Beda Jantung Berdebar karena Cemas vs Aritmia, Ada Ciri Khasnya Loh

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 03 Februari 2024 | 15:28 WIB
Beda Jantung Berdebar karena Cemas vs Aritmia, Ada Ciri Khasnya Loh
gambar ilustrasi jantung (pexel.com)

Suara.com - Perasaan cemas hingga jantung berdebar bisa dialami jelang tampil di depan umum. Tapi tidak banyak yang tahu jantung berdebar juga salah satu penyakit aritmia loh! Kira-kira apa bedanya ya?

Cemas dan gugup bisa membuat jantung berdebar, karena situasi tersebut dianggap berbahaya dan memicu tubuh mengeluarkan hormon adrenalin. Hormon inilah yang membuat perasaan waspada, panca indra lebih tajam, energi bertambah, napas memburu cepat, hingga jantung berdebar.

Sedangkan menurut Medlineplus, aritmia adalah gangguan irama jantung atau detak jantung tidak teratur. Kondisi ini menyebabkan jantung tiba-tiba berdetak terlalu cepat atau yang dikenal dengan takikardia, berdetak lebih lambat alias bradikardia, atau bahkan detak jantung tidak beraturan.

Ilustrasi penyakit jantung (freepik.com/shaynech13)
Ilustrasi penyakit jantung (freepik.com/shaynech13)

Kondisi aritmia ini bisa tidak berbahaya, tapi juga bisa menandakan adanya masalah pada jantung. Bahkan di beberapa kondisi orang dengan aritmia bisa semakin membahayakan kesehatannya karena tidak bergejala.

Beda jantung berdebar karena cemas vs aritmia

Melansir Health Direct, Sabtu (3/2/2024) menyebutkan jantung berdebar karena cemas umumnya dialami saat gugup, emosional, dan stres. Kondisi ini terjadi karena hormon adrenalin yang dihasilkan tubuh dalam kondisi tertentu.

Kondisi tersebut bisa karena perasan gugup berbicara depan banyak orang, cemas menghadapi masalah, olahraga, aktivitas berat, minuman atau makan mengandung kafein, alkohol, obat-obatan, anemia, atau dehidrasi.

Tapi kondisi jantung berdebar karena cemas ini bisa kembali seperti sediakala jika hormon adrenalin berkurang, sehingga tubuh tidak lagi merasakan sensasi merasa terancam, takut maupun  cemas, dan biasanya tidak perlu penanganan khusus.

Kondisi ini berbeda dengan aritmia jantung, alih-alih disebabkan karena cemas atau gugup, gangguan irama jantung bisa terjadi saat duduk diam sekalipun. Mayo Clinic menyebutkan, kondisi ini terjadi karena adanya gangguan sistem kelistrikan alami yang mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Alhasil jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.

baca juga

Better Health menyebutkan, pada orang dengan jantung sehat atau normal yaitu saat sinyal listrik penghasil detak jantung dalam kondisi rileks atau sedang tidak ada rangsangan adrenalin maupun obat, berkisar antara 60 hingga 100 detak per menit.

Dibanding berdebar karena cemas akibat gugup atau emosional yang biasanya dibarengi gangguan pencernaan karena hormon adrenalin yang melonjak. Maka gejala khas aritmia meliputi nyeri dada, pingsan, sakit kepala ringan alias pusing, pucat, merasa detak jantung tidak teratur, sesak napas dan berkeringat.

Jenis irama jantung tidak normal

Aritmia diklasifikasikan berdasarkan kecepatan dan ritmenya yaitu detak jantung cepat (takikardia), detak jantung lambat (bradikardia), atau detak jantung tidak teratur.

1. Takikardia

Takikardia terjadi ketika jantung Anda berdetak terlalu cepat, umumnya lebih dari 100 detak per menit. Beberapa bentuk takikardia mudah diobati dan tidak serius, namun bentuk lainnya dapat mengancam jiwa.

Karakteristik utama takikardia terdiri dari dua kategori yaitu takikardia supraventrikular (masalah pada bilik jantung bagian atas) dan takikardia ventrikel (masalah pada bilik jantung bagian bawah).

2. Bradikardia

Bradikardia yaitu ketika jantung berdetak terlalu lambat, umumnya kurang dari 60 detak per menit. Penyakit ini menjadi serius ketika jantung berdetak sangat lambat sehingga tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Bradikardia dianggap normal bagi sebagian orang, karena orang yang rutin berolahraga dan fisik sehat umumnya memiliki detak jantung lebih lambat. Tapi juga harus diwaspadai adanya kelainan jantung, seperti sindrom sakit sinus dan penyumbatan jantung.

3. Fibrilasi atrium

Kondisi ini jenis aritmia yang paling umum, yaitu detak jantung cepat cepat yang disebabkan kekacauan sistem listrik di ruang atas jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung berkontraksi cepat, tidak terkoordinasi bahkan bisa melemah.

Kondisi ini paling sering terjadi karena bertambahnya usia pada orang obesitas, penyakit jantung, diabetes atau apnea tidur. Pada kondisi tertentu fibrilasi atrium meningkatkan risiko stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Dokter Jantung Benarkan Anak Hirup Polusi Udara Berisiko Aritmia dan Stroke di Masa Depan

Ngeri! Dokter Jantung Benarkan Anak Hirup Polusi Udara Berisiko Aritmia dan Stroke di Masa Depan

Health | Rabu, 30 Agustus 2023 | 06:55 WIB

Antrean Tindakan Aritmia di RS Harapan Kita Penuh Sampai Tahun 2025, Apa Ya Penyebabnya?

Antrean Tindakan Aritmia di RS Harapan Kita Penuh Sampai Tahun 2025, Apa Ya Penyebabnya?

Health | Selasa, 29 Agustus 2023 | 18:09 WIB

Atlet Lebih Berisiko Alami Aritmia Jantung, Apa Penyebabnya?

Atlet Lebih Berisiko Alami Aritmia Jantung, Apa Penyebabnya?

Health | Kamis, 10 Agustus 2023 | 18:15 WIB

Terkini

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

×