berpotensi kontraproduktif, salah satunya adalah Pasal 31 ayat 2 dan Pasal 35 yang memperpanjang proses birokrasi dan administratif," kata perwakilan IASMED dr. Grace Wangge Ph.D., dalam diskusi panel di Jakarta, Kamis (9/2/2023).

Grace menambahkan bahwa penguatan regulasi itu diharapkan bisa mempermidah proses izin riset obat, vaksin, dan alat diagnostik yang mumpuni dan dalam jangka panjang untuk mendukung kemandirian farmasi di Indonesia.

"Semakin banyak penelitian tentang obat akan memberikan akses bagi para peneliti terhadap studi global yang mendorong pertukaran pemikiran dan peningkatan kapasitas sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Roy Himawan mengatakan bahwa pemerintah sendiri sebenarnya makin banyak mengeluarkan izin penelitian dalam setahun terakhir.

"Tahun lalu, dari 19 sampai 20 yang diajukan, kami hanya menolak satu," ungkap Roy.

Ia mengungkapkan, penolakan itu terkait dengan Material Transfer Agreement (MTA) atau Perjanjian Alih Material.

baca juga

Agar MTA disetujui, peneliti harus mengikuti aturan dalam Leraturan Menteri Kesehatan Nomor 85 Tahun 2020 tentang pengaturan spesimen klinik, yang diminta oleh IASMED untuk direvisi. Berikut isi dari peraturan tersebut:

  1. Memberikan perlindungan kepada masyarakat, peneliti, pelaksana dan fasilitas pelayanan kesehatan serta lembaga penelitian dan pengembangan dari bahaya penyebaran dan gangguan kesehatan penyebab penyakit infeksi new emerging dan re-emerging, termasuk penyalahgunaannya sebagai senjata dan atau bahan senjata biologi;
  2. Memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi potensi ditemukan dan digunakannya ilmu pengetahuan dan teknologi penanggulangan penyakit infeksi new emerging dan re-emerging dalam menunjang ketahanan Nasional;
  3. Memberikan dasar ilmiah bagi pelaksanaan program kesehatan dalam keadaan yang berdampak pada kepedulian kesehatan dan kedaruratan kesehatan masyarakat (Public Health Emergency of International Concern /PHEIC) di tingkat nasional maupun internasional sesuai International Health Regulation 2004 dan ketentuan yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengobati Gagal Ginjal Tanpa Harus Cuci Darah Secara Alami

Cara Mengobati Gagal Ginjal Tanpa Harus Cuci Darah Secara Alami

Cianjur | Jum'at, 10 Februari 2023 | 13:00 WIB

Diperiksa Polisi Terkait Narkoba, Yoo Ah In Dilarang ke Luar Negeri

Diperiksa Polisi Terkait Narkoba, Yoo Ah In Dilarang ke Luar Negeri

Poptren | Jum'at, 10 Februari 2023 | 10:39 WIB

Dr Zaidul Akbar Beberkan Resep Ampuh Bersihkan Liver Tanpa Obat Kimia, Apa Saja Bahannya?

Dr Zaidul Akbar Beberkan Resep Ampuh Bersihkan Liver Tanpa Obat Kimia, Apa Saja Bahannya?

Cianjur | Jum'at, 10 Februari 2023 | 08:20 WIB

Terkini

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:59 WIB

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi,  Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai

Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:56 WIB

Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet

Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:55 WIB

Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan

Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan

Jogja | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia

Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya

Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:49 WIB

×