Indonesia di Ambang Krisis Dengue: Bisakah Zero Kematian Tercapai di 2030?

Dinda Rachmawati

Selasa, 04 November 2025 | 10:02 WIB
Indonesia di Ambang Krisis Dengue: Bisakah Zero Kematian Tercapai di 2030?
Nyamuk Dengue
baca 10 detik
  • Indonesia menargetkan nol kematian akibat dengue 2030 lewat sistem kesehatan yang lebih prediktif dan kolaboratif.
  • Kasus masih tinggi, beban ekonomi besar, dan anak-anak paling rentan.
  • Pemerintah, BPJS, dan Takeda perkuat pencegahan lewat 3M Plus dan imunisasi.

Suara.com - Di balik naik-turunnya angka kasus dengue setiap tahun, ada satu tantangan besar yang jarang disorot, bagaimana Indonesia bisa bertransformasi dari sistem kesehatan yang reaktif menjadi prediktif dan preventif, agar kematian akibat dengue benar-benar bisa ditekan hingga nol pada 2030.

Isu ini mengemuka dalam media briefing bertajuk “Urgensi dan Kepemimpinan Indonesia dalam Perjuangan Melawan Dengue” yang digelar oleh Takeda bersama pemerintah dan Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue. 

Para pakar sepakat, perang melawan dengue tak lagi cukup dengan imbauan 3M Plus semata, melainkan membutuhkan kepemimpinan kolaboratif lintas sektor dan sistem berbasis data yang mampu memprediksi potensi wabah sejak dini.

Ketua Harian KOBAR Lawan Dengue, dr. Asik Surya, MPM, menekankan pentingnya kolaborasi yang visioner.

“Kepemimpinan untuk mencapai Zero Dengue Death harus mampu menjembatani ilmu dan kebijakan, serta menggerakkan masyarakat secara masif, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, hanya dengan kepemimpinan berbasis data Indonesia bisa beralih dari pendekatan reaktif menuju sistem prediktif yang benar-benar menurunkan angka kematian akibat dengue secara berkelanjutan.

Ancaman yang Kian Kompleks

Media Briefing Bertajuk “Urgensi dan Kepemimpinan Indonesia dalam Perjuangan Melawan Dengue” (Dok. Takeda)
Media Briefing Bertajuk “Urgensi dan Kepemimpinan Indonesia dalam Perjuangan Melawan Dengue” (Dok. Takeda)

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga 28 Oktober 2025 sudah tercatat 131.393 kasus dengue dan 544 kematian, dengan 471 daerah kini masuk kategori endemis. 

Sementara itu, BMKG memperingatkan musim hujan 2025/2026 datang lebih awal dan lebih basah, kondisi yang berpotensi mempercepat perkembangbiakan nyamuk dan memperluas penularan.

baca juga

“Data Kemenkes menunjukkan bahwa dengue merupakan ancaman yang terus meningkat dan hampir seluruh kabupaten/kota kini melaporkan kasus, meski sebagian masih sporadis,” jelas dr. Asik.

Ia menambahkan, data beban dengue di lapangan masih belum sepenuhnya tercermin karena banyak biaya tidak langsung seperti kehilangan produktivitas dan tekanan emosional keluarga.

Beban Ekonomi dan Sosial

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ghufron Mukti, MSc, PhD, mengungkapkan bahwa biaya klaim perawatan pasien DBD melonjak menjadi Rp2,9 triliun pada 2024, dengan lebih dari satu juta kasus rawat inap.

“Selain biaya medis, masyarakat menanggung beban sosial dan ekonomi yang besar,” katanya. “Inilah sebabnya pencegahan bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga strategi ekonomi nasional.”

Ia menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjamin pasien DBD untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan primer, dan dapat dirujuk sesuai indikasi medis, bukan sekadar permintaan pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Rindu sampai Candu: Fenomena Sleep Call Anak Muda

Dari Rindu sampai Candu: Fenomena Sleep Call Anak Muda

Your Say | Senin, 03 November 2025 | 20:50 WIB

Prabowo Perintahkan TNI Tambah Batalion Kesehatan, Tujuannya Apa?

Prabowo Perintahkan TNI Tambah Batalion Kesehatan, Tujuannya Apa?

News | Senin, 03 November 2025 | 14:42 WIB

4 Syarat Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Siapa Saja Bisa Ajukan?

4 Syarat Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Siapa Saja Bisa Ajukan?

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 14:12 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×