'Kenyang Bodoh' karena Kalap Saat Buka Puasa, Cegah dengan Makanan Ini Ya!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 22 Maret 2024 | 12:34 WIB
'Kenyang Bodoh' karena Kalap Saat Buka Puasa, Cegah dengan Makanan Ini Ya!
Ilustrasi perut kekenyangan, 'kenyang bodoh' saat buka puasa. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang mengalami fenomena 'kenyang bodoh' setelah makan besar. Kondisi ini juga bisa dialami setelah makan kalap setelah buka puasa Ramadan, gimana ya solusinya?

Fitness Trainer, Salsabila Avinandita mengungkap fakta unik dari protein yang mampu merilis hormon kenyang, apalagi nutrisi ini tidak membuat lonjakan gula darah seperti usai menyantap karbohidrat.

Inilah sebabnya Salsabila menyarankan alih-alih konsumsi karbohidrat atau makanan manis saat buka puasa, lebih disarankan konsumsi protein.

Ilustrasi makan daging tinggi protein untuk buka puasa. (Unsplash/Jose I)
Ilustrasi makan daging tinggi protein untuk buka puasa. (Unsplash/Jose I)

"Kalau protein tidak menaikan gula darah berlebih, kecuali proteinnya digoreng. Misalnya tempe mendoan, ayam crispy itu baru ada karbohidrat tidak baiknya. Kalau protein pure itu sangat bisa mencegah 'kenyang bodoh'," papar Salsabila dalam acara Shopee Big Ramadan Sale 2024 di Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Perempuan yang juga konten kreator olahraga itu mengaitkan manfaat protein dengan fenomena makan all you can eat yang tengah booming di masyarakat. Saat menyantap daging yang mengandung protein Salsabila menyebutkan jarang orang yang bisa makan banyak.

"Sebenarnya segampang ini, kalau kita makan all you can eat kita nggak akan bisa makan 2 kilo daging, tapi kalau nasi goreng bakmi tambah lagi, tambah lagi karena menaikan gula darah," jelas Salsabila.

Adapun tips buka puasa ampuh mencegah 'kenyang bodoh' yang bisa dilakukan yaitu tidak langsung menyantap makanan manis atau karbohidrat maupun banyak gorengan. Menurutnya lebih baik buka puasa setelah minum air putih, selanjutnya bisa mengonsumsi protein.

"Saat buka puasa paling penting proteinnya, pertama proteinnya jangan yang ribet susu protein. Telur putih atau telur kuning juga bisa, baru yang manis-manis," pungkasnya.

Adapun makanan tinggi protein yang bisa jadi pilihan selain daging ayam, ikan dan telur, bisa juga mengonsumsi alpukat, hingga kedelai atau kacang-kacangan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pago Restaurant At The Papandayan Meriahkan Bulan Ramadan dengan Hadirkan Menu Lezat dan Beragam

Pago Restaurant At The Papandayan Meriahkan Bulan Ramadan dengan Hadirkan Menu Lezat dan Beragam

Press Release | Jum'at, 22 Maret 2024 | 11:54 WIB

Hadiah Total Capai Rp26 Juta, Yuk! Ikuti Lomba Masak San Remo Mendekatkan Ramadan

Hadiah Total Capai Rp26 Juta, Yuk! Ikuti Lomba Masak San Remo Mendekatkan Ramadan

Lifestyle | Kamis, 21 Maret 2024 | 19:55 WIB

Suasana Buka Puasa Timnas Indonesia 3 Jam Jelang Hadapi Vietnam, Nathan Tjoe Ikut Ramaikan

Suasana Buka Puasa Timnas Indonesia 3 Jam Jelang Hadapi Vietnam, Nathan Tjoe Ikut Ramaikan

Bola | Kamis, 21 Maret 2024 | 18:47 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×