Hari Kanker Sedunia: Ini Tantangan Besar yang Masih Terus Dihadapi Dalam Mengatasi Penyakit Kanker di Indonesia

Dinda Rachmawati

Senin, 05 Februari 2024 | 17:55 WIB
Hari Kanker Sedunia: Ini Tantangan Besar yang Masih Terus Dihadapi Dalam Mengatasi Penyakit Kanker di Indonesia
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDpics)

Suara.com - Hari Kanker Sedunia diperingati pada 4 Februari setiap tahunnya. Hal tersebut diperingati agar kesadaran tentang penyakit ini terus meningkat, sehingga pencegahan melalui deteksi dini hingga pengobatan penderita kanker dapat menjadi perhatian semua pihak. 

Sebab, di Hari Kanker Sedunia, data Globocan tahun 2020 mengungkap bahwa total kasus baru kanker di Indonesia mencapai hampir 400 ribu kasus, dengan kasus terbanyak adalah kanker payudara sebanyak 16,6%, kanker leher rahim atau kanker serviks sebanyak 9,2% dan kanker paru 8,8% dari semua kasus kanker baru. 

Ketiga jenis kanker ini memiliki angka kematian tinggi, yang umumnya dipengaruhi juga karena diagnosis penyakit yang terlambat atau tertundanya pengobatan oleh berbagai hal.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, sepanjang 2019 sampai 2021 terdapat 2.827.177 perempuan usia 30-50 tahun yang telah menjalani dua jenis deteksi dini kanker tersebut. Jumlah ini baru mencapai 6,83% dari sasaran nasional. 

Disebutkan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Jaya, Prof Dr Dr dr Ikhwan Rinaldi, menyebut jika rendahnya cakupan ini mungkin berhubungan dengan kurangnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya deteksi dini sebelum penyakit berkembang. 

"Deteksi dini merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan angka kesembuhan yang tinggi, pembiayaan yang lebih murah dan angka harapan hidup yang tinggi," ucap dia.

Menurut dr Ikhwan, deteksi dini juga merupakan tanggung jawab semua pihak, mulai dari dokter di pelayanan kesehatan lini pertama hingga dokter di pelayanan kesehatan rujukan. Sebab saat ini, di Indonesia, kanker mulai terjadi pada rata-rata usia wanita yang lebih muda serta lebih agresif.

Talkshow Hari Kanker Sedunia Bersama Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) (Dok. Istimewa)
Talkshow Hari Kanker Sedunia Bersama Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) (Dok. Istimewa)

Angka kekambuhan, perburukan, dan kematian kanker di Indonesia memperlihatkan angka yang lebih tinggi dibanding data regional maupun global. Hal ini juga terkait dengan pelayanan kanker di Indonesia yang masih lebar “the care gap” antar wilayah di Indonesia, bahkan antar rumah sakit (RS) dalam satu kota.

Misalnya, jumlah tenaga medis khusus kanker dan penyebarannya sangat terbatas yang tidak merata. Obat kanker terbaru juga banyak yang belum masuk ke dalam program JKN agar mudah dijangkau masyarakat luas. Serta veberapa obat yang telah terdaftar dalam formularium nasional direstriksi hanya untuk kasus kanker tertentu saja. 

baca juga

Misal oksaliplatin hanya untuk kanker usus besar, padahal obat ini juga dapat digunakan untuk kanker lain (misalnya kanker pankreas, lambung, atau getah bening).

"Berbagai hal diatas akan berujung pada “delay of diagnosis” yang secara langsung berdampak pada “terlambat” datangnya pasien ke pusat perawatan kanker, sehingga sekitar 60-65% pasien yang datang telah ada pada stadium lokal lanjut atau lanjut," pungkasnya.

Pasien kanker yang sudah hadir di rumah sakitpun, kerap mengalami “delay of treatment” dikarenakan jumlah pasien yang melebihi kapasitas fasilitas ruang rawat, antrian diagnostik ataupun obat obatan yang terbatas peruntukkannya (restriksi).

Untuk itulah POI, kata dia aktif melakukan kegiatan pelayanan diagnosis dan tatalaksana bagi pasien kanker. Sebab, salah satu prasyarat penanganan kanker yang optimal adalah kanker memerlukan pendekatan holistic yang melibatkan tim multi disiplin (MDT) seperti halnya onkologi medik dan hematologi, bedah onkologi, THT, bedah digestif, onkologi kebidanan, radioterapi, radiodiagnostik, patologi klinik, patologi anatomi, dan spesialisasi lain yang terkait.

Untuk meningkatkan kesadaran ini, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana), perusahaan biofarmasi asli Indonesia, berkolaborasi dengan POI menggelar kegiatan World Cancer Day 2024 dengan tema Close The Care Gap: Together we challenge those in power di Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (4/2/2024).

Kegiatan diselenggarakan dalam bentuk edukasi interaktif antara anggota POI dengan masyarakat untuk menjalani hidup sehat, mencegah kanker, dan aktif mendukung deteksi dini kanker. Selain itu, terdapat pula kegiatan fun move dan pemeriksaan gratis deteksi dini kanker payudara dan serviks.

"Tentunya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah untuk mengambil tindakan nyata dan berkolaborasi dalam mengatasi tantangan kanker secara global,” Randy Stevian, Business Development Therapeutic Director Etana, melalui keterangan resminya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Jangka Panjang Covid-19 Bisa Jadi Penyebab Kanker Paru-Paru? Begini Faktanya Kata Dokter

Dampak Jangka Panjang Covid-19 Bisa Jadi Penyebab Kanker Paru-Paru? Begini Faktanya Kata Dokter

Health | Senin, 05 Februari 2024 | 14:07 WIB

Semangat Sembuh, Vidi Aldiano Jalani Terapi Kanker di Thailand

Semangat Sembuh, Vidi Aldiano Jalani Terapi Kanker di Thailand

Entertainment | Kamis, 01 Februari 2024 | 16:52 WIB

Mengenal Tanya Samui, Tempat Vidi Aldiano Jalani Terapi Kanker Ginjal di Thailand

Mengenal Tanya Samui, Tempat Vidi Aldiano Jalani Terapi Kanker Ginjal di Thailand

Lifestyle | Kamis, 01 Februari 2024 | 16:17 WIB

Terkini

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:29 WIB

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:28 WIB

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:27 WIB

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:22 WIB

MBG Prasmanan Dimulai, SD Islam Asy-Syakirin Pekanbaru Jadi Percontohan

MBG Prasmanan Dimulai, SD Islam Asy-Syakirin Pekanbaru Jadi Percontohan

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 15:21 WIB

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:17 WIB

×