Vaksinasi Pneumonia Bisa Cegah Penyakit Diabetes Melitus, Begini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 29 November 2023 | 14:20 WIB
Vaksinasi Pneumonia Bisa Cegah Penyakit Diabetes Melitus, Begini Penjelasannya
Ilustrasi Vaksin (Pexels/Polina Tankilevitch)

Suara.com - Penyakit diabetes di Indonesia masih menjadi masalah di berbagai daerah. Bahkan secara global Indonesia menempati peringkat ke tujuh dengan kasus diabetes tertinggi. 

Sementara mengacu survei kesehatan 2019, Sulawesi Utara menduduki peringkat ketiga di Indonesia. Oleh karena itu, dr Olivia C. Walewangko, SpDP-KEMD, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Metabolik dan Diabetes, Siloam Hospitals Manado mengingatkan  sangat penting untuk mengatasi diabetes untuk bisa mengurangi angka kesakitan. 

Hal yang tidak banyak diketahui, radang paru akibat pneumonia dapat memperparah kondisi pasien diabetes. Seperti diketahui, radang paru bisa engakibatkan gangguan pada alveolus.

Alveolus adalah tempat di saluran napas di mana udara dari lingkungan bertukar dengan udara di dalam tubuh. Pada penderita diabetes yang mengalami pneumonia, kerusakan alveolus mengakibatkan kematian sel, meningkatkan produksi dahak, dan pembengkakan paru-paru. Ini mengurangi kemampuan pertukaran udara dan bisa menyebabkan masalah lebih lanjut seperti infeksi bakteri yang berisiko menyebabkan sepsis, yang dapat melibatkan seluruh organ tubuh.

Gejala pneumonia pada penderita diabetes termasuk sesak napas, batuk berdahak, demam, penurunan kesadaran, dan bisa berujung pada kematian. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko penderita diabetes terkena pneumonia meliputi jenis kelamin laki-laki, usia di atas 75 tahun, indeks massa tubuh di atas 25 kg/m2, kadar Hba1c di atas 9%, gangguan fungsi ginjal, penyakit paru obstruktif kronik, hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker, dan tahap diabetes yang memerlukan insulin.

Diketahui pula, risiko seorang penderita diabetes untuk dirawat karena pneumonia meningkat bila terdapat komplikasi diabetes yang diderita dan memiliki riwayat kadar gula darah sangat tinggi, hingga terjadi peningkatan kadar asam tubuh atau ketoasidosis.

Oleh karena itu, dr. Christofan Lantu, SpP(K), seorang Spesialis Paru dan Konsultan Onkologi, mengatakan pentingnya vaksinasi pneumonia bisa mencegah terjadinya kasus diabetes melitus. 

Ilustrasi diabetes (pexels.com/PhotoMIX Company)
Ilustrasi diabetes (pexels.com/PhotoMIX Company)

dr. Christofan Lantu, SpP(K), seorang Spesialis Paru dan Konsultan Onkologi, menjelaskan bahwa meskipun vaksinasi pneumonia umumnya sudah diterapkan di kota-kota besar, namun mungkin masih kurang di Manado, sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pasien yang datang ke rumah sakit untuk berkonsultasi selalu ditawarkan vaksinasi, terutama bagi mereka yang berisiko diabetes.

baca juga

"Vaksin ini tersedia dalam dua jenis, ada yang cukup sekali seumur hidup dan ada yang perlu diulang pada usia 65 tahun.

Jenis kedua direkomendasikan untuk diulang setiap 5 tahun. Manfaatnya adalah melindungi masyarakat agar tidak mengalami pneumonia yang parah sebelum diobati. Mengingat angka kematian akibat pneumonia sangat tinggi, terutama pada orang tua," ungkap Christofan.

dr. Christofan menyarankan agar orang yang berusia di atas 50 tahun mendapatkan vaksinasi pneumonia. Tentu saja, keputusan ini harus didiskusikan dengan dokter untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat mendapatkan vaksinasi.

"Oleh karena itu, penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter. Sebagai contoh, di rumah sakit, kami sudah mulai melakukan edukasi dan memberikan vaksinasi pneumonia di Siloam Hospitals Manado," jelas dr Christofan.

CEO Siloam Hospitals Manado, Prof. Dr. Herman Karamoy SE MSi Ak CA, bersama Direktur dr. Liany Mokoginta, mengapresiasi pelaksanaan Patients and Family Gathering.

Sebagai informasi, rumah sakit ini memiliki tim khusus, termasuk dokter umum, spesialis, konsultan, perawat diabetes, ahli gizi, dan spesialis gizi klinis.

"Tim ini melakukan edukasi reguler dan menjawab berbagai pertanyaan terkait diabetes," kata dr Olivia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Wabah Pneumonia Misterius di China, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panik

Geger Wabah Pneumonia Misterius di China, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panik

Health | Selasa, 28 November 2023 | 18:49 WIB

Wabah Pneumonia Misterius di China Menyebar, Akankah Jadi COVID-19 Jilid 2? Ketahui Gejalanya

Wabah Pneumonia Misterius di China Menyebar, Akankah Jadi COVID-19 Jilid 2? Ketahui Gejalanya

Health | Selasa, 28 November 2023 | 18:40 WIB

Heboh Warganet Stok Nasi Beku Buat Dimakan Seminggu, Ternyata Lebih Sehat Buat Pasien Diabetes?

Heboh Warganet Stok Nasi Beku Buat Dimakan Seminggu, Ternyata Lebih Sehat Buat Pasien Diabetes?

Lifestyle | Senin, 27 November 2023 | 17:44 WIB

Terkini

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:30 WIB

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:28 WIB

×