- Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di level Rp17.755 pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Penguatan rupiah dipicu oleh penunjukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI serta pelemahan dolar AS.
- Rupiah tercatat sebagai mata uang dengan performa terbaik dan penguatan tertinggi di kawasan Asia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin (10/8/2026) dan bahkan menjadi mata uang dengan performa paling oke di Asia.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS karena beberapa faktor. Salah satunya adalah penunjukkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp 17.755 per dolar AS , menguat 142 poin atau 0,79 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.896 dolar AS.
"Penguatan utamanya didukung oleh pengajuan Destry untuk menjabat Gubernur BI yang disambut positif oleh investor," kata Lukman.
Selain faktor Destry, kurs rupiah juga menguat karena dolar AS sendiri juga melemah.
" Dolar AS didukung oleh perlemahan indeks dolar AS sendiri," kata Lukman.
Sementara itu, rupiah menjadi mata uang terkuat di Asia diikuti oleh peso Filipina berada satu level di bawah rupiah setelah ditutup melonjak 0,34 persen.
Dolar Taiwan juga ditutup terangkat 0,26 persen, baht Thailand terkerek 0,25 persen, ringgit Malaysia naik 0,05 persen, dan yuan China yang menguat tipis 0,006.
Sedangkan won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,71 persen, disusul, yen Jepang yang tertekan 0,46 persen, dolar Singapura terdepresiasi 0,06 persen dan rupee India terkoreksi 0,05 persen dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,008 persen.