Bahaya Menonton Video Porno Seperti Dilakukan Armor Toreador yang Berujung Tindakan KDRT

Galih Priatmojo Suara.Com
Rabu, 14 Agustus 2024 | 14:06 WIB
Bahaya Menonton Video Porno Seperti Dilakukan Armor Toreador yang Berujung Tindakan KDRT
Suami selebgram Cut Intan Nabila, Armor Toreador usai jadi tersangka tindak KDRT di Mapolres Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/8/2024). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Suara.com - Usai ditangkap polisi, terungkap motif Armor Toreador melakukan KDRT terhadap selebgram Cut Intan Nabila yakni karena kepergok nonton video porno.

Fakta itu muncul setelah polisi melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Armor Toreador yang telah berstatus sebagai tersangka.

Meski begitu, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro dalam jumpa pers mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman terkait pengakuan tersangka.

"Namun kita harus cross check terlebih dulu dengan yang disampaikan korban dan handphone tersangka sudah diperiksa sudah dihapus videonya, namun kami ada teknik untuk penyidikan scientific crime investigation," jelasnya, Rabu (14/8/2024).

Terlepas dari kasus KDRT tersebut, menyoal kebiasaan Armor Toreador yang menonton video porno ternyata menyimpan banyak bahaya.

Mengutip ulasan dari laman resmi Sardjito.co.id, kecanduan video porno sama halnya seperti kecanduan narkoba dimana efeknya bisa mengakibatkan kerusakan otak yang serius.

Kerusakan otak itu serupa dengan orang yang mengalami kecelakaan mobil dengan kecepatan tinggi.

Kerusakan otak yang diserang adalah Pre Frontal Korteks atau PFC. Bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki manusia yang membuatnya memiliki etika yang lebih dibanding hewan.

Bagian PFC ini berfungsi untuk menata emosi, memusatkan konsentrasi membedakan benar dan salah, mengendalikan diri, berfikir kritis serta membentuk kepribadian dan perilaku sosialnya.

Baca Juga: Motif Armor Toreador Tega Aniaya Selebgram Cut Intan Nabila, Ternyata Ketahuan Nonton Film Ini

Awalnya ketika menonton video porno reaksi yang ditimbulkan adalah rasa jijik, hal ini terjadi karena manusia mempunyai sistem limbik. Sistem ini pula yang mengeluarkan hormon dopamin untuk menenangkan otak tetapi dopamin juga akan memberi rasa senang, bahagia hingga kecanduan.

Dopamin mengalir ke arah PFC yang kemudian membuatnya tak aktif karena terendam dopamin.

Apabila dopamin semakin banyak maka membuat seseorang itu timbul rasa penasaran hingga kecanduan yang mendalam menonton video porno.

Karena terus dibanjiri dopamin, PFC akan semakin mengkerut dan mengecil hingga lama-lama menjadi tak aktif akibat fungsi dari bagian otak ini makin tak aktif.

Dampak lebih jauh dari menonton video porno ini selain membahayakan diri sendiri juga orang-orang di sekitarnya.

Diantaranya;

Mengubah sikap dan persepsi tentang seksualitas, memandang pria atau perempuan hanya merupakan objek seks semata,

Mudah berbohong,

Menurunkan harga diri dan konsep diri,

Meningkatkan eksplorasi seks hingga memicu seks bebas dan perilaku seksual berisiko,

Pendidikan terganggu,

Depresi hingga ansietas,

Penyimpangan seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI