Demam Berdarah Sebabkan 475 Kematian Sepanjang Tahun 2024, Waspada Dengue Shock Syndrome yang Mematikan!

M. Reza Sulaiman

Selasa, 16 April 2024 | 08:54 WIB
Demam Berdarah Sebabkan 475 Kematian Sepanjang Tahun 2024, Waspada Dengue Shock Syndrome yang Mematikan!
Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia sepanjang tahun 2024 terus meningkat. Terbaru, Indonesia mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 62 ribu kasus, yang disertai dengan 475 kematian, hingga pekan ke-15 tahun 2024.

Tingginya angka kasus DBD terutama terfokus di beberapa daerah, di antaranya adalah Kabupaten Tangerang dengan 2.540 kasus, Kota Bandung dengan 1.741 kasus, dan Kabupaten Bandung Barat dengan 1.422 kasus. Namun, tidak ketinggalan Kabupaten Lebak dengan 1.326 kasus dan Kota Depok dengan 1.252 kasus.

Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) (Pexels/Pixabay)

Menyikapi situasi ini, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan penanganan DBD. Dia mengungkapkan bahwa meskipun DBD dapat diobati, namun komplikasi serius seperti Dengue Shock Syndrome (DSS) masih menjadi ancaman yang berpotensi mematikan.

DSS dapat terjadi ketika penanganan terhadap DBD terlambat atau tidak memadai. Beberapa tanda-tanda peringatan yang harus diwaspadai termasuk muntah berulang, nyeri perut hebat, kulit pucat di tangan dan kaki, lemahnya detak jantung, serta gejala gelisah dan lesu.

Melansir laman National Institute of Health, demam berdarah yang tidak parah ditandai dengan timbulnya demam tinggi secara tiba-tiba yang disertai dengan salah satu dari gejala berikut:

  • ruam,
  • nyeri hebat,
  • nyeri atau rasa tidak nyaman di perut,
  • muntah terus-menerus,
  • kelesuan,
  • gelisah.

Sementara ketika sudah menjadi parah, demam berdarah dikenal sebagai dengue shock system (DSS) yang ditandai oleh kebocoran plasma dan pendarahan yang parah. Gejala ini bisa menyebabkan pembengkakan hati, penurunan kesadaran, dan miokarditis.

Kebocoran plasma yang parah ditunjukkan oleh peningkatan atau penurunan hematokrit, cairan di paru-paru atau perut yang menyebabkan kesulitan bernapas, dan sindrom syok dengue.

DSS merupakan penyebab utama masuk rumah sakit dan kematian pada anak-anak. Jika tidak diobati, risiko kematian bisa mencapai 20 persen. Dengan penanganan kasus yang tepat, angka kematian bisa dikurangi menjadi kurang dari 1 persen.

Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD menjelaskan fenomena DBD shock atau Dengue Shock Syndrome (DSS) bisa meningkatkan risiko kematian pasien demam berdarah karena penurunan tekanan darah.

baca juga

Menurut dr. Fatnan, kondisi DSS bisa terjadi bahkan pada pasien DBD dengan tingkat trombosit yang masih normal. "Tidak ada hubungan erat antara jumlah trombosit dengan risiko terjadinya shock. Ini berarti, bahkan dengan jumlah trombosit yang masih dalam kondisi baik, seseorang masih berpotensi mengalami shock," jelasnya, beberapa waktu lalu.

Penurunan tajam tekanan darah yang terjadi dalam kondisi DSS, dipicu oleh peradangan sistemik yang hebat di dalam tubuh. "Tekanan darah turun karena adanya peradangan jaringan di sekitar, menyebabkan penurunan jumlah cairan tubuh karena peradangan sistemik," tambahnya.

Namun, dr. Fatnan menegaskan bahwa tidak semua penderita DBD akan mengalami kondisi shock. Namun demikian, ia memperingatkan bahwa pasien yang telah mengalami DBD sebelumnya, terutama yang sudah mengalami sakit untuk kedua atau ketiga kalinya, akan lebih berisiko mengalami gejala yang lebih berat.

"Semakin sering terkena DBD, semakin besar risiko gejala yang lebih parah. Bahkan, episode kedua atau ketiga bisa lebih berat dari sebelumnya," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Keluarga Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq Lebaran di Rumah Sakit, Wajah Pucat Disorot

Potret Keluarga Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq Lebaran di Rumah Sakit, Wajah Pucat Disorot

Entertainment | Jum'at, 12 April 2024 | 07:15 WIB

Sehari Mau Lebaran, Fairuz A. Rafiq dan Putrinya Dilarikan ke Rumah Sakit, Sakit Apa?

Sehari Mau Lebaran, Fairuz A. Rafiq dan Putrinya Dilarikan ke Rumah Sakit, Sakit Apa?

Entertainment | Selasa, 09 April 2024 | 13:00 WIB

Mengenal Dengue Shock Syndrome, Komplikasi DBD yang Bikin Risiko Kematian Meningkat

Mengenal Dengue Shock Syndrome, Komplikasi DBD yang Bikin Risiko Kematian Meningkat

Health | Minggu, 07 April 2024 | 09:06 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×