Serba-serbi Kanker Payudara, Penyakit yang Dialami Puput Novel Sebelum Meninggal Dunia

M. Reza Sulaiman

Senin, 09 September 2024 | 13:57 WIB
Serba-serbi Kanker Payudara, Penyakit yang Dialami Puput Novel Sebelum Meninggal Dunia
Puput Novel Sakit Apa? (Ig/@puputnovel_)

Suara.com - Mantan penyanyi cilik Puput Novel meninggal dunia usai menjalani perawatan di rumah sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2024) malam. Penyakit apa yang merenggut nyawa Puput Novel?

Baginda Jaya, adik kandung Puput, menyebut kakaknya sudah berjuang melawan penyakit kanker payudara sejak tahun 2021. Pengobatan membuat kondisinya membaik di tahun berikutnya, yang membuat Puput Novel percaya diri ikut terjun ke dunia politik. Namun sebulan terakhir kondisinya memburuk karena adanya komplikasi penyakit yang menyerang paru-paru dan jantung.

“Kita pikir akan semakin baik. Cuma pas 2024 itu, bulan Agustus sudah langsung drop. Mendadak drop, karena ada komplikasi. Jadi memang keadaan memburuk dengan cepat. Beliau itu ada komplikasi di paru-paru, liver, dan jantung. Terutama yang paru-paru ya. Karena kan nggak bisa napas. Dan mungkin karena dari nggak bisa napas itu, kerja jantungnya jadi lebih berat,” tutur Baginda di kediaman Puput Novel, ditulis Senin (9/9/2024).

Serba-serbi Kanker Payudara

Mengutip laman Mayapada Hospital, kanker payudara mendominasi sebagai jenis kanker terbanyak di Indonesia, menempati peringkat pertama dengan angka kematian yang masih sangat tinggi. Salah satu penyebab tingginya angka kematian ini adalah banyaknya penderita yang baru didiagnosis saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut, di mana peluang kesembuhan menurun secara drastis.

Padahal, jika kanker payudara terdeteksi sejak dini, angka kesembuhan bisa meningkat signifikan. Fakta ini menekankan betapa pentingnya kesadaran akan deteksi dini atau skrining secara berkala, terutama bagi perempuan. Mari kita simak lebih dalam mengenai gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan kanker payudara yang perlu diketahui.

1. Gejala Awal Tidak Selalu Benjolan

Kanker payudara terjadi ketika sel-sel dalam jaringan payudara tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, yang kemudian membentuk tumor. Tumor ini bisa menyerang jaringan di sekitar payudara dan menyebar ke organ lain (metastasis). Yang menarik, gejala awal kanker payudara tidak selalu muncul dalam bentuk benjolan besar di payudara.

Menurut dr. Bajuadji, Sp.B (K) Onk, MARS dari Mayapada Hospital Tangerang, beberapa kasus kanker payudara bahkan tidak menunjukkan gejala jelas. "Gejala awal bisa berupa benjolan kecil sebesar biji kacang di ketiak, atau tidak ada gejala sama sekali. Karena itu, penting bagi setiap perempuan untuk mengenali bentuk dan kondisi payudara mereka sendiri," jelasnya.

baca juga

Perubahan yang tidak biasa pada payudara, seperti benjolan, nyeri, perubahan pada puting, atau perubahan pada kulit di area payudara, perlu diwaspadai. Bahkan benjolan sekecil biji kacang yang terasa di ketiak bisa menjadi tanda awal kanker payudara. Selain itu, puting yang mengeluarkan cairan, baik berupa darah atau cairan lainnya, juga harus segera dikonsultasikan dengan dokter.

2. Waspada Faktor Genetik

Dr. Jemmy Sasongko, Sp.B (K) Onk dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan bahwa meskipun penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, mutasi gen BRCA menjadi salah satu faktor risiko yang signifikan. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara.

Fakta menarik, tes gen BRCA kini sudah tersedia di Indonesia, memungkinkan deteksi risiko dini bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker.

Sekitar 12 persen perempuan memiliki risiko terkena kanker payudara sepanjang hidupnya, namun pada mereka dengan mutasi gen BRCA1, risiko tersebut melonjak menjadi 55-65persen sebelum usia 70 tahun. Mutasi gen BRCA2 juga menempatkan perempuan pada risiko 45persen untuk terkena kanker sebelum usia 70 tahun. Oleh karena itu, riwayat keluarga dengan kanker sangat penting untuk diketahui dan diperiksa lebih lanjut.

3. Gaya Hidup dan Risiko Kanker Payudara

Selain faktor genetik, gaya hidup juga berperan dalam meningkatkan risiko kanker payudara. Obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta paparan radiasi—termasuk terapi radiasi pada area dada—merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Tak hanya perempuan, pria pun bisa terkena kanker payudara, meskipun kasusnya sangat jarang terjadi.

Usia menjadi salah satu faktor risiko utama, dengan perempuan berusia di atas 50 tahun lebih rentan terkena kanker payudara. Namun, kanker payudara juga bisa menyerang perempuan di bawah usia 40 tahun, meskipun jumlahnya lebih sedikit. Sayangnya, kasus pada usia muda cenderung lebih agresif dan kompleks, karena harus mempertimbangkan aspek kesuburan dan psikososial.

4. Pentingnya Deteksi Dini dan Skrining Rutin

Melihat betapa kompleks dan berbahayanya kanker payudara, deteksi dini menjadi langkah pencegahan terbaik. Dengan melakukan skrining secara rutin, peluang untuk mendeteksi kanker pada tahap awal, saat peluang penyembuhan masih tinggi, semakin besar. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasakan perubahan yang tidak biasa pada payudara Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Puput Novel Meninggal, Sakit Kanker Payudara Hingga Komplikasi

Kronologi Puput Novel Meninggal, Sakit Kanker Payudara Hingga Komplikasi

Entertainment | Senin, 09 September 2024 | 13:49 WIB

Puput Novel Sakit Apa? Keluarga Ungkap Firasat dan Detik-Detik Meninggalnya

Puput Novel Sakit Apa? Keluarga Ungkap Firasat dan Detik-Detik Meninggalnya

Lifestyle | Senin, 09 September 2024 | 13:05 WIB

Ibunda Nangis Histeris di Makam Puput Novel: Ya Allah, Rasullullah, Titip Anakku

Ibunda Nangis Histeris di Makam Puput Novel: Ya Allah, Rasullullah, Titip Anakku

Entertainment | Senin, 09 September 2024 | 12:36 WIB

Terkini

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Foto | Senin, 21 September 2026 | 06:00 WIB

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

×