Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak, IDI Kabupaten Blora Berikan Informasi Pengobatan

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Rabu, 11 Desember 2024 | 12:21 WIB
Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak, IDI Kabupaten Blora Berikan Informasi Pengobatan
Mengatasi gejala demam berdarah anak, sebagai ilustrasi (Freepik)

Suara.com - Musim hujan masih terjadi di beberapa tempat, terutama di sebagian Pulau Jawa. Hujan dapat mendatangkan berbagai penyakit, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Menurut informasi idikabblora.org, demam berdarah pada anak, atau Demam Berdarah Dengue (DBD), adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk betina dari jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DBD adalah masalah kesehatan yang serius, terutama di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.

IDI Kabupaten Blora adalah organisasi kesehatan yang terdiri dari dokter yang berpraktek di wilayah tersebut. IDI Blora diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di daerah. IDI Kabupaten Blora melakukan penelitian lebih lanjut mengenai gejala dan penyebab terjadinya gejala demam berdarah pada anak. Kemudian memberikan informasi seputar rekomendasi obat untuk mengatasi gejala demam berdarah.

Apa saja gejala terjadinya penyakit demam berdarah pada anak?

Dilansir dari laman https://idikabblora.org, Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berikut adalah penyebab dan ciri-ciri seseorang yang menderita penyakit DBD meliputi:

1. Kondisi imun yang belum matang
Penelitian yang dilakukan IDI, menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia lima belas tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi virus dengue.

2. Paparan dan gigitan nyamuk
Anak-anak yang digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus dengue berisiko tinggi untuk mengembangkan DBD. Nyamuk ini biasanya aktif menggigit pada pagi dan sore hari.

3. Pernah terinfeksi DBD
Orang yang pernah terkena demam dengue sebelumnya memiliki risiko lebih besar untuk terinfeksi lagi. Virus dengue memiliki empat serotipe, dan infeksi sebelumnya tidak memberikan kekebalan terhadap serotipe lain.

4. Kurangnya pengetahuan dan tindakan pencegahan
Anak-anak sering kali tidak menyadari pentingnya tindakan pencegahan seperti menggunakan obat anti-nyamuk atau mengenakan pakaian pelindung. Kurangnya pemahaman ini dapat meningkatkan risiko demam berdarah bagi mereka.

5. Faktor lingkungan
Selain itu, tinggal di lingkungan tropis dapat meningkatkan risiko penularan demam berdarah karena nyamuk dapat berkembang biak dengan cepat karena cuaca yang lembap dan hangat.

Apa saja obat yang direkomendasikan terhadap penyakit demam berdarah pada anak?

Penderita demam berdarah, terutama anak-anak, memerlukan perawatan yang tepat untuk meredakan gejala dan mendukung pemulihan. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk mengatasi demam berdarah pada anak meliputi:

1. Obat Paracetamol
Paracetamol dapat meredakan demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Paracetamol adalah pilihan utama untuk mengurangi demam pada pasien DBD.

2. Obat Domperidone
Domperidone adalah salah satu obat yang digunakan untuk meredakan muntah dan mual yang sering terjadi bersamaan dengan demam berdarah. Obat ini mempercepat proses pencernaan dan mengurangi rasa mual.

3. Obat Kalnex
Obat ini membantu mengurangi perdarahan. Kalnex 500 Mg 10 Tablet bekerja dengan menghentikan bekuan darah yang sudah terbentuk saat perdarahan hancur.
Ini mencegah perdarahan berlanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usia Anak Boleh Bermedia Sosial Menurut Psikolog, Ini Penjelasannya

Usia Anak Boleh Bermedia Sosial Menurut Psikolog, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 11 Desember 2024 | 07:15 WIB

Tanggal 11 Desember Diperingati HUT UNICEF, Sosok Ludwik Rajchman Punya Peran Penting

Tanggal 11 Desember Diperingati HUT UNICEF, Sosok Ludwik Rajchman Punya Peran Penting

Lifestyle | Selasa, 10 Desember 2024 | 18:24 WIB

Beda Karier Didit Hediprasetyo dan Pinka Haprani, Anak Prabowo dan Puan Diisukan Ada Hubungan Khusus?

Beda Karier Didit Hediprasetyo dan Pinka Haprani, Anak Prabowo dan Puan Diisukan Ada Hubungan Khusus?

Lifestyle | Selasa, 10 Desember 2024 | 16:25 WIB

ABG Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Tulis Surat, Isinya Menyentuh: Maafin Aku Udah Nyusahin...

ABG Pembunuh Ayah-Nenek di Lebak Bulus Tulis Surat, Isinya Menyentuh: Maafin Aku Udah Nyusahin...

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 16:00 WIB

Terungkap! Anak Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak Sempat Dibawa Ibu ke Psikiater

Terungkap! Anak Bunuh Ayah-Nenek di Cilandak Sempat Dibawa Ibu ke Psikiater

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 15:04 WIB

IDI Kabupaten Batang Membagikan Informasi Cara Cepat Hamil Bagi Wanita Penderita PCOS

IDI Kabupaten Batang Membagikan Informasi Cara Cepat Hamil Bagi Wanita Penderita PCOS

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 14:24 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB