Kesenjangan Dokter Spesialis dengan Perawat Jadi Kendala Pengobatan Pasien Kanker, Apa Solusinya?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Rabu, 06 Desember 2023 | 17:15 WIB
Kesenjangan Dokter Spesialis dengan Perawat Jadi Kendala Pengobatan Pasien Kanker, Apa Solusinya?
Ilustrasi penyakit kanker (pixabay)

Suara.com - Kanker saat ini masih menjadi penyakit dengan angka tinggi di Indonesia. Penyakit satu ini butuh penanganan yang tidak mudah dari pihak dokter maupun perawat. Apalagi, jika kondisi pasien sudah dalam stadium lanjut, maka mereka membutuhkan penanganan yang kompleks.

Dalam penanganan kanker sendiri, peran dokter menjadi hal yang sangat penting. Hal ini karena dokter melakukan tata laksana akan proses pengobatan pasien. Namun, di samping itu, sosok perawat yang membantu dokter juga memiliki peran penting dalam pengobatan pasien kanker.

Namun, pada fakta lapangannya, rupanya antara dokter dan perawat sendiri masih terjadi kesenjangan yang sangat jauh. Pasalnya, pendidikan dokter yang sudah mencapai spesialis membuat para perawat terkadang sulit untuk memahami instruksi yang diberikan.

Ketua Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI), Dr. Kemala Rita Wahidi mengatakan, perbandingan pendidikan ini membuat proses kerja dilapangan sulit. Perawat jadi sulit memahami dan menganalisa pasien sesuai dengan instruksi dari dokter.

Ilustrasi Tenaga Kesehatan dokter dan perawat. (Shutterstock)
Ilustrasi Tenaga Kesehatan dokter dan perawat. (Shutterstock)

Padahal, hal ini menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pengobatan pasien kanker.

“Kesenjangannya itu pendidikan perawat enggak seperti kedokteran. Buat jadiin D3 aja susahnya setengah mati, sementara dokter itu udah sampai sub spesialis jadi dua kali lipat kesenjangannya,” kata Dr. Kemala dalam seminar spesialis keperawatan, di Universitas Indonesia, Rabu (6/12/2023).

“Jadi susah nyambung di lapangan dan itu yang membuat perawat makin inferior. Akibatnya kualitasnya banyak yang nggak bagus ke pasien karena nggak semua instruksi dari dokter bisa sampai kepada pasien. Hal ini karena dalam analisa dari perawat belum sama dengan dokter,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Dr. Kemala mengatakan, penting adanya spesialis khusus keperawatan yang bisa atasi kesenjangan yang terjadi. Hal ini membuat perawat dapat menganalisa dan sejalan dengan dokter spesialis onkologinya.

“Dengan adanya pendidikan spesialis keperawatan ini dapat menghadapi kesenjangan itu bagaimana perawat dapat menganalisa dan analitiknya bisa sama seperti dokter spesialis onkologinya,” jelas De. Kemala.

baca juga
Ilustrasi pasien kanker. (Elements Envanto)
Ilustrasi pasien kanker. (Elements Envanto)

Apalagi, dalam tata laksana pasien kanker bukanlah hal mudah, terutama yang stadium lanjut. Oleh sebab itu, dibutuhkan para perawat yang bisa mendampingi pasien dengan tata laksana yang kompleks sesuai prosedur dari dokter spesialisnya.

“Karena pasien kanker datang dalam stadium advance. Artinya kondisi pasien yang jelek jadi penatalaksanaannya sangat kompleks dan perlu didampingi oleh perawat yang sudah mengikuti program yang dibuat oleh dokter,” tutupnya.

Di Indonesia sendiri yang saat ini jumlah orang yang lulus magister keperawatan baru sekitar 2 persen. Sementara untuk spesialis keperawatan belum ada. Oleh sebab itu, dari Roche, FIK-UI, RS Dharmais, dan HIMPONI membuat kolaborasi untuk pengembangan tenaga spesialis keperawatan onkologi yang dapat membantu proses tata laksana pasien kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diah Permatasari Menyesal Tak Wujudkan Keinginan Kiki Fatmala Sebelum Meninggal Dunia

Diah Permatasari Menyesal Tak Wujudkan Keinginan Kiki Fatmala Sebelum Meninggal Dunia

Entertainment | Rabu, 06 Desember 2023 | 13:50 WIB

Ketahuan Punya Kanker, Tangis Kiki Fatmala Makin Pecah Saat Dengar Permintaan Ini dari Suami

Ketahuan Punya Kanker, Tangis Kiki Fatmala Makin Pecah Saat Dengar Permintaan Ini dari Suami

Your Say | Selasa, 05 Desember 2023 | 19:33 WIB

Profil dan Biodata Dokter Berlian Idris, Hengkang dari Partai Demokrat Karena Enggan Dukung Gibran

Profil dan Biodata Dokter Berlian Idris, Hengkang dari Partai Demokrat Karena Enggan Dukung Gibran

Lifestyle | Selasa, 05 Desember 2023 | 16:09 WIB

Terkini

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:58 WIB

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:54 WIB

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 10:49 WIB

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:45 WIB

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:44 WIB

×