- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan rencana IPO Persib Bandung masih terbuka dan bergantung pada konsolidasi aset.
- Pemerintah Kota Bandung memperluas kerja sama pemanfaatan aset stadion dengan Persib dan klub basket Satria Muda.
- Konsolidasi aset tersebut dinilai dapat meningkatkan valuasi klub sepak bola Persib hingga mencapai target satu triliun rupiah.
Suara.com - Peluang grup bola Persib Bandung melantai di pasar modal masih terbuka. Namun, penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) untuk Persib bakal memiliki tantangan.
Salah satu pekerjaan utama yang perlu dilakukan adalah konsolidasi aset untuk memperkuat nilai dan cakupan bisnis klub.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan rencana IPO Persib sejatinya telah terdaftar sejak 2011. Menurutnya, langkah selanjutnya bergantung pada proses konsolidasi aset dan pengembangan kerja sama pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Bandung dengan Persib.
“Harusnya sih ada ya, karena kan sudah kita registrasi dari tahun 2011. Pertanyaannya cuma tinggal, saya kira, karena kan saya sudah tidak ada di dalam manajemen, adalah konsolidasi aset,” kata Farhan di Gedung BEI, Kamis (12/8/2026).
Farhan menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung saat ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Persib untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset daerah.
Saat ini, kerja sama pemanfaatan aset antara Pemerintah Kota Bandung dan Persib baru mencakup Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Adapun fasilitas di sekitar stadion, seperti area parkir, tempat latihan, dan fasilitas hiburan, belum masuk dalam kerja sama tersebut.
“Untuk konsolidasi aset maka Pemerintah Kota Bandung memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Persib untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib,” ujarnya.
Menurut Farhan, pengembangan kerja sama tersebut nantinya tidak hanya berkaitan dengan fasilitas yang berada di kawasan Stadion GBLA.
Pemerintah Kota Bandung juga membuka peluang kerja sama pemanfaatan aset dengan klub basket SM Satria Muda, termasuk pengembangan Bandung Arena dan sarana olahraga hoki di kawasan tersebut.
“Nanti kita akan kembangkan ke arah sana, plus kerja sama juga dengan klub basket SM Satria Muda untuk kerja sama pemanfaatan Stadion Basket Bandung Arena dan pengembangan sarana olahraga hoki di sebelahnya,” kata Farhan.
Ia menilai, konsolidasi dan akuisisi aset menjadi bagian penting untuk meningkatkan skala serta valuasi Persib. Setelah proses tersebut terealisasi, Farhan memperkirakan valuasi Persib berpeluang mencapai Rp1 triliun.
“Jadi harus ada kerja sama pemanfaatan aset baru, nanti akan berkembang. Kalau itu sudah diakuisisi, konsolidasi, saya kira bisa mengejar sih, valuasi sampai Rp1 triliun,” ujarnya.
Kendati membuka peluang kelanjutan rencana IPO, Farhan belum dapat memastikan kapan aksi korporasi tersebut akan direalisasikan.
Ia menegaskan, keputusan mengenai target IPO berada di tangan para pemegang saham Persib. Hal itu lantaran Farhan mengaku sudah tidak lagi berada di dalam manajemen maupun sebagai pemegang saham Persib.
![Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain muda usai kemenangan atas DPMM FC di Grup A Piala Presiden 2026. [Dok Persib Bandung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/29/44215-persib-bandung.jpg)
“Target ya? Saya tidak bisa target. Tergantung para pemegang saham, kan saya sudah bukan pemegang saham lagi,” tegasnya.