Tasya Kamila Ungkap Fakta Mengejutkan Soal DBD yang Sering Diabaikan Orang Tua, Apa Saja?

Dinda Rachmawati

Senin, 28 Juli 2025 | 16:22 WIB
Tasya Kamila Ungkap Fakta Mengejutkan Soal DBD yang Sering Diabaikan Orang Tua, Apa Saja?
Talk show CegahDBD Bareng Tasya Kamila (Dok. Istimewa)

Suara.com - Dalam momen peringatan Hari Anak Nasional, mantan penyanyi cilik sekaligus ibu dua anak, Tasya Kamila, membagikan kekhawatirannya terhadap ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang bisa menyerang siapa saja, termasuk buah hatinya.

Berbicara dalam talk show CegahDBD bertajuk “Science Heroes – Pahlawan Cilik Cegah DBD” yang diselenggarakan oleh PT Takeda Innovative Medicines bersama Kumparan pada Festival Hari Anak 2025, Tasya mengaku bahwa dengue adalah salah satu penyakit yang paling ia takutkan sebagai ibu muda.

“Saya punya dua anak kecil di rumah, dan jujur, dengue itu salah satu penyakit yang paling saya khawatirkan. Bukan hanya karena bahayanya, tapi juga karena kita nggak pernah tahu kapan atau dari mana virus itu datang,” ungkap Tasya.

Ia menekankan bahwa gejala DBD sering kali samar atau bahkan tidak muncul sama sekali, namun tetap bisa menjadi ancaman nyata bagi keluarga.

“Kita bisa merasa sehat, padahal sebenarnya sedang terinfeksi dan tidak sadar. Apalagi kalau gejalanya ringan atau tidak muncul. Dalam kondisi seperti ini, kita bisa menjadi sumber penularan tidak langsung karena nyamuk yang menggigit kita bisa menularkan virus ke orang lain, termasuk anak-anak kita sendiri,” tambahnya.

Anak-Anak Paling Rentan Terhadap DBD

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam tujuh tahun terakhir, angka kematian tertinggi akibat dengue terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun. 

Fakta ini menjadi alarm serius, mengingat anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak parah dari infeksi virus dengue.

“Angka kematian akibat dengue tertinggi justru terjadi pada anak-anak dan remaja. Ini bukan cuma soal data kesehatan, tapi soal nyawa anak-anak kita,” ujar Tasya.

baca juga

Sebagai orang tua, menurutnya, tanggung jawab untuk melindungi anak dari ancaman penyakit harus dilakukan secara aktif, bukan reaktif.

“Menjaga anak dari penyakit adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua. Kita perlu lebih peduli, mulai dari kebersihan lingkungan, memastikan anak cukup istirahat dan gizi, sampai mencari tahu upaya pencegahan yang lebih komprehensif. Jangan sampai anak-anak kehilangan masa kecil mereka hanya karena kita lalai,” tutup Tasya.

DBD Bisa Terjadi Lebih dari Sekali

dr. Atilla Dewanti, SpA(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi, menjelaskan bahwa virus dengue memiliki empat serotipe berbeda (DENV-1 hingga DENV-4), sehingga seseorang bisa terinfeksi lebih dari satu kali dalam hidupnya. 

Yang lebih mengejutkan, infeksi kedua atau ketiga justru bisa lebih berat daripada yang pertama.

“Saat seseorang sembuh dari satu jenis virus dengue, dia hanya kebal terhadap serotipe itu saja. Kalau nanti terinfeksi dengan serotipe lain, risikonya justru bisa lebih berat,” jelas dr. Atilla.

Ia juga menekankan bahwa belum ada obat khusus untuk menyembuhkan dengue, dan pengobatan yang ada hanya bersifat meredakan gejala.

“Dengue itu bukan penyakit musiman, virusnya ada sepanjang tahun dan bisa menyerang siapa saja. Kalau tidak dikenali dan ditangani sejak awal, bisa berkembang menjadi dengue shock syndrome yang berbahaya, terutama pada anak-anak,” katanya.

Karena itu, langkah pencegahan menjadi satu-satunya jalan paling efektif untuk melindungi anak-anak, termasuk melalui 3M Plus dan vaksinasi dengue yang kini sudah tersedia dan direkomendasikan.

Dalam kesempatan yang sama, Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung edukasi publik dan upaya pencegahan dengue, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

“Setiap anak berhak tumbuh sehat, aman, dan bebas dari penyakit yang bisa dicegah seperti dengue. Kita berbicara tentang kehilangan masa bermain, pendidikan yang terhenti, bahkan kehilangan nyawa yang sebenarnya bisa dicegah,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, upaya pencegahan tak bisa dilakukan sendirian, melainkan harus menjadi gerakan bersama.

“Kami percaya bahwa perubahan hanya bisa tercapai melalui kolaborasi. Semakin banyak orang tua yang sadar, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan dengue. Tujuan kami jelas: Nol Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Kuku Sehat & Kuat Secara Alami: Ini 7 Tips yang Wajib Kamu Coba

Rahasia Kuku Sehat & Kuat Secara Alami: Ini 7 Tips yang Wajib Kamu Coba

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 15:52 WIB

Kapan Hari Boyfriend 2025 Diperingati? Ini Penjelasannya

Kapan Hari Boyfriend 2025 Diperingati? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 28 Juli 2025 | 15:42 WIB

Tips Memilih Asuransi Penyakit Kritis: 3 Detail Krusial yang Sering Terlewat

Tips Memilih Asuransi Penyakit Kritis: 3 Detail Krusial yang Sering Terlewat

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 19:11 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×