Bahaya! Kurangnya Kesadaran Vaksinasi Perparah Ancaman Hepatitis di Indonesia

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 29 April 2025 | 14:34 WIB
Bahaya! Kurangnya Kesadaran Vaksinasi Perparah Ancaman Hepatitis di Indonesia
Ilustrasi Hepatitis - Kenali Perbedaan Gejala Hepatitis Akut Pada Anak dan Dewasa [Pixabay]

Suara.com - Hepatitis masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi dan sifat virus hepatitis yang sering tidak menunjukkan gejala di tahap awal menjadi faktor utama tingginya angka penyebaran penyakit ini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siloam Kebon Jeruk, dr Steven Zulkifly, Sp.PD, menjelaskan bahwa hepatitis akut di Indonesia adalah kondisi peradangan pada hati yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik infeksius seperti virus, maupun non-infeksius seperti konsumsi alkohol, penggunaan obat tertentu, hingga penyakit autoimun.

"Hepatitis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses peradangan pada hati. Penyebabnya bisa berasal dari infeksi seperti virus, maupun non-infeksi seperti konsumsi alkohol atau gangguan autoimun," jelas dr Steven dikutip dari ANTARA, Senin 29 April 2025.

Virus hepatitis yang paling umum dijumpai adalah hepatitis A, B, dan C. Ketiganya memiliki jalur penularan dan dampak yang berbeda.

Hepatitis A umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita, sedangkan hepatitis B dan C menyebar melalui darah dan cairan tubuh, baik secara vertikal dari ibu ke anak maupun secara horizontal seperti melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan hubungan seksual berisiko.

"Virus hepatitis A, B, C, D, hingga E adalah penyebab infeksi yang paling sering. Namun yang paling banyak ditemui di masyarakat adalah hepatitis A, B, dan C. Bahkan infeksi seperti cytomegalovirus dan herpes pun bisa menyebabkan hepatitis," ujarnya.

Menurut dr Steven, salah satu hal yang memperburuk situasi adalah rendahnya cakupan vaksinasi hepatitis, terutama hepatitis A dan B, di kalangan masyarakat.

Ilustrasi penyakit Hepatitis. [ANTARA/Shutterstock]
Ilustrasi penyakit Hepatitis. [ANTARA/Shutterstock]

Padahal, vaksin hepatitis A dapat memberikan perlindungan seumur hidup setelah dua kali pemberian dengan jeda enam bulan, sedangkan vaksin hepatitis B diberikan tiga kali di usia nol, satu, dan enam bulan.

"Vaksinasi sangat penting. Untuk hepatitis A, meski penyakit ini bisa sembuh sendiri, tetap disarankan untuk vaksin karena bisa mencegah penyebaran. Sementara hepatitis B lebih berbahaya karena dapat berkembang menjadi kronis dan menyebabkan sirosis hingga kanker hati," kata dr Steven.

baca juga

Hepatitis B dan C paling rentan menjangkit kelompok usia produktif antara 35 hingga 60 tahun. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup berisiko seperti penggunaan jarum suntik tidak steril untuk tato atau piercing, serta hubungan seksual tidak aman.

Untuk hepatitis C, saat ini memang belum tersedia vaksin, namun pengobatannya sudah berkembang pesat. Obat antivirus langsung atau Direct Acting Antiviral (DAA) kini dapat menyembuhkan pasien dalam waktu 3 hingga 6 bulan, tergantung pada tingkat keparahan penyakit.

Di sisi lain, hepatitis A umumnya bersifat akut dan bisa sembuh total. Penanganannya bersifat suportif, seperti menjaga asupan nutrisi dan mencegah dehidrasi. Namun, bila terjadi gagal hati akut, pasien harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Menanggapi meningkatnya kasus hepatitis dan rendahnya kesadaran masyarakat, dr Steven menegaskan bahwa Grup RS Siloam telah menyediakan layanan komprehensif untuk penanganan hepatitis, mulai dari pencegahan, diagnosis, hingga pengobatan.

"Grup RS Siloam menyediakan layanan menyeluruh untuk hepatitis. Mulai dari vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, peralatan endoskopi, hingga layanan pasca perawatan. Pasien hepatitis B akan terus dimonitor hingga waktu yang tepat untuk diterapi. Untuk hepatitis C, pasien akan langsung mendapat pengobatan agar tidak berkembang menjadi sirosis," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat tidak menganggap remeh hepatitis. Meskipun beberapa jenis hepatitis bisa sembuh dengan sendirinya, banyak juga yang berujung pada komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini.

"Hepatitis itu penyakit yang sering kali datang diam-diam. Tapi dampaknya bisa sangat besar. Jangan tunggu sampai gejala muncul, cegah sejak awal dengan vaksin dan gaya hidup sehat," pungkas dr Steven.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Perbedaan Penyakit Hepatitis A, B, C, D, dan E

Ini Perbedaan Penyakit Hepatitis A, B, C, D, dan E

News | Senin, 28 April 2025 | 16:41 WIB

KONI Gelar Vaksinasi Hepatitis A untuk Atlet

KONI Gelar Vaksinasi Hepatitis A untuk Atlet

Sport | Kamis, 20 Maret 2025 | 11:19 WIB

Kenali Bahaya Hepatitis, IDI Woha Bagikan Informasi Pengobatan yang Tepat

Kenali Bahaya Hepatitis, IDI Woha Bagikan Informasi Pengobatan yang Tepat

Health | Sabtu, 28 Desember 2024 | 10:35 WIB

Terkini

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 17:21 WIB

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:20 WIB

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:17 WIB

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:13 WIB

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 17:10 WIB

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 17:09 WIB

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:00 WIB

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 16:47 WIB

×