HD Theranova: Terobosan Cuci Darah yang Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal

Dinda Rachmawati

Senin, 29 September 2025 | 10:43 WIB
HD Theranova: Terobosan Cuci Darah yang Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal
Cuci Darah Generasi Baru: Harapan Baru Pasien Gagal Ginjal Tingkatkan Kualitas Hidup (Dok. Bethsaida Hospital)
baca 10 detik
  • Hemodialisis bantu pasien gagal ginjal bertahan hidup, tapi metode konvensional terbatas buang racun ukuran menengah.
  • Inovasi Theranova & HDX hadir dengan membran canggih, mendekati efektivitas HDF.
  • Teknologi baru ini meningkatkan kualitas hidup pasien meski tantangan akses dan biaya masih ada.

 

Suara.com - Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) kini menjadi salah satu masalah kesehatan serius, baik di Indonesia maupun dunia. Saat ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik, tubuh kehilangan kemampuan untuk membuang racun dan zat sisa dari darah. 

Tanpa bantuan medis, kondisi ini dapat mengancam nyawa. Karena itu, hemodialisis atau yang dikenal dengan istilah cuci darah hadir sebagai terapi utama yang menopang kehidupan jutaan pasien.

Hemodialisis konvensional bekerja dengan mengalirkan darah keluar tubuh untuk dibersihkan menggunakan dialyzer atau “ginjal buatan”, sebelum kemudian dikembalikan lagi ke tubuh pasien. 

Proses ini membantu menghilangkan limbah, kelebihan cairan, serta menjaga keseimbangan elektrolit, sehingga pasien tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari. 

Biasanya, prosedur dilakukan tiga kali seminggu dengan durasi tiga hingga empat jam per sesi. Meski bukan solusi permanen, terapi ini telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa.

Namun, seiring berkembangnya ilmu kedokteran, para ahli menyadari keterbatasan dari hemodialisis konvensional. 

Salah satunya adalah kemampuannya yang terbatas dalam membersihkan racun berukuran menengah. Racun jenis ini, jika dibiarkan, dapat berdampak pada kualitas hidup pasien dalam jangka panjang. 

Dari sinilah lahir berbagai inovasi untuk menjadikan terapi dialisis lebih efektif. Salah satu terobosan terbaru adalah HD Theranova, dialiser generasi baru dengan membran canggih yang dirancang untuk menyaring racun berukuran sedang, sesuatu yang sulit dicapai dengan teknologi lama. 

Dengan kemampuan ini, pasien bisa merasakan kualitas hidup yang lebih baik karena darah lebih bersih dan tubuh lebih bugar. Ada pula HDX (hemodialisis ekspansi), yang memodifikasi sistem hemodialisis konvensional dengan membran berpori lebih besar dan aliran darah yang lebih optimal. 

baca juga

Kemampuannya bahkan mendekati hemodiafiltrasi (HDF), sebuah teknologi lanjutan yang menggabungkan prinsip hemodialisis dengan filtrasi bertekanan tinggi.

Menurut dr. Muthalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, konsultan ginjal-hipertensi di RS Bethsaida Gading Serpong, HDF memang menjanjikan pembersihan darah yang lebih optimal. Namun, ada syarat ketat yang harus dipenuhi. 

“Terapi menggunakan teknologi HDF perlu seminggu atau dua minggu sekali, dan manfaatnya baru terasa setelah dilakukan berbulan-bulan sampai tahunan. Selain itu, prosedurnya harus high-efficiency, dengan kecepatan aliran darah 300 mL per menit. Jadi akses darah dari pasien harus benar-benar bagus,” jelasnya.

Bagi pasien yang tidak bisa memenuhi syarat tersebut, lanjut dr. Muthalib, masih ada alternatif. “Untuk pasien yang tidak memenuhi syarat HDF, bisa menggunakan Hemoperfusi, Theranova, atau HDX. Jika aliran darah tidak cukup cepat, maka bisa ditambahkan tabung khusus sebagai pendukung,” tambahnya.

Kemajuan teknologi ini juga disambut baik oleh rumah sakit di Indonesia. dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan layanan dialisis dengan teknologi modern agar pasien mendapatkan hasil terbaik.

“Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan layanan hemodialisis dengan teknologi Theranova, dan menjadi yang pertama di wilayah Banten. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan fasilitas modern, tenaga medis berpengalaman, serta pendekatan yang berpusat pada pasien agar kualitas hidup mereka lebih baik,” ujarnya.

Meski teknologi canggih membawa harapan besar, tantangan tetap ada. Akses layanan dialisis yang belum merata, biaya yang masih cukup tinggi, serta kebutuhan tenaga medis terlatih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi. 

Di luar itu, keberhasilan terapi juga sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani jadwal dialisis, menjaga pola hidup sehat, dan melakukan kontrol medis secara rutin.

Inovasi seperti Theranova dan HDX menandai langkah maju dalam penanganan gagal ginjal kronik. Jika hemodialisis konvensional selama ini hanya mampu memperpanjang hidup pasien, maka teknologi terbaru ini memberi peluang untuk meningkatkan kualitas hidup secara lebih nyata. 

Dengan sinergi antara teknologi, layanan medis, dan kesadaran pasien, masa depan terapi gagal ginjal bisa menjadi lebih cerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Kulit Glowing Terbongkar: Mengapa Kolagen Jadi Tren yang Mendunia?

Rahasia Kulit Glowing Terbongkar: Mengapa Kolagen Jadi Tren yang Mendunia?

Lifestyle | Senin, 22 September 2025 | 14:56 WIB

Investasi Terbaik Bukan Hanya Uang: Pentingnya Hunian untuk Kualitas Hidup Jangka Panjang

Investasi Terbaik Bukan Hanya Uang: Pentingnya Hunian untuk Kualitas Hidup Jangka Panjang

Lifestyle | Kamis, 18 September 2025 | 16:10 WIB

Survei: Kualitas Hidup Orang Jakarta dan Papua Paling Rendah di Indonesia

Survei: Kualitas Hidup Orang Jakarta dan Papua Paling Rendah di Indonesia

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:52 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×