Waspada, Diabetes Bisa Merusak Mata alias Retinopati Diabetik: Sebabkan Kebutaan?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 05 Desember 2023 | 08:54 WIB
Waspada, Diabetes Bisa Merusak Mata alias Retinopati Diabetik: Sebabkan Kebutaan?
Tekanan darah menjadi faktor penyebab diabetes (Freepik/rawpixel.com)

Suara.com - Para diabetesi sebaiknya waspada penyakit komplikasi pada mata disebut dengan retinopati diabetik, yang menyebabkan rusaknya penglihatan akibat kadar gula dalam darah yang tinggi. Benarkah kondisi itu menyebabkan kebutaan?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Nur Ainun, Sp. P. D menjelaskan banyak pasien diabetes barunya menyadari kondisi tubuhnya saat sudah timbul penyakit komplikasi gangguan jantung, gangguan ginjal, masalah pada kulit dan kaki, infeksi, dan termasuk retinopati diabetik.

"Karenanya, penting untuk melakukan deteksi dini, khususnya bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko diabetes. Dengan begitu, pencegahan dan pengendalian diabetes dapat dilakukan segera, sehingga tidak sampai menyebabkan munculnya penyakit komplikasi," ujar dr. Nur melalui keterangan yang diterima suara.com, Senin (4/12/2023).

Ilustrasi mata merah (freepik.com/user18526052)
Ilustrasi mata merah (freepik.com/user18526052)

Retinopati diabetik adalahn komplikasi diabetes yang mempengaruhi mata, disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada jaringan di belakang mata atau retina. Gula darah yang kurang terkontrol merupakan faktor risiko.

Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata RSPI Pondok Indah dr. Sesaria Rizky Kumalasari, Sp. M memaparkan, retinopati diabetik umumnya terjadi pada seseorang yang telah lama menyandang diabetes yang tidak mengelola kondisinya dengan baik. Penyakit komplikasi ini juga berisiko terjadi pada penyandang diabetes dengan kondisi kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan kerap mengalami hiperglikemia.

dr. Sesaria mengingatkan, perlu waspada jika gejala diabetes jika sudah menganggu penglihatan atau retinopati diabetik, yaitu saat penglihatan kabur, bintik-bintik mengapung, perubahan penglihatan warna, hingga kehilangan penglihatan baru akan dirasakan ketika retinopati diabetik berada pada tahap yang lebih parah. 

"Karenanya, pemeriksaan foto fundus mata setiap tahun penting dilakukan oleh penyandang diabetes untuk mengidentifikasi retinopati diabetik di tahap awal,” jelas dr. Sesaria.

Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein karena terganggunya fungsi hormon insulin dalam tubuh. Diabetes melitus terbagi menjadi 2 jenis, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. 

DM tipe 1 disebabkan oleh defisiensi produksi hormon insulin dalam kelenjar pancreas atau karena pengaruh autoimun, sementara DM tipe 2 disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin. DM tipe 2 ini umumnya muncul dengan faktor risiko gaya hidup sedentary lifestyle dan pola konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

baca juga

Sementara itu, kadar gula darah yang tinggi seperti pada diabetes bisa mengganggu pembuluh darah besar, pembuluh darah kecil, dan saraf di seluruh bagian tubuh, tak terkecuali mata. Pembuluh darah yang terganggu di retina mata penyandang diabetes dapat menyebabkan retinopati diabetik. Kondisi ini dapat diderita oleh penyandang diabetes tipe 1 maupun tipe 2. 

Mengingat berbagai gejala penyakit komplikasi baru dapat diketahui ketika kondisinya sudah mulai parah, maka sebaiknya pemeriksaan kesehatan menyeluruh dilakukan secara rutin oleh penyandang diabetes.

Bukan hanya pemeriksaan kadar gula darah, tetapi juga pemeriksaan lain seperti pemeriksaan fungsi ginjal dan pemantauan kondisi kaki. Lakukanlah pemeriksaan USG Doppler apabila terasa nyeri pada kaki. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut atau penyakit kaki diabetes yang dapat berujung pada amputasi.

Selain itu, terapi pengobatan diabetes juga harus dilakukan sesuai dengan anjuran dokter. Aktivitas fisik dan olahraga ringan sebaiknya tidak ditinggalkan dengan tetap dalam pengawasan dokter. Apalagi World Health Organization (WHO) menganjurkan orang sehat berusia 18 hingga 64 tahun untuk melakukan aktivitas fisik dengan durasi 150 menit per minggu. Hal ini juga berlaku bagi para penyandang diabetes. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eka Hospital Bekasi Gaungkan Perawatan Kaki Diabetes

Eka Hospital Bekasi Gaungkan Perawatan Kaki Diabetes

Health | Jum'at, 01 Desember 2023 | 15:42 WIB

Vaksinasi Pneumonia Bisa Cegah Penyakit Diabetes Melitus, Begini Penjelasannya

Vaksinasi Pneumonia Bisa Cegah Penyakit Diabetes Melitus, Begini Penjelasannya

Health | Rabu, 29 November 2023 | 14:20 WIB

Waspada Sakit Radang Paru Bisa Sebabkan Penyakit Diabetes, Ini Alasannya

Waspada Sakit Radang Paru Bisa Sebabkan Penyakit Diabetes, Ini Alasannya

Health | Rabu, 29 November 2023 | 15:05 WIB

Terkini

Berkedok Ekspedisi Gadungan, Polisi Gagalkan Peredaran Sabu di Jakarta Pusat

Berkedok Ekspedisi Gadungan, Polisi Gagalkan Peredaran Sabu di Jakarta Pusat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Sinopsis Series My Chef in Crime: Kisah Detektif & Eks Pacar Selidiki Kasus Lewat Kuliner Nusantara

Sinopsis Series My Chef in Crime: Kisah Detektif & Eks Pacar Selidiki Kasus Lewat Kuliner Nusantara

Entertainment | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:31 WIB

BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Danantara Perluas Akses Keuangan Masyarakat

BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Danantara Perluas Akses Keuangan Masyarakat

Malang | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Review Bumi Manusia Extended: Versi yang Akhirnya Lebih Utuh dan Emosional

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran

Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:30 WIB

ETF Emas Resmi Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Satu-satunya Underlying Provider

ETF Emas Resmi Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Satu-satunya Underlying Provider

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Siapa Nama Asli Ibu Kimpul yang Viral Unggah Konten 'Ketahanan Pangan'? Ini Profilnya

Siapa Nama Asli Ibu Kimpul yang Viral Unggah Konten 'Ketahanan Pangan'? Ini Profilnya

Entertainment | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:29 WIB

BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026

BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026

Jogja | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:28 WIB

Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri

Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri

Sumbar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:27 WIB

BGN Bersih-bersih: Sudaryono Cari Oknum yang Sukanya 'Minta Duit'

BGN Bersih-bersih: Sudaryono Cari Oknum yang Sukanya 'Minta Duit'

Video | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:27 WIB

×