Jenderal Iran: Atas Izin Allah, Kami Akan Lebih Agresif dalam Perang di Masa Depan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:24 WIB
Jenderal Iran: Atas Izin Allah, Kami Akan Lebih Agresif dalam Perang di Masa Depan
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik

Iran menyatakan bakal bertindak lebih agresif jika perang di masa depan kembali pecah.

Oman dan GCC diam-diam bernegosiasi dengan Iran soal aturan pelayaran Selat Hormuz.

Posisi tawar Iran semakin menguat dalam negosiasi jalur maritim strategis kawasan Teluk.

Suara.com - Iran secara terbuka menegaskan kesiapan tempurnya untuk mengambil tindakan yang jauh lebih agresif apabila perang bersenjata kembali meletus di masa depan. Ketegangan militer ini beriringan dengan penguatan pengaruh teokrasi tersebut dalam mengendalikan lalu lintas maritim vital di kawasan Teluk.

Pengakuan atas realitas baru di jalur perdagangan energi dunia Selat Hormuz ini memaksa negara-negara tetangga Teluk mengambil langkah pragmatis. Blok Arab kini memilih jalur diplomasi belakang layar bersama Teheran demi mengamankan jalur pelayaran strategis mereka.

Strategi tekanan ekonomi yang dilancarkan pihak penentang belum berhasil memecah belah kekuatan internal negara tetangga tersebut. Sebaliknya, posisi tawar militer dan politik Teheran justru kian menguat menjelang putaran negosiasi baru.

Pernyataan tegas terkait kesiapan militer tersebut disampaikan langsung oleh pejabat senior penasihat politik kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Brigadir Jenderal Rasoul Sanaei-Rad.

"Kami berdiri teguh dalam perang baru-baru ini dan, atas izin Allah, kami akan berdiri lebih teguh dan lebih agresif dalam kemungkinan perang di masa depan," kata Sanaei-Rad seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Tanpa menyebut nama Amerika Serikat secara terbuka, pejabat militer tersebut menegaskan bahwa strategi lawan untuk menciptakan perpecahan domestik melalui sanksi finansial telah menemui kegagalan.

Bagaimana Diplomasi Rahasia Mengubah Peta Perdagangan Selat Hormuz?

Analis dari Royal United Services Institute, Michael Stevens, mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa pembicaraan intensif sedang berlangsung secara tertutup antara Iran, Oman, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Negosiasi tersebut berfokus pada mekanisme tata kelola serta pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang selama ini menjadi rebutan Washington dan Teheran.

Hingga saat ini belum ada kepastian resmi apakah Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan akhir mengenai penarikan tarif retribusi bagi setiap kapal yang melintas.

baca juga

"Pemahaman saya adalah bahwa pihak Oman telah terlibat dalam diskusi ini dengan Iran melalui dukungan diam-diam dari GCC," kata Stevens dikutip dari Al Jazeera.

"Apa yang tampaknya ditunjukkan oleh hal tersebut adalah bahwa GCC menerima adanya realitas baru di Selat Hormuz," lanjut sang analis.

Mengapa Jalur Pipa Bypassing Belum Bisa Menggeser Posisi Iran?

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent sempat menyatakan bahwa Selat Hormuz bakal menjadi tidak relevan lagi seiring pembangunan jalur pipa baru yang memotong jalur laut tersebut. Namun, Stevens menilai proyek infrastruktur bypass semacam itu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa beroperasi secara penuh.

Di tengah upaya pembentukan jalur alternatif tersebut, posisi tawar Teheran di meja perundingan internasional justru semakin solid dan sulit digoyahkan.

"Sementara itu, Iran memperkuat posisinya saat kita memasuki fase negosiasi lainnya," ujar Stevens lebih lanjut.

"Saya tidak berpikir ada cara bagi AS untuk menyajikan hal itu sebagai kemenangan politik atau strategis," pungkas Stevens.

Selat Hormuz merupakan titik penyempitan (chokepoint) maritim paling vital di dunia yang menghubungkan produsen minyak Teluk Persia dengan pasar global. Konfrontasi berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat sering kali berpusat pada kendali dan kebebasan navigasi di koridor sempit ini.

Eskalasi terbaru menunjukkan pergeseran peta kekuatan, di mana sanksi ekonomi AS gagal melemahkan posisi domestik Iran. Kondisi ini merespons negara-negara GCC untuk beradaptasi dengan merangkul Teheran demi menjamin keamanan jalur pasokan energi mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Gaji PNS Terlambat Buntut Perang dan Krisis Minyak di Irak

Gaji PNS Terlambat Buntut Perang dan Krisis Minyak di Irak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Terkini

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:30 WIB

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 11:29 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:25 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Jakarta | Senin, 28 September 2026 | 11:21 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:20 WIB

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 11:17 WIB

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

News | Senin, 28 September 2026 | 11:15 WIB

×