Cegah Diabetes! Wamenkes Ingatkan Pentingnya Cek Gula Darah Rutin

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 28 November 2024 | 11:34 WIB
Cegah Diabetes! Wamenkes Ingatkan Pentingnya Cek Gula Darah Rutin
Ilustrasi gula darah tinggi pada penderita diabetes (freepik)

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengingatkan masyarakat untuk pentingnya lakukan pemeriksaan gula darah serta deteksi dini kesehatan untuk mencegah penyakit diabetes.

Dokter spesialis penyakit dalam itu menyampaikan kalau diabetes termasuk penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, sehingga sangat mungkin untuk dicegah.

"Mengingat diabetes merupakan penyakit yang terus mengalami peningkatan di Indonesia, pemeriksaan dan deteksi dini menjadi sangat penting untuk mencegahnya," kata Dante saat memberikan sambutan secara virtual dalam peluncuran kampanye Gerakan Sadar Diabetes (GESIT) di Jakarta, ditulis Kamis (28/11/2024).

Deteksi dini diperlukan untuk mencegah penyakit diabetes karena bermanfaat untuk mengetahui faktor risiko serta tanda-tanda awal penyakit. Dante menjelaskan, seseorang yang lebih berisiko terkena diabetes ialah memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, obesitas, atau pola makan yang tidak sehat.

Memeriksa gula darah secara rutin termasuk juga tindakan deteksi dini sebelum terkena diabetes.

"Perlu juga periksa rutin seperti pengukuran kadar gula darah serta edukasi mengenai pola hidup sehat menjadi kunci untuk mencegah diabetes," imbuh Dante.

Oleh karena itu, menurut Dante, kampanye kesehatan soal kesadaran deteksi dini juga penting untuk terus dilakukan.

"Jika dilakukan bersama-sama, tentunya akan memiliki dampak positif untuk menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Ada pun gaya hidup sehat yang perlu diterapkan sehari-hari untuk mencegaj diri dari diabetes seperti, diet yang seimbang, rutin berolahraga, juga menjaga berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan.

Jenis-jenis Pemeriksaan Gula Darah yang Perlu Anda Ketahui

Mengelola kadar gula darah adalah bagian penting dari menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang berisiko atau sudah mengidap diabetes. Mengutip Halodoc, ada beberapa jenis pemeriksaan gula darah yang digunakan untuk diagnosis dan pemantauan kondisi ini. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis tes gula darah.

1. Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu

Tes gula darah sewaktu dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah saat itu juga, tanpa memandang waktu makan terakhir. Pemeriksaan ini sering digunakan pada pasien yang menunjukkan gejala awal diabetes, seperti:

  • Sering buang air kecil.
  • Rasa haus dan lapar yang berlebihan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Keunggulan: Proses cepat dengan hasil yang segera diketahui.

Kekurangan: Hasilnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsumsi makanan atau minuman sebelum pemeriksaan.

Kisaran hasil:

  • Normal: Di bawah 200 mg/dL.
  • Prediabetes: 140–199 mg/dL.
  • Diabetes: Di atas 200 mg/dL.

2. Pemeriksaan Gula Darah Puasa

Tes ini dilakukan setelah pasien berpuasa selama 8–12 jam, tanpa mengonsumsi makanan, minuman selain air putih, atau produk lain seperti alkohol dan suplemen.

Tujuan: Memeriksa kadar gula darah tanpa pengaruh makanan atau minuman.

Kisaran hasil:

  • Normal: Di bawah atau sama dengan 99 mg/dL.
  • Prediabetes: 100–125 mg/dL.
  • Diabetes: Di atas 126 mg/dL.

3. Pemeriksaan Gula Darah 2 Jam Setelah Makan

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi respons tubuh terhadap gula setelah makan. Biasanya, ini merupakan tes lanjutan setelah gula darah puasa.

Tujuan: Mengukur sensitivitas insulin dalam mengontrol kadar gula darah.

Kisaran hasil:

  • Tidak diabetes: Di bawah 140 mg/dL.
  • Diabetes: Di bawah 180 mg/dL.

4. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Tes TTGO adalah prosedur yang lebih mendalam untuk mendeteksi diabetes. Prosesnya melibatkan:

  • Puasa selama 8 jam.
  • Mengonsumsi cairan glukosa sebanyak 75 gram.
  • Pemeriksaan gula darah dilakukan 2 jam setelahnya.

Kisaran hasil:

  • Normal: Di bawah 140 mg/dL.
  • Prediabetes: 140–199 mg/dL.
  • Diabetes: Di atas atau sama dengan 200 mg/dL.

5. Pemeriksaan Hemoglobin A1c

Tes ini mengukur rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir. Pemeriksaan hemoglobin A1c digunakan untuk:

  • Menilai efektivitas pengobatan diabetes.
  • Mendiagnosis diabetes melitus.

Keunggulan: Akurat dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi kadar gula darah sementara. Pemeriksaan ini tidak cocok untuk pasien yang baru mengalami gejala diabetes kurang dari dua bulan.

Kisaran hasil:

  • Normal: Di bawah 5,7 persen.
  • Prediabetes: 5,7–6,4 persen.
  • Diabetes: Di atas atau sama dengan 6,5 persen.

Masing-masing jenis tes gula darah memiliki keunggulan dan tujuan tertentu. Untuk diagnosis yang akurat atau pemantauan diabetes, konsultasikan dengan dokter guna memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Mengontrol gula darah dengan rutin dapat membantu mencegah komplikasi serius akibat diabetes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Cegah Diabetes Sejak Dini, Atur Takaran Gula Makanan Anak!

Cara Cegah Diabetes Sejak Dini, Atur Takaran Gula Makanan Anak!

Health | Selasa, 26 November 2024 | 18:26 WIB

Jangan Disepelakan, Lapar Tengah Malam Hingga Banjir Keringat Bisa Jadi Pertanda Diabetes

Jangan Disepelakan, Lapar Tengah Malam Hingga Banjir Keringat Bisa Jadi Pertanda Diabetes

Health | Senin, 25 November 2024 | 09:54 WIB

Tak Perlu Takut Kanker! Pemerintah Sediakan Skrining Gratis Mulai 2025

Tak Perlu Takut Kanker! Pemerintah Sediakan Skrining Gratis Mulai 2025

News | Minggu, 24 November 2024 | 14:58 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB