Kasus DBD di Indonesia Sedang Tinggi, Pencegahan Penyakit Menular dari Nyamuk Perlu Jadi Prioritas

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 24 April 2024 | 08:56 WIB
Kasus DBD di Indonesia Sedang Tinggi, Pencegahan Penyakit Menular dari Nyamuk Perlu Jadi Prioritas
Ilustrasi nyamuk sedang mengisap darah manusia (Shutterstock).

Suara.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia yang sedang tinggi jadi perhatian serius pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Berdasarkan data sampai dengan minggu ke-14 di bulan April 2024, tercatat kasus DBD di Indonesia mencapai 60.296 kasus, dengan kematian 455 kasus. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat, dari minggu ke-17 di tahun sebelumnya (2023) yaitu 28.579 kasus dengan kematian sebanyak 209 kasus.

DBD adalah penyakit menular yang berasal dari serangga, dalam dunia medis penyakit ini dikenal sebagai penyakit arbovirus. Dr. Ida Safitri Laksanawati, SpA(K), Dokter Spesialis Anak dari Universitas Gajah Mada (UGM), menjelaskan bahwa salah satu cara pencegahan efektif adalah dengan memberikan vaksin Dengue.

“Vaksin dengue sudah ada di Indonesia sejak tahun 2016. Namun yang saat ini tersedia di Indonesia dapat diberikan kepada kelompok usia 6-45 tahun. Vaksin DBD telah melalui proses penelitian dan pengembangan yang sedemikian rupa, serta telah mendapatkan evaluasi dari otoritas kesehatan terkait, seperti BPOM, dengan hasil yang menunjukkan profil efikasi dan keamanan yang dapat diterima pada rentang usia tersebut,” jelas dr. Ida dalam International Arbovirus Summit 2024, yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 22-23 April 2024.

Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kesiapan, pencegahan, dan penanganan arbovirus. Ia menjelaskan lima fokus dalam menangani penyakit menular seperti arbovirosis, termasuk edukasi dan pelatihan, kontrol vektor, pengawasan yang kuat, vaksin, dan terapeutik.

"Setidaknya ada lima hal yang menjadi fokus dalam menangani penyakit menular seperti penyakit arbovirosis. Pertama, edukasi dan pelatihan bagi publik tentang bagaimana menghindari penyakit-penyakit menular. Melalui edukasi dan pemahaman yang cukup, masyarakat kita menjadi tahu apa yang harus dilakukan dan dihindari, untuk mencegah penularan lebih lanjut. Kedua, yang juga menjadi kunci, adalah vektor kontrol. Ketiga adalah pengawasan/surveillance yang kuat. Keempat adalah vaksin, dan yang kelima adalah terapeutik, atau obat apabila ada yang terinfeksi,” jelasnya.

Arbovirus Summit 2024 diselenggarakan di Kura Kura, Bali. (Dok. Takeda)
Arbovirus Summit 2024 diselenggarakan di Kura Kura, Bali. (Dok. Takeda)

International Arbovirus Summit 2024, diselenggarakan di Bali hari ini, merupakan acara penting untuk membahas upaya penanganan arbovirus di Indonesia. Dengan dukungan PT Takeda Innovative Medicines, acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia bersama Kementerian Kesehatan Brasil. Tujuan utama acara ini adalah menghadapi meningkatnya penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk di seluruh dunia, khususnya lonjakan infeksi demam berdarah dengue (DBD) di Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.

Dr. Nikki Kitikiti dari Takeda Pharmaceuticals International menekankan komitmen perusahaan dalam melawan DBD sebagai mitra jangka panjang. Dia menyoroti pentingnya pendekatan terintegrasi dan kemitraan lintas sektor untuk menangani beban yang disebabkan oleh DBD. Takeda berharap kontribusi mereka di International Arbovirus Summit 2024 dapat mendukung pemerintah dalam merumuskan strategi pengendalian arbovirus dan mendekatkan dunia pada tujuan WHO 'nol kematian akibat DBD' pada tahun 2030.

"Demam berdarah dengue menimbulkan beban yang signifikan bagi keluarga, sistem kesehatan, dan ekonomi. Mengingat DBD dapat menjangkit siapa saja, tanpa pandang bulu, penanggulangan DBD memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan kemitraan lintas-sektor yang kuat. Untuk itu, kami sangat gembira dapat memberikan kontribusi kami pada acara International Arbovirus Summit 2024 ini, dan mendukung pemerintah untuk merumuskan strategi pengendalian penyakit arbovirus, termasuk DBD. Melalui inisiatif ini, kami berharap apa yang kita lakukan ini dapat memuluskan jalan kita untuk mencapai tujuan WHO ‘nol kematian akibat akibat DBD’ pada tahun 2030," papar Dr. Nikki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudah Ditemukan, 3 Bahan Alami yang Ampuh Mengusir Nyamuk

Mudah Ditemukan, 3 Bahan Alami yang Ampuh Mengusir Nyamuk

Your Say | Selasa, 23 April 2024 | 19:28 WIB

Menkes Ingatkan Ibu Rumah Tangga Soal Penanganan Arbovirus di Rumah, Apa Itu?

Menkes Ingatkan Ibu Rumah Tangga Soal Penanganan Arbovirus di Rumah, Apa Itu?

Health | Senin, 22 April 2024 | 15:59 WIB

Demam Berdarah Sebabkan 475 Kematian Sepanjang Tahun 2024, Waspada Dengue Shock Syndrome yang Mematikan!

Demam Berdarah Sebabkan 475 Kematian Sepanjang Tahun 2024, Waspada Dengue Shock Syndrome yang Mematikan!

Health | Selasa, 16 April 2024 | 08:54 WIB

Terkini

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB