Waspada 5 Jenis Disabilitas yang Sering Dialami Pasien Stroke

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 15 Desember 2023 | 07:00 WIB
Waspada 5 Jenis Disabilitas yang Sering Dialami Pasien Stroke
ilustrasi stroke (freepik.com/kjpargeter)

Suara.com - Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak. Ketika pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah, sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan, sehingga terjadi kematian sel/jaringan.

Oleh karena itulah, pasien stroke rentan mengalami disabilitas setelah serangan. Dan jenis disabilitas yang dialami pun bisa beragam.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Subspesialis Akupunktur Analgesia dan Anestesi RSPI Pondok Indah, dr. R. Handaya Dipanegara, menjelaskan bahwa setelah serangan stroke, gangguan yang paling sering dialami yaitu kemampuan motorik dan sensorik berubah atau bahkan hilang sama sekali.

"Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa sebanyak 2 dari 3 pasien stroke kerap mengalami disabilitas. Jenis disabilitas yang dialami oleh setiap pasien berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan bagian otak yang terkena dampak," ujar dr. R. Handaya melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (14/12/2023).

Lalu, apa saja jenis disabilitas yang bisa dialami oleh pasien stroke?Berikut ini risiko disabilitas pasien stroke yang harus diwaspadai:

1. Disabilitas fisik seperti kelemahan atau kehilangan sebagian atau seluruh kontrol otot, gangguan gerakan dan koordinasi, gangguan keseimbangan, kesulitan menelan atau disfagia, hingga perubahan suara yaitu disfonia.

2. Disabilitas kognitif seperti gangguan berbicara dan berbahasa, kesulitan mengingat informasi tertentu, serta kesulitan untuk memusatkan perhatian.

3. Disabilitas emosional dan psikologis, salah satu contohnya bisa menyebabkan pasien mengalami depresi ataupun gangguan emosi.

4. Gangguan sensorik, seperti berkurangnya penglihatan atau pendengaran.

baca juga

5. Gangguan fungsi organ, seperti kesulitan mengontrol buang air besar atau buang air kecil.

Pasien stroke yang mengalami disabilitas memerlukan penanganan yang komprehensif. Penanganan ini bisa meliputi terapi pengobatan, terapi fisik, terapi okupansi, hingga terapi wicara. Bahkan, bisa juga diberikan terapi akupuntur sebagai pendamping.

Dengan penanganan yang tepat, pasien stroke dapat belajar untuk mengatasi disabilitas mereka dan menjalani kehidupan yang berkualitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Manfaat Terapi Akupuntur Usai Serangan Stroke, Bisa Cegah Kecacatan?

2 Manfaat Terapi Akupuntur Usai Serangan Stroke, Bisa Cegah Kecacatan?

Health | Kamis, 14 Desember 2023 | 23:08 WIB

Diskusi Bersama Komunitas Disabilitas, Istri Anies Ajak Ibu-ibu Apresiasi Diri Sendiri

Diskusi Bersama Komunitas Disabilitas, Istri Anies Ajak Ibu-ibu Apresiasi Diri Sendiri

News | Rabu, 13 Desember 2023 | 09:30 WIB

Terjadi 271 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sepekan, Dua Pasien Meninggal Dunia di Bulan Desember

Terjadi 271 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sepekan, Dua Pasien Meninggal Dunia di Bulan Desember

News | Senin, 11 Desember 2023 | 13:52 WIB

Terkini

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:41 WIB

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 17:40 WIB

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

×