Bolehkah Yogurt dan Keju untuk MPASI? Ini Penjelasan Dokter Anak

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 10 Juni 2025 | 21:59 WIB
Bolehkah Yogurt dan Keju untuk MPASI? Ini Penjelasan Dokter Anak
Ilustrasi yogurt mengandung bakteri probiotik yang baik untuk pencernaan. (Pexels)

Suara.com - Konsultan Nutrisi Metabolik Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Yoga Devaera, Sp.A(K), menjelaskan bahwa yogurt dan keju dapat ditambahkan ke dalam Makanan Pendamping ASI (MPASI) asalkan takaran penggunaannya tepat. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (10/6/2025), yang memberikan pencerahan bagi para orang tua.

Menurut dr. Yoga, yogurt dan keju sebaiknya digunakan sebagai pelengkap atau kondimen, bukan sebagai bagian utama dari MPASI. "Boleh (yogurt digunakan), tapi, sebagai kondimen atau seperti saus begitu ya, bukan bagian utama (dari MPASI), dan ini berlaku juga untuk keju," jelas dr. Yoga, dikutip dari Antara. Penekanan ini penting untuk memahami fungsi dan porsi yang tepat agar asupan nutrisi bayi tetap seimbang.

Jenis Yogurt yang Tepat

Dokter Yoga menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua saat menggunakan yogurt dan keju agar bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Hal pertama adalah memahami bahwa yogurt merupakan produk turunan susu yang memiliki rasa asam alami, berasal dari hasil fermentasi bakteri.

Jenis yogurt yang disarankan adalah yang memiliki rasa asam, karena karakteristiknya lebih mirip dengan susu murni (whole milk). Dr. Yoga tidak merekomendasikan yogurt pasaran yang cenderung manis atau dalam bentuk susu minuman cair, karena kandungan gulanya relatif tinggi. "Yogurt yang rasanya manis artinya kandungan gulanya relatif tinggi untuk mengalahkan rasa asam asli si yogurt tadi, tidak semua bayi mudah menerima rasa asam, mereka lebih mudah menerima rasa manis," ujarnya. Selain itu, ia mengingatkan bahwa yogurt dalam bentuk minuman hanya dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak berusia di atas satu tahun.

Penggunaan yogurt pada MPASI disarankan hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai menu utama. Contohnya, yogurt dapat dijadikan topping tambahan pada puding atau salah satu bahan pelengkap saat membuat smoothie buah. Alasan utama di balik rekomendasi ini adalah kandungan probiotik dalam yogurt yang sensitif terhadap panas.

Probiotik, bakteri baik yang bermanfaat bagi pencernaan, akan lebih baik jika tidak dimasak karena panas dapat merusaknya. Oleh karena itu, penggunaan yogurt sebagai pelengkap dalam kondisi tidak dimasak akan menjaga integritas probiotiknya.

Terkait dengan keju, dr. Yoga juga memberikan perhatian khusus. Orang tua perlu cermat terhadap kandungan susu dalam keju yang akan diberikan. Meskipun keju tidak selalu terasa asin, ia menekankan bahwa keju relatif memiliki kadar natrium yang tinggi. Kadar natrium yang berlebihan dapat berbahaya bagi ginjal bayi yang fungsinya belum maksimal dalam mengolah zat tersebut hingga usia satu tahun.

"Keju, yogurt, susu UHT ini relatif mempunyai kadar natrium yang lebih tinggi, walaupun rasanya bukan asin, tapi dia kandungan garamnya, natriumnya relatif tinggi. Kalau terlalu banyak, ginjal bayi belum (bisa) disamakan dengan dewasa hingga nanti di usia satu tahun," jelas dr. Yoga. Oleh karena itu, keju sebaiknya hanya digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit dan berfungsi sebatas untuk memberikan cita rasa pada MPASI, bukan sebagai sumber nutrisi utama atau dalam porsi besar.

Penting bagi orang tua untuk selalu mengedepankan prinsip gizi seimbang dan porsi yang sesuai dengan usia bayi saat menyiapkan MPASI. Memahami karakteristik setiap bahan makanan, seperti yogurt dan keju, akan membantu orang tua memberikan asupan yang optimal dan aman bagi tumbuh kembang anak. Konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan panduan nutrisi yang lebih personal dan akurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wellness Tourism Naik Daun: Kok Bisa Keju Jadi Kunci Kesehatan Mental Saat Liburan?

Wellness Tourism Naik Daun: Kok Bisa Keju Jadi Kunci Kesehatan Mental Saat Liburan?

Lifestyle | Kamis, 05 Juni 2025 | 13:45 WIB

Yummy Bites Perluas Dampak Ekonomi Sosial Lewat Distribusi MPASI Bersama Wonder Food

Yummy Bites Perluas Dampak Ekonomi Sosial Lewat Distribusi MPASI Bersama Wonder Food

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 06:26 WIB

Resep Kue Semprit Keju untuk Lebaran Idul Fitri ala Chef Devina Hermawan, Dijamin Renyah dan Lumer

Resep Kue Semprit Keju untuk Lebaran Idul Fitri ala Chef Devina Hermawan, Dijamin Renyah dan Lumer

Lifestyle | Sabtu, 15 Maret 2025 | 15:23 WIB

Resep Cookies Wafer Keju, Camilan Lezat dengan Sensasi Unik

Resep Cookies Wafer Keju, Camilan Lezat dengan Sensasi Unik

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 10:48 WIB

Dari Nastar hingga Red Velvet, Ini Resep Kue Kering Lebaran Kekinian yang Enak dan Renyah

Dari Nastar hingga Red Velvet, Ini Resep Kue Kering Lebaran Kekinian yang Enak dan Renyah

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 10:28 WIB

Sejarah Kastengel: Kisah Cinta Keju Belanda yang Bersemi di Indonesia

Sejarah Kastengel: Kisah Cinta Keju Belanda yang Bersemi di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 12 Maret 2025 | 11:28 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB