Sering Memuji Diri Sendiri Hebat Termasuk Megalomania atau Narsistik? Psikolog Jelaskan Bedanya!

M. Reza Sulaiman

Selasa, 20 Agustus 2024 | 16:30 WIB
Sering Memuji Diri Sendiri Hebat Termasuk Megalomania atau Narsistik? Psikolog Jelaskan Bedanya!
Ilustrasi narsistik atau megalomania (freepik.com)

Suara.com - Bertemu seseorang yang sering memuji diri sendiri dan merasa dirinya hebat bisa jadi pengalaman tak menyenangkan. Kadang kita bingung, menyebut orang seperti ini termasuk narsistik atau megalomania ya?

Rupanya menurut Psikolog Klinis Marissa Meditania, M. Psi. dari Ohana Space, narsistik dan megalomani memikiki ciri yang mirip, yakni merasa lebih hebat dari orang lain. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan lengkap berikut ini,

Narsistik Selalu Merasa Jadi Pusat Dunia

Narsistik adalah kondisi di mana seseorang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Seseorang dengan sifat narsistik cenderung selalu ingin dipuji dan dipandang lebih unggul. Mereka sering merendahkan atau menjelekkan orang lain demi memperkuat citra dirinya sendiri.

"Narsistik itu lebih ke arah ingin dipuji, jadi dia melebih-lebihkan dirinya. Achievement yang biasa saja dibuat seolah-olah besar," jelas Marissa, ditulis Selasa (20/8/2024).

Kondisi narsistik yang berlebihan bisa berkembang menjadi gangguan psikologis yang dikenal sebagai narcissistic personality disorder (NPD). Dalam kasus yang ekstrem, narsistik juga bisa berubah menjadi waham atau keyakinan yang salah.

Melansir PubMed, orang dengan NPD memiliki pola pikir dan perilaku yang khas, yang sering kali berdampak negatif pada hubungan mereka dengan orang lain. Berikut adalah beberapa ciri umum yang sering ditemukan dalam penelitian:

  • Perasaan penting diri yang berlebihan,
  • Fantasi akan kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, atau cinta yang ideal,
  • Kebutuhan akan kekaguman yang berlebihan,
  • Kurangnya empati,
  • Merasa iri pada orang lain atau percaya bahwa orang lain iri pada mereka,
  • Sikap arogan dan sombong,
  • sikap meremehkan dan memandang rendah orang lain.

Megalomania Selalu Ingin Berkuasa

Sementara itu, megalomania adalah kondisi di mana seseorang merasa memiliki kekuatan atau kekuasaan yang besar, seringkali tidak realistis atau tidak nyata. Megalomania, menurut Marissa, membuat seseorang berkeyakinan bahwa mereka memiliki power yang luar biasa, yang pada akhirnya tidak sesuai dengan kenyataan.

baca juga

“Megalomania itu lebih ke arah merasa punya power terus berkuasa. Seringkali ini sudah tidak realistis atau tidak nyata, sesuatu yang dibuat-buat dalam dirinya sendiri,” jelas Marissa.

Megalomania juga termasuk dalam gangguan psikologis yang bisa muncul dalam kondisi seperti bipolar, delirium, hingga delusi.

Orang dengan megalomania seringkali menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Delusi kebesaran: Mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan, kekayaan, atau pengaruh yang luar biasa.
  • Perilaku sombong dan arogan: Mereka sering meremehkan orang lain dan merasa superior.
  • Kurangnya empati: Mereka sulit memahami atau peduli dengan perasaan orang lain.
  • Kebutuhan akan kekaguman: Mereka mencari perhatian dan pujian terus-menerus.
  • Perilaku manipulatif: Mereka sering menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan mereka.

Kesamaan dan Perbedaan

Meskipun narsistik dan megalomania memiliki kesamaan, yaitu sama-sama merasa diri lebih baik dari orang lain, keduanya berbeda dalam hal bagaimana perasaan itu diwujudkan. Narsistik lebih fokus pada keinginan untuk selalu dipuji dan dipandang, serta cenderung menjelekkan orang lain. Sementara itu, megalomania lebih terkait dengan delusi kekuasaan yang tidak realistis.

Memahami perbedaan antara narsistik dan megalomania penting, terutama ketika perilaku tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Keduanya bisa berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius dan memerlukan penanganan dari profesional kesehatan mental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Psikolog Lita Gading untuk Jessica Wongso yang Bebas Bersyarat: Jangan ke Luar Negeri

Pesan Psikolog Lita Gading untuk Jessica Wongso yang Bebas Bersyarat: Jangan ke Luar Negeri

Lifestyle | Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:45 WIB

Koleksi Tas Mewah Psikolog Lita Gading, Lebih Mahal Dibandingkan Punya Geni Faruk?

Koleksi Tas Mewah Psikolog Lita Gading, Lebih Mahal Dibandingkan Punya Geni Faruk?

Lifestyle | Rabu, 14 Agustus 2024 | 20:33 WIB

Ini Deretan Sentilan Psikolog Lita Gading untuk Keluarga Gen Halilintar, Atta Bukan Satu-satunya

Ini Deretan Sentilan Psikolog Lita Gading untuk Keluarga Gen Halilintar, Atta Bukan Satu-satunya

Lifestyle | Rabu, 14 Agustus 2024 | 14:57 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×