Gibran Rakabuming Singgung Masalah Stunting dan Sanitasi, Ternyata Memang Ada Kaitannya

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 23 Desember 2023 | 05:45 WIB
Gibran Rakabuming Singgung Masalah Stunting dan Sanitasi, Ternyata Memang Ada Kaitannya
Cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka memberikan pemaparan dalam debat perdana Cawapres 2024 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (22/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pada Debat Cawapres 2024 yang berlangsung Jumat (22/12/2023), Gibran Rakabuming berhasil menyita perhatian publik saat menyebut bahwa stunting berkaitan dengan masalah sanitasi.

Gibran berjanji akan menuntaskan masalah stunting di Indonesia, karena ia menyebut bahwa hal ini sama dengan mempersiapkan infrastruktur SDM dalam menyambut Indonesia emas 2045 mendatang.

"Jika kita bicara sanitasi dan air bersih, ini nanti nyambung ke masalah stunting. Untuk masalah sanitasi, ini perlu kolaborasi banyak pihak," ujar Gibran saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan pihak panelis saat Debat Cawapres yang berlangsung di JCC itu.

Gibran mengaku sudah membuat IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di perumahan padat penduduk di Solo untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Termasuk bekerjasama dengan daerah Wonogiri dan Klaten agar memberikan akses airnya.

Lalu, apa sebenarnya kaitan antara stunting dan sanitasi? Benarkah keduanya saling berhubungan?

Situs resmi Kementerian Kesehatan menyebutkan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO membenarkan jika masalah stunting sangat terkait dengan sanitasi yang layak atau akses air bersih. Ini karena air bersih berhubungan dengan makanan sehat yang dikonsumsi oleh anak.

Apalagi cara memberikan makan sehat dan bersih bisa melindungi dari infeksi bakteri hingga virus, di saat sistem kekebalan tubuh anak belum sempurna.

Fakta ini juga didukung hasil penelitian Pradana, Suparmi dan Ratnawati yang dipublikasi di e-journal Unair pada 2023. Di situ disimpulkan bahwa hygiene atau kebersihan seseorang dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6 hingga 59 bulan.

Penelitian Nizaruddin dan Irsyad Ilham yang dipublikasi Jurnal Universitas Gadjah Mada (UGM) 2022 juga menyebutkan sanitasi, sumber air minum, dan pengolahan air minum sebelum dikonsumsi berpengaruh terhadap stunting.

baca juga

Berat badan lahir, kondisi ekonomi, dan tingkat pendidikan ibu juga mempengaruhi risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa untuk mengatasi risiko stunting, pemerintah harus mempercepat penyediaan sanitasi dasar, melindungi sumber air minum yang berkualitas, dan meningkatkan kesadaran untuk merebus air sebelum dikonsumsi.

Perlu diketahui, stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia. Peningkatan angka kejadian stunting di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor ibu, gizi, sosial ekonomi, dan lingkungan.

Beberapa waktu lalu mantan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengakui masalah non kesehatan sering kali jadi penyebab masalah stunting. Sehingga setidaknya butuh tiga langkah besar untuk mencegah anak stunting di antaranya sebagai berikut:

1. Pola Makan

Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. Istilah “Isi Piringku” dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur.

2. Pola Asuh

Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan balita.

Dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan empat kali selama kehamilan.

3. Sanitasi dan Akses Air Bersih

Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

“Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (seorang ibu) maka, dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, edukasi diperlukan agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi atau ibu dan anaknya”, papar Nila pada 2018 silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marcella Zalianty Dukung Pemanfaatan Televisi dan Medsos untuk Sosialiasi Kasus Stunting

Marcella Zalianty Dukung Pemanfaatan Televisi dan Medsos untuk Sosialiasi Kasus Stunting

Entertainment | Sabtu, 23 Desember 2023 | 05:30 WIB

Dosen Politik UI Sebut Siti Atikoh Jadi Bukti Perempuan Bisa Berkontribusi untuk Masyarakat

Dosen Politik UI Sebut Siti Atikoh Jadi Bukti Perempuan Bisa Berkontribusi untuk Masyarakat

Kotak Suara | Sabtu, 23 Desember 2023 | 05:30 WIB

Usai Debat Cawapres TKN Fanta Beri Sindiran ke Senior yang Ragukan Kemampuan Gibran

Usai Debat Cawapres TKN Fanta Beri Sindiran ke Senior yang Ragukan Kemampuan Gibran

Kotak Suara | Sabtu, 23 Desember 2023 | 04:35 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×