Gangguan Kesehatan Mental Bisa Terjadi Pada Siapa Saja, Ini Pentingnya Dukungan Psikologis Bagi Penderita

Vania Rossa

Sabtu, 12 Oktober 2024 | 19:48 WIB
Gangguan Kesehatan Mental Bisa Terjadi Pada Siapa Saja, Ini Pentingnya Dukungan Psikologis Bagi Penderita
Ilustrasi gangguan kesehatan mental (Pexels.com/Cottonbro Studio)

Suara.com - Kesehatan mental seringkali dianggap remeh. Padahal, gangguan kesehatan mental dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang sosial, atau ekonomi. Meski sudah semakin banyak dibahas dan disosialisasikan, masih banyak stigma negatif terkait gangguan kesehatan mental. Banyak orang menganggap bahwa gangguan mental adalah aib atau kelemahan seseorang. Padahal, gangguan kesehatan mental sama seperti penyakit fisik lainnya, yaitu memerlukan penanganan medis yang tepat.

Walau tidak mengakibatkan kematian secara langsung, gangguan kesehatan mental bisa menyebabkan penderitaan berkepanjangan, baik bagi penderita, keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Imran Pambudi, M.P.H.M. mengatakan Kemenkes melakukan upaya preventif dalam penanganan kesehatan mental dengan melakukan screening dan pencegahan bunuh diri.

“Isu mental health ini menjadi krusial, data kita untuk mental health ini kan memang tidak seperti penyakit yang lain. Beda dengan penyakit jantung, penyakit yang lain kan kalau dia nggak merasa nggak sehat, dia kan bisa langsung cek. Tapi masalah kesehatan mental ini orang masih ada stigma, jadi dia tidak berani ngomong,” ucap dr. Imran di Jakarta, Jumat (11/10/2024).

Ia menuturkan ada beberapa faktor pemicu yang membuat orang mengalami gangguan kesehatan mental, di antaranya adalah finansial dan media sosial.

“Saya kira literasi untuk menyaring informasi itu menjadi penting, sehingga kita tidak stres. Kita sering membandingkan dengan orang lain, padahal kondisinya orang lain juga berbeda dan belum tentu orang lain menganggap itu keberhasilan itu belum tentu benar,” terangnya.

Dikutip dari laman Kemenkes, ada beberapa jenis gangguan kesehatan mental, yaitu gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan psikosis.

Salah satu contoh gangguan psikosis adalah skizofrenia, yang merupakan gangguan jiwa kronis, ditandai dengan terganggunya kemampuan menilai realita, yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasa, dan bertindak.

Penderita skizofrenia dapat mengalami penurunan fungsi dan kemampuan dalam pekerjaan, sekolah, maupun kehidupan sosialnya.

baca juga

Ciri-ciri orang yang mengalami skizofrenia meliputi:

  • Halusinasi, seperti mendengar suara, melihat bayangan atau bentuk, mencium bau seperti darah, urin, atau feses, serta merasakan rasa yang tidak enak.
  • Enggan bersosialisasi dan menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Mati rasa dan kehilangan motivasi, sehingga kurang merawat diri.

Sama halnya seperti penyakit fisik, penderita gangguan mental pun membutuhkan pertolongan, salah satunya adalah dukungan psikologis. Selain membantu mendiagnosis gangguan, pertolongan ini juga dapat membantu mengembangkan rencana perawatan, termasuk psikoterapi, konseling, atau pemberian obat-obatan.

Salah satu dukungan psikologis diberikan oleh aplikasi Wellme yang baru saja diluncurkan oleh Ibunda.id . Aplikasi ini dihadirkan dengan harapan dapat menjadi one stop solution bagi mereka yang membutuhkan layanan konseling dengan professional.

"WellMe bukan sekadar aplikasi, ini adalah awal dari langkah besar kami untuk menyediakan akses kesehatan mental yang lebih baik. Dengan WellMe by Ibunda.id, kami ingin memastikan bahwa siapa pun, kapan pun, dan dimana pun masyarakat Indonesia berada, bisa mendapatkan dukungan psikologis terbaik secara mudah dan cepat,” ujar Chief Empowerment Officer dari Ibunda.id, Arif Fajar Saputra.

Beberapa fitur dalam aplikasi Wellme by Ibunda.id yang bisa diakses, di antaranya :

1. Beragam layanan Konseling : Konseling individu, pasangan, hingga keluarga yang dapat dilakukan secara online maupun offline
2. Konseling berbayar hingga gratis
3. Pemilihan Jadwal Konseling yang beragam
4. Psikolog profesional dengan topik keahlian yang menyesuaikan dengan kebutuhan
5. Artikel seputar kesehatan mental yang dapat diakses secara gratis

Dengan dukungan psikologis, penderita gangguan mental dapat belajar mengelola emosi, membangun hubungan yang lebih baik, dan diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidupnya secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Media Sosial Picu Stres hingga Gangguan Mental, Kemenkes Ingatkan Soal Ini

Awas! Media Sosial Picu Stres hingga Gangguan Mental, Kemenkes Ingatkan Soal Ini

Lifestyle | Sabtu, 12 Oktober 2024 | 09:15 WIB

Ulik Tuntas Sikap Syukur dari Sisi Psikologis Bersama Yoursay Talk: Gratitude is the Attitude

Ulik Tuntas Sikap Syukur dari Sisi Psikologis Bersama Yoursay Talk: Gratitude is the Attitude

Your Say | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 15:26 WIB

Teman Baru Gen Z Malang dan Kesehatan Mental untuk Indonesia Emas

Teman Baru Gen Z Malang dan Kesehatan Mental untuk Indonesia Emas

Your Say | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 10:26 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB