Apa itu Difteri? Bisa Menular Lewat Percikan Air Liur Anak-Anak di Sekolah

Vania Rossa

Senin, 30 September 2024 | 10:59 WIB
Apa itu Difteri? Bisa Menular Lewat Percikan Air Liur Anak-Anak di Sekolah
Ilustrasi Difteri (Freepik)

Suara.com - Difteri merupakan salah satu penyakit yang rentan menular sehingga perlu diwaspadai oleh siapa saja, terutama anak-anak. Bahkan, penyakit ini bisa menular lewat percikan air liur anak-anak di sekolah. Lantas apa itu difteri? 

Penyakit difteri menyerang saluran pernapasan sampai bagian kulit manusia. Apabila tidak segera ditangani, maka penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang serius hingga mengancam jiwa seseorang.

Lebih buruknya lagi, difteri juga sangat mudah menular. Seseorang dengan imun yang rendah bisa tertular hanya dengan terkena percikan ludah atau air liur penderitanya yang menebar melalui udara, saat ia bersin maupun batuk.

Apa Itu Difteri?

Difteri merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan atas serta tenggorokan. Sehingga kondisi ini dapat menyebabkan selaput jaringan jadi mati dan menumpuk di tenggorokan serta amandel. Akibatnya, para penderita difteri mengalami kesulitan bernapas dan menelan.

Pada tahap yang lebih paraj, bakteri Corynebacterium diphtheriae bisa menghasilkan sebuah racun yang berisiko menimbulkan gangguan terhadap beberapa bagian tubuh lain seperti kulit, jantung, sampai saraf. Bahkan, jika tidak segera ditangani dengan tepat difteri berpotensi mengancam jiwa.

Penyebab Difteri

Penyakit difteri sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae yang bisa menular antar manusia. Penularannya melalui percikan air liur atau menghirup udara yang dihembuskan oleh seseorang yang terinfeksi. Berikut ini adalah penjelasan tentang penularan difteri:

1. Partikel Udara

baca juga

Seseorang bisa tertular penyakit difteri jika menghirup partikel udara yang bersumber dari bersin atau batuk orang terinfeksi. Cara penularan satu ini berpotensi tinggi terjadi jika berada di tempat ramai, termasuk sekolah, daycare, bahkan mal.

2. Permukaan Barang yang Terkontaminasi

Selain melalui partikel udara, difteri juga bisa menular melalui sentuhan benda yang telah terkontaminasi bakteri. Misalnya saja, seseorang akan berisiko tinggi tertular difteri apabila memegang tisu bekas penderita difteri. Meskipun jarang ditemukan, difteri juga dapat menyebar lewat peralatan pribadi yang digunakan secara bersama, salah satunya bantal dan handuk.

3. Luka yang Terinfeksi

Menyentuh luka terbuka yang sudah terpapar bakteri juga dapat menjadi salah satu penyebab utama seseorang tertular difteri ini.

Gejala Difteri

Biasanya gejala difteri akan muncul dalam 2–5 hari usai seseorang terinfeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Selanjutnya, bakteri akan menyebar ke aliran darah hingga menimbulkan beberapa gejala umum ini:

  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang akan menutupi amandel dan area tenggorokan
  • Demam hingga menggigil
  • Nyeri tenggorokan dan suara menjadi serak
  • Sulit bernapas hingga napas jadi lebih cepat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada area leher
  • Lemas dan lelah lesu
  • Pilek yang awalnya cair, namun lama kelamaan sampai bercampur darah
  • Batuk
  • Rasa tidak nyaman
  • Gangguan penglihatan
  • Bicara melantur
  • Kulit pucat dan dingin, berkeringat, dan jantung berdebar cepat.

Bahkan pada beberapa orang, penyakit difteri akan bersifat ringan atau bahkan tidak ada tanda dan gejala yang jelas sama sekali. Dalam kasus seperti itu, orang tetap tidak akan menyadari penyakitnya dan berpotensi menularkannya ke orang lain. 

Orang yang Rentan Terkena Difteri

Difteri bisa diderita siapa saja. Penyakit ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia, akan tetapi anak-anak lebih rentan terserang. Apalagi anak-anak di sekolah yang rentan tertular dari air liur teman yang terinfeksi bakteri difteri.

Penanganan Difteri

Penyakit difteri bisa dicegah dengan melakukan berbagai upaya. Akan terapi, satu-satunya pencegahan difteri yang paling efektif yaitu vaksinasi difteri.

Di Indonesia, vaksin difteri merupakan salah satu vaksinasi wajib yang akan diberikan kepada balita bersamaan saat melakukan imunisasi. Pada usia anak-anak, vaksin difteri diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi yaitu vaksin tetanus dan batuk rejan (pertusis), atau disebut juga sebagai imunisasi DPT.

Selain pemberian vaksinasi difteri lewat imunisasi, pencegahan difteri juga efektif dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga protokol kesehatan terutama memakai masker dan menghindari berkerumun. Jika mendapati anak telah mengalami gejala difteri, maka segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian penjelasan terkait apa itu difteri yang rentan menular di kalangan anak-anak.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Difteri! Kenali Penyebaran, Gejala, dan Pengobatannya

Waspada Difteri! Kenali Penyebaran, Gejala, dan Pengobatannya

Your Say | Selasa, 07 Maret 2023 | 08:26 WIB

Apa Itu Difteri? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Rongga Mulut

Apa Itu Difteri? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Rongga Mulut

Health | Jum'at, 24 Februari 2023 | 17:35 WIB

Jangan Asal Konsumsi! Ini 3 Makanan yang Aman untuk Penderita Difteri

Jangan Asal Konsumsi! Ini 3 Makanan yang Aman untuk Penderita Difteri

Your Say | Kamis, 23 Februari 2023 | 11:45 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×