Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan yang Sering Terabaikan, Kenali Mitos dan Faktanya!

Agatha Vidya Nariswari, Dinda Rachmawati

Minggu, 16 Maret 2025 | 11:10 WIB
Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan yang Sering Terabaikan, Kenali Mitos dan Faktanya!
Ilustrasi Glaukoma Mata (Dok. Freepik)

Suara.com - Setiap tahun, Pekan Glaukoma Sedunia diperingati pada minggu kedua bulan Maret untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya glaukoma, penyakit mata yang dikenal sebagai "si pencuri penglihatan." 

Glaukoma berkembang secara perlahan tanpa gejala, sehingga banyak penderitanya baru menyadari saat kondisi sudah parah dan sulit diatasi.

Dalam rangka memperingati Pekan Glaukoma Sedunia 2025, JEC Eye Hospitals and Clinics mengadakan sesi edukatif bertajuk “Waspada Si Pencuri Penglihatan: Mitos, Fakta, Risiko, & Deteksi Dini!”. 

Acara ini bertujuan untuk membahas berbagai mitos yang beredar di masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya deteksi dini agar kebutaan akibat glaukoma bisa dicegah.

Apa Itu Glaukoma?

DR. Dr. Iwan Soebijantoro, SpM(K), konsultan oftalmologi di JEC Eye Hospitals and Clinics, menjelaskan, glaukoma adalah gangguan mata akibat peningkatan tekanan dalam bola mata, yang menyebabkan kerusakan saraf optik secara progresif.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen. Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, glaukoma menjadi penyebab kebutaan tertinggi kedua setelah katarak. 

Dari 39 juta kasus kebutaan di dunia, sebanyak 3,2 juta disebabkan oleh glaukoma, dengan prevalensi 0,46% atau sekitar 4 hingga 5 orang per 1.000 penduduk.

DR. Dr. Iwan Soebijantoro, SpM(K) Menjelaskan Mengenai Glaukoma (Dok. JEC)
DR. Dr. Iwan Soebijantoro, SpM(K) Menjelaskan Mengenai Glaukoma (Dok. JEC)

"Salah satu tantangan terbesar dalam menangani glaukoma adalah tidak adanya gejala di tahap awal," jelas dia.

baca juga

Sebanyak 80% kasus glaukoma tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas, sehingga banyak penderita yang baru menyadarinya saat penglihatan sudah mengalami kerusakan permanen.

Di negara berkembang, 90% kasus glaukoma tidak terdeteksi. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa sekitar satu miliar orang di dunia tidak memiliki akses terhadap kesehatan mata karena distribusi yang tidak merata.

Namun, dalam beberapa kasus, glaukoma dapat menunjukkan gejala seperti sakit kepala hebat, pandangan tiba-tiba kabur, mual dan muntah dan rasa nyeri yang hebat pada mata.

"Jika mengalami gejala tersebut, penderita hanya memiliki waktu 2x24 jam untuk menurunkan tekanan bola mata, sebelum kerusakan menjadi permanen. Oleh karena itu, deteksi dini sangatlah penting," kata dia.

Fakta vs Mitos tentang Glaukoma

Banyak kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat terkait glaukoma. Berikut beberapa mitos yang perlu diluruskan:

Mitos: Glaukoma hanya menyerang orang tua.

Fakta: Glaukoma bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak muda dan bayi yang lahir dengan glaukoma kongenital.

Mitos: Sering bermain gadget atau membaca dalam gelap menyebabkan glaukoma.

Fakta: Penggunaan gadget dalam waktu lama bisa menyebabkan mata lelah, tetapi tidak langsung menyebabkan glaukoma. Penyebab utama glaukoma adalah peningkatan tekanan bola mata dan kerusakan saraf optik.

Mitos: Jika terkena glaukoma, pasti akan buta.

Fakta: Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, banyak penderita glaukoma bisa mempertahankan penglihatannya selama bertahun-tahun.

Mitos: Glaukoma bisa disembuhkan dengan obat herbal atau terapi alternatif.

Fakta: Tidak ada bukti ilmiah bahwa obat herbal bisa menyembuhkan glaukoma. Pengobatan medis seperti obat tetes mata, laser, atau operasi adalah metode yang efektif dalam mengontrol penyakit ini.

Mitos: Glaukoma bukan penyakit keturunan.

Fakta: Glaukoma memiliki faktor genetik yang signifikan. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan glaukoma, risikonya lebih tinggi dan sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin.

Siapa yang Berisiko Mengalami Glaukoma?

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena glaukoma antara lain:

  • Usia di atas 40 tahun
  • Tekanan bola mata tinggi (hipertensi okular)
  • Riwayat keluarga dengan glaukoma
  • Penyakit seperti diabetes dan hipertensi
  • Rabun jauh (miopia) atau rabun dekat (hipermetropia) tinggi
  • Cedera mata atau penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang

Karena glaukoma sering berkembang tanpa gejala awal, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko di atas.

Deteksi Dini dan Teknologi Modern dalam Penanganan Glaukoma

JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan berbagai teknologi canggih untuk mendeteksi glaukoma sejak dini, seperti:

  • Optical Coherence Tomography (OCT): Menganalisis ketebalan saraf optik untuk mendeteksi tanda awal glaukoma.
  • Visual Field Test (Perimetri): Mengidentifikasi kehilangan penglihatan periferal.
  • Tonometri Non-Kontak & Goldmann Applanation Tonometry: Mengukur tekanan bola mata dengan akurasi tinggi.
  • Gonioskopi: Menilai sudut drainase mata untuk menentukan jenis glaukoma yang diderita pasien.

Dengan teknologi ini, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma.

"Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, JEC Eye Hospitals and Clinics masih membuka tahap kedua program CSR untuk operasi 100 pasien implan glaukoma gratis. Operasi gratis dilaksanakan di hampir seluruh cabang JEC Group yang ada di seluruh Indonesia," tambah Prof. DR. Dr. Widya Artini Wiyogo, SpM(K).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS 2025

CEK FAKTA: Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS 2025

News | Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:46 WIB

Fadly Faisal Liburan ke Prambanan, Netizen Heboh Ingatkan Mitos Putus!

Fadly Faisal Liburan ke Prambanan, Netizen Heboh Ingatkan Mitos Putus!

Video | Jum'at, 14 Maret 2025 | 13:05 WIB

Cek Fakta: Tautan Kompensasi Rp1,5 Juta Bagi Korban "Blending" BBM

Cek Fakta: Tautan Kompensasi Rp1,5 Juta Bagi Korban "Blending" BBM

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×