Urin Berwarna Hitam? Waspada Penyakit Langka yang Bisa Merusak Sendi, Kenali Penyebabnya!

Riki Chandra

Jum'at, 04 April 2025 | 19:38 WIB
Urin Berwarna Hitam? Waspada Penyakit Langka yang Bisa Merusak Sendi, Kenali Penyebabnya!
Bahaya urin berwarna hitam. [Dok. Antara]

Suara.com - Urin yang berubah warna menjadi hitam bisa menjadi tanda awal penyakit alkaptonuria, kelainan genetik langka akibat defisiensi enzim homogentisat 1,2-dioksigenase.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jika tidak terdeteksi sejak dini.

Dilansir dari Antara, Jumat (4/4/2025), Konsultan Urologi Rumah Sakit Jupiter, Abhishek Agrawal mengatakan, enzim homogentisat 1,2-dioksigenase berperan penting dalam memecah asam homogentisat, yaitu produk sampingan metabolisme asam amino.

Jika tubuh mengalami kekurangan enzim ini, maka asam homogentisat akan menumpuk dan dikeluarkan melalui urin, yang kemudian berubah warna menjadi cokelat tua atau hitam akibat oksidasi.

Alkaptonuria biasanya mulai terlihat sejak masa bayi atau anak-anak, dengan urin yang menghitam sebagai tanda utama. Namun, banyak penderita mungkin tidak menyadari gejala lain hingga memasuki usia dewasa.

Seiring waktu, penumpukan asam homogentisat dapat menyebabkan kondisi yang disebut okronosis, yakni perubahan warna dan kerusakan jaringan ikat akibat akumulasi zat tersebut.

Efek jangka panjang dari alkaptonuria bisa cukup serius, termasuk penyakit sendi degeneratif. Endapan asam homogentisat pada tulang rawan membuat sendi lebih rapuh dan mudah mengalami keausan.

Akibatnya, penderita sering mengalami radang sendi parah, terutama pada tulang belakang, pinggul, dan lutut, mulai usia 30-an atau 40-an. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri kronis, keterbatasan gerak, hingga penurunan kualitas hidup.

Selain itu, akumulasi asam homogentisat dalam tubuh juga dapat membentuk kristal di ginjal dan prostat, yang berisiko menyebabkan batu ginjal. Pasien alkaptonuria juga bisa mengalami perubahan pigmen di telinga, kulit, dan sklera mata sebagai tanda perkembangan penyakit.

Hingga saat ini, belum ada obat untuk alkaptonuria, tetapi diagnosis dini dan pengelolaan gejala yang tepat dapat membantu memperlambat progresi penyakit.

Menurut Agrawal, perawatan berfokus pada pengelolaan nyeri, menjaga fungsi sendi, serta memantau kemungkinan komplikasi kardiovaskular dan ginjal guna meningkatkan kualitas hidup pasien.

Waspada Perubahan Warna Urin

Memantau warna urin dapat memberikan petunjuk penting mengenai kondisi hidrasi tubuh dan potensi gangguan kesehatan.

Perubahan warna urin bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, konsumsi obat-obatan, serta kondisi medis tertentu.

Dilansir dari Eating Well, Jason Kim, anggota American Urological Association sekaligus profesor urologi di Stony Brook University Medical Center, menyebut bahwa warna urin yang sehat atau normal bisa bervariasi tergantung tingkat hidrasi, makanan yang dikonsumsi, serta obat-obatan yang digunakan.

Menurut American Chemical Society, warna urin terutama ditentukan oleh pigmen urokrom atau urobilin, yang merupakan hasil pemecahan hemoglobin dari sel darah merah yang telah tua. Salah satu faktor utama yang menyebabkan perubahan warna urin adalah tingkat hidrasi tubuh.

"Saat tubuh cukup terhidrasi, urin akan tampak kuning pucat karena lebih encer. Sebaliknya, ketika tubuh mengalami dehidrasi, warna urin cenderung lebih gelap karena mengandung lebih banyak limbah," katanya.

Selain itu, makanan tertentu juga dapat memengaruhi warna urin. Misalnya, mengonsumsi buah bit atau sayuran tertentu bisa menyebabkan urin tampak kehijauan.

Sementara itu, suplemen vitamin B dosis tinggi dapat membuat urin berwarna kuning cerah, dan suplemen herbal bisa menyebabkan urin berwarna kecokelatan atau merah.

Beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan perubahan warna urin. Penggunaan obat-obatan dan infeksi saluran kemih (ISK) bisa membuat urin tampak keruh, gelap, atau bahkan berdarah akibat adanya bakteri, sel darah putih, atau sel darah merah. Gangguan pada hati atau penyakit ginjal juga dapat memicu perubahan warna urin.

Jika urin tampak lebih gelap dari warna kuning pucat yang ideal, disarankan untuk meningkatkan asupan air guna menjaga hidrasi tubuh.

Kim menambahkan bahwa mengonsumsi kafein dan alkohol dalam jumlah berlebihan dapat bertindak sebagai diuretik, yang menyebabkan tubuh lebih sering buang air kecil dan berisiko mengalami dehidrasi ringan.

Selain menjaga pola konsumsi cairan, Kim juga menyarankan untuk menghindari makanan serta minuman berwarna yang bisa mempengaruhi warna urin dan baunya.

Jika seseorang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dan melihat perubahan warna urin yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Menjaga kebersihan tubuh, termasuk mandi secara teratur dan merawat organ intim, dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih serta kondisi lain yang dapat mempengaruhi warna urin.

Jika perubahan warna urin terjadi secara terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Pemeriksaan lebih lanjut juga sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau pribadi dengan penyakit ginjal, gangguan hati, atau infeksi saluran kemih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Dokter Gia Pratama Keluarkan Koin di Leher Balita Pakai Kateter Urin

Kisah Dokter Gia Pratama Keluarkan Koin di Leher Balita Pakai Kateter Urin

Your Say | Senin, 05 Januari 2026 | 18:05 WIB

Putin Selalu Bawa Pulang Urin dan Kotoran BAB Usai Kunjungan Luar Negeri, Alasannya Nggak Main-main!

Putin Selalu Bawa Pulang Urin dan Kotoran BAB Usai Kunjungan Luar Negeri, Alasannya Nggak Main-main!

News | Kamis, 04 September 2025 | 16:08 WIB

Ilmuwan Temukan 'Sidik Jari' Makanan Ultra-Proses dalam Darah dan Urin

Ilmuwan Temukan 'Sidik Jari' Makanan Ultra-Proses dalam Darah dan Urin

Your Say | Sabtu, 24 Mei 2025 | 08:26 WIB

Belum Tentu Sehat, Urine Bening Bak Air Bisa Jadi Indikator Penyakit Tertentu

Belum Tentu Sehat, Urine Bening Bak Air Bisa Jadi Indikator Penyakit Tertentu

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 15:39 WIB

Hasil Tes Urine Positif Narkotika, Fachry Albar Cuma Bisa Nunduk dan Bungkam saat Ditanya Wartawan

Hasil Tes Urine Positif Narkotika, Fachry Albar Cuma Bisa Nunduk dan Bungkam saat Ditanya Wartawan

News | Rabu, 23 April 2025 | 14:51 WIB

Tiga Anggota Polri Dipecat Gegara Pemerasan Penonton DWP, Ini Alasan Polri

Tiga Anggota Polri Dipecat Gegara Pemerasan Penonton DWP, Ini Alasan Polri

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 22:20 WIB

Habib Zaidan Yahya Sirkel Miftah Kuat Tak Tidur 2 Hari, Netizen Desak Tes Urin

Habib Zaidan Yahya Sirkel Miftah Kuat Tak Tidur 2 Hari, Netizen Desak Tes Urin

Tekno | Minggu, 08 Desember 2024 | 08:12 WIB

Penjual Jus di India Nekat Campur Urin ke Minuman

Penjual Jus di India Nekat Campur Urin ke Minuman

News | Sabtu, 14 September 2024 | 21:11 WIB

Jaga Lansia Tetap Aktif dengan Aktivitas Fisik, Ini Sederet Manfaatnya

Jaga Lansia Tetap Aktif dengan Aktivitas Fisik, Ini Sederet Manfaatnya

Health | Rabu, 13 September 2023 | 07:41 WIB

5 Langkah Mengobati Infeksi Saluran Kemih, Yuk Segera Penuhi Asupan Cairan

5 Langkah Mengobati Infeksi Saluran Kemih, Yuk Segera Penuhi Asupan Cairan

Your Say | Rabu, 02 Agustus 2023 | 12:22 WIB

Terkini

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×