80 Persen Penderita Glaukoma Tak Bergejala, Dokter Sarankan untuk Skrining Secara Berkala

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Jum'at, 22 Maret 2024 | 17:30 WIB
80 Persen Penderita Glaukoma Tak Bergejala, Dokter Sarankan untuk Skrining Secara Berkala
ilustrasi skrining kesehatan mata (freepik.com)

Suara.com - Glaukoma merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Penyakit yang disebabkan karena peningkatan tekanan dalam bola mata ini dapat merusak saraf optik dan berujung pada penurunan fungsi penglihatan.

Bahkan, pada beberapa kasus glaukoma membuat penderita alami kebutaan. Berdasarkan data WHO. glaukoma sendiri menjadi penyebab kebutaan nasional ke-2 di dunia. Sementara pada 2020, jumlah orang dengan glaukoma di dunia tercatat sebanyak 79,4 juta.

Head of Glaukoma Service JEC Group, Prof DR. Dr. Widya Artini Wiyogo, SpM(K) mengungkapkan, dalam data Kemenkes, disebutkan kalau prevalensi glaukoma di Indonesia sebesar 0,46 persen. Artinya, sebanyak 4-5 orang alami glaukoma setiap 1.000 penduduk.

Ilustrasi glaukoma, penyakit mata. (freepik.com/user18526052)
Ilustrasi glaukoma, penyakit mata. (freepik.com/user18526052)

Sementara itu, hal yang menjadi kendala dari penyakit glaukoma ini yakni tidak munculnya gejala yang dirasakan. Prof. Widya menuturkan, 80 persen penderita glaukoma tidak alami gejala. Biasanya, mereka baru tahu kondisinya saat sedang alami tes kesehatan.

“80 persen kasus glaukoma tidak memiliki gejala, kebanyak pasien terdiagnosa secara tidak sengaja saat tes kesehatan atau saat skrining,” ungkap Prof. Widya dalam peringatan Pekan Glaukoma Sedunia oleh JEC, Kamis (21/3/2024).

Oleh sebab itu, tercatat sebanyak 60 persen penderita glaukoma biasanya baru berobat saat kondisinya sudah. Padahal, jika kondisinya sudah terlambat untuk pengobatan, penderita tersebut bisa mengalaminya secara permanen.

Untuk itu, Prof. Widya meminta kewaspadaan masyarakat. Meski tidak bergejala, biasanya terdapat hal-hal yang harus diwaspadai dan segera lakukan pemeriksaan. Melakukan skrining bertahan ini dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan mata.

Jika alami glaukoma juga bisa mendapat pengobatan cepat sehingga tingkat kesembuhan lebih tinggi. Pengobatan yang dilakukan ini bisa terapi, medikamentosa, laser, serta operasi.

“Namun, jika muncul gejala sakit kepala hebat, pandangan tiba-tiba kabur, mual, muntah, satau sakit hebat, masyarakat harus waspada dan diperiksa sesegera mungkin. Saya mengimbau agar masyarakat melakukan skirining dini glaukoma secara berkala,” jelas Prof. Widya.

baca juga

Sebab tidak bergejala ini, sangat penting untuk menjaga diri, terutama orang-orang dengan faktor risiko tinggi. Beberapa orang dengan faktor risiko tinggi di antaranya:

  • Faktor genetik membuat seseorang rentan jika punya riwayat keluarga.
  • Usia di atas 40 tahun lebih rentan alami glaukoma.
  • Berasal dari ras-ras tertentu juga meningkatkan risiko alami glaukoma seperti African, Hispanic, hingga keturunan Asia.
  • Dampak dari Myopia atau hypermetropia.
  • Penggunaan obat mata yang mengandung steroid.
  • Kecelakaan pada mata.
  • Adanya masalah kesehatan lain seperti diabetes, migrain, hipertensi, tekanan darah rendah, dan lainnya.
  • Memiliki optic nerve yang tipis.

Sebab dampaknya yang buruk itu, maka penyakit glaukoma tidak bisa diremehkan. Sementara dalam mengingatkan kewaspadaan masyarakat ini JEC Group memperingati Pekan Glaukoma Sedunia pada tanggal 10-16 Maret 2024 dengan tema ‘Gerakan Sadar Glaukoma: Guna Menyelamatkan Kualitas Hidup Kita’.

Hal ini sebagai meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit glaukoma. JEC Group juga membuat berbagai acara dari radio talkshow, seminar dokter, skrining tekanan bola mata, dan lain-lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Ungkap Peran Alkohol yang Rusak Saraf Mata, Seperti yang Dialami Kurnia Meiga?

Dokter Ungkap Peran Alkohol yang Rusak Saraf Mata, Seperti yang Dialami Kurnia Meiga?

Health | Jum'at, 22 Maret 2024 | 11:50 WIB

Pakai Obat Tetes Mata Saat Puasa Apakah Bisa Buat Batal? Begini Hukumnya kata Buya Yahya

Pakai Obat Tetes Mata Saat Puasa Apakah Bisa Buat Batal? Begini Hukumnya kata Buya Yahya

Lifestyle | Kamis, 21 Maret 2024 | 11:55 WIB

Tes Kepribadian: Warna Mata yang Dimiliki Akan Tunjukkan Sifat Dalam Diri Sendiri, Kamu Bagaimana?

Tes Kepribadian: Warna Mata yang Dimiliki Akan Tunjukkan Sifat Dalam Diri Sendiri, Kamu Bagaimana?

Lifestyle | Kamis, 21 Maret 2024 | 04:25 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×