Fenomena Banyak Pasien Kanker Berobat ke Luar Negeri Lalu Lanjut Terapi di Indonesia, Apa Sebabnya?

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 08:01 WIB
Fenomena Banyak Pasien Kanker Berobat ke Luar Negeri Lalu Lanjut Terapi di Indonesia, Apa Sebabnya?
Ilustrasi pasien kanker. (Pexels)
baca 10 detik
  • Dokter ahli kanker membahas fenomena pasien yang berobat ke luar negeri lalu melanjutkan terapi di Indonesia.
  • dr. Ronald Alexander Hukom, MHSc, SpPD, K-HOM, menjelaskan pengobatan kanker memakan waktu bertahun-tahun sehingga banyak yang memilih pulang untuk terapi.
  • Bukan cuma kembali berobat ke Indonesia, dr. Ronald menyebut pada pasien ini kerap memanfaatkan program BPJS.

Suara.com - Kisah menarik diungkap dokter ahli kanker tentang fenomena pasien yang berobat ke luar negeri, namun akhirnya kembali menjalani perawatan di dalam negeri karena lamanya proses pengobatan.

Ketua Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Cabang Jakarta, dr. Ronald Alexander Hukom, MHSc, SpPD, K-HOM, menjelaskan pengobatan kanker memakan waktu bertahun-tahun. Inilah sebabnya pasien dan keluarga harus konsisten serta berkomitmen untuk terus melanjutkan terapi.

Bahkan, menurut dr. Ronald, keputusan kembali melanjutkan pengobatan di Tanah Air banyak terjadi pada keluarga berkecukupan dengan salah satu anggotanya menderita kanker.

“Banyak juga yang kembali karena pengobatan kanker itu panjang, berbulan-bulan, bertahun-tahun, masih harus periksa ke luar negeri sampai akhirnya dianggap melelahkan dan biayanya tinggi,” ungkap dr. Ronald dalam perhelatan Role of Internist in Cancer Management (ROICAM) 12 di Jakarta, Minggu (28/9/2025).

Bukan cuma kembali berobat ke Indonesia, dr. Ronald menyebut pada pasien ini kerap memanfaatkan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, selain pengobatannya panjang, kanker juga kerap memakan biaya cukup besar.

Belum lagi, kata dr. Ronald, jika pasien berobat ke luar negeri maka mereka membutuhkan pendampingan keluarga. Kondisi ini membuat pengobatan menjadi lebih merepotkan.

“Buat pasien kanker, berobat ke luar negeri cukup merepotkan. Pengobatan butuh waktu lama, tidak selesai seminggu atau dua minggu, tapi bisa berbulan-bulan. Keluar negeri itu memberatkan sebagian dari mereka sehingga akhirnya kembali ke Indonesia,” jelasnya.

“Di RS Kanker Dharmais banyak pasien yang kembali dari luar negeri dan ingin melanjutkan pengobatan di Indonesia,” sambung dr. Ronald.

Adapun alasan pasien memilih berobat ke luar negeri biasanya karena fasilitas dan pelayanan dianggap lebih baik. Jumlah pasien kanker yang berobat ke luar negeri, menurut Ronald, berkisar antara 10 hingga 20 persen dari total kasus.

baca juga

Dokter yang juga pemateri dalam ROICAM 12 bertema Embracing the Future: Synergy among Healthcare Professionals and Stakeholders in Cancer Management pada 28-29 September 2025 ini mengatakan, banyak pasien yang awalnya dibiayai keluarga untuk berobat ke luar negeri. Namun, karena keterbatasan dana, biaya itu lama-kelamaan terkuras.

“Sebagian dibantu program BPJS Kesehatan. Karena untuk obat kanker, BPJS sudah cukup memadai, meskipun mungkin tidak selengkap di luar negeri,” ungkapnya.

Meski begitu, dr. Ronald mengakui pengobatan kanker di Indonesia masih perlu perbaikan. Pasalnya, mayoritas pasien baru ditemukan dalam kondisi stadium 3 dan 4, yang artinya peluang harapan hidup semakin kecil.

Padahal, jika kanker ditemukan sejak stadium dini, yaitu stadium 1 dan 2, maka pasien memiliki harapan hidup yang jauh lebih besar.

“Misalnya kanker yang banyak ditemukan seperti kanker payudara atau kanker paru. Saat ditemukan di stadium 2, peluang harapan hidup bisa 80 persen, jauh lebih tinggi dibanding stadium 4. Kalau stadium 4, untuk bertahan dalam 5 tahun tidak sampai 30 persen,” jelas dr. Ronald.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! Ahli Kanker Cerita Dokter Layani 70 Pasien BPJS per Hari, Konsultasi Jadi Sebentar

Miris! Ahli Kanker Cerita Dokter Layani 70 Pasien BPJS per Hari, Konsultasi Jadi Sebentar

Health | Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:27 WIB

Skrining Kanker Payudara Kini Lebih Nyaman: Pemeriksaan 5 Detik untuk Hidup Lebih Lama

Skrining Kanker Payudara Kini Lebih Nyaman: Pemeriksaan 5 Detik untuk Hidup Lebih Lama

Health | Selasa, 30 September 2025 | 17:45 WIB

Banting Setir, Nunung Srimulat Kini Jadi Juragan Restoran: Rezekinya Dikasih Allah Lewat Sini

Banting Setir, Nunung Srimulat Kini Jadi Juragan Restoran: Rezekinya Dikasih Allah Lewat Sini

Entertainment | Minggu, 28 September 2025 | 16:00 WIB

Terkini

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

×