Sering Luput Dari Perhatian Padahal Berbahaya, Ketahui Cara Deteksi dan Pencegahan Aritmia

Husna Rahmayunita, Fajar Ramadhan

Rabu, 12 November 2025 | 14:10 WIB
Sering Luput Dari Perhatian Padahal Berbahaya, Ketahui Cara Deteksi dan Pencegahan Aritmia
Head of Pulse Day Task Force, Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC. [Suara.com/Fajar Ramadhan]
baca 10 detik
  • Gangguan irama detak jantung menjadi lebih cepat, lebih lambat atau tidak teratur disebut dengan aritmia.
  • Jika aritmia disepelekan bisa berakibat fatal, bahkan kondisi yang lebih parah bisa membuat seseorang mengalami kematian jantung mendadak
  • Maka dari perlu diketahui cara mendeteksi dan mencegah aritmia seperti kata ahli berikut.

Suara.com - Aritmia masih menjadi penyakit yang sering luput dari perhatian masyarakat. Padahal aritmia atau penyakit gangguan irama jantung menjadi kondisi yang cukup berbahaya jika diabaikan karena bisa berakibat fatal.

Head of Pulse Day Task Force, Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC mengatakan, irama jantung yang tidak teratur dapat memicu berbagai permasalahan.

“Irama jantung yang tidak teratur ini dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah di jantung, yang berpotensi memicu stroke, gagal jantung, maupun berbagai komplikasi lain yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular,” kata dr. Dicky dalam konferensi pers “MEraba NAdi SendiRI (MENARI): kenali irama jantungmu sebelum terlambat”, Kamis (6/11/2025).

Tak hanya itu, kondisi yang lebih parah bisa membuat seseorang mengalami Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak. Sekretaris Jenderal PERITMI/Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA mengatakan, sekitar 10-15 persen seluruh kematian di dunia terjadi karena SCD.

“Secara global, insiden SCD pada populasi umum diperkirakan mencapai 40–100 kasus per 100.000 orang per tahun. Laki-laki tercatat memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan, dengan perbandingan angka mortalitas 5,23 berbanding 2,71,” jelas dr. Agung.

Head of Pulse Day Task Force, Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC. [Suara.com/Fajar Ramadhan]
Head of Pulse Day Task Force, Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC dalam Acara MEraba NAdi SendiRI (MENARI): kenali irama jantungmu sebelum terlambat” . [Suara.com/Fajar Ramadhan]

Dengan angka yang cukup besar itu, maka diperlukan adanya pencegahan dan deteksi dini sebagai langkah efektif. Cara paling mudah untuk pencegahan SCD ini yaitu dengan mengenali faktor risiko pribadi serta cek kesehatan secara rutin.

“Periksa tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol minimal setahun sekali. Bila ada riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda, jantung berdebar, atau pingsan tanpa sebab jelas, maka orang tersebut harus segera konsultasi ke dokter jantung,” kata dr. Agung.

“Selain itu, mengenali tanda-tanda gangguan irama jantung juga sangat penting seperti nyeri dada, sesak, mudah lelah, atau detak jantung yang tidak teratur. Jika kemudian merasa ada kelainan, maka pemeriksaan lanjutan seperti EKG, ekokardiografi, atau Holter monitoring mungkin perlu juga dilakukan,” sambungnya.

Tak hanya itu, gaya hidup sehat seperti tidak merokok, rutin berolahraga, tidur yang cukup, hingga mengelola stres juga menjadi cara untuk pencegahan.

baca juga

Pentingnya Bantuan Hidup Dasar (BHD)

Di sisi lain, kasus penyakit jantung yang cukup tinggi ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya Bantuan Hidup Dasar (BHD) seperti resusitasi jantung paru (RJP, atau Cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Berdasarkan keterangan dr. Agung, CPR sangat membantu meningkatkan peluang hidup tiga sampai empat kali lipat. Semakin banyak masyarakat yang bisa melakukan CPR, semakin besar peluang korban henti jantung untuk bertahan hidup.

“Kasus henti jantung di luar rumah sakit/OHCA, setiap menit tanpa CPR menurunkan peluang hidup secara signifikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CPR oleh bystander CPR (penolong/orang di sekitar pasien) dapat meningkatkan peluang hidup tiga hingga empat kali lipat,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat umum perlu mengetahui dasar pertolongan pertama penyakit jantung seperti CPR. Penggunaan alat AED (Automated External Defibrillator) juga bisa menjadi opsi untuk meningkatkan peluang hidup. Alat ini biasanya diletakkan di berbagai tempat umum untuk pertolongan pertama sebelum petugas medis tiba.

Pulse Day 2026

Pulse Day diperingati setiap 1 Maret, sebagai pengingat bahwa 1 dari 3 orang di dunia berisiko mengalami aritmia serius sepanjang hidupnya. Untuk Pulse Day 2026 memiliki kampanye “MEraba NAdi SendiRI (MENARI)”, untuk lebih peduli terhadap irama jantung mereka sebelum terlambat dan berakibat fatal.

Terkait kesadaran terhadap aritmia, Pulse Day menjadi inisiatif yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman penyakit jantung.

Hal ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat di seluruh dunia agar mengambil langkah-langkah sederhana. Seperti memahami irama jantungnya, memeriksa denyut nadi secara rutin, dan mencari nasihat medis jika ditemukan ketidakteraturan.

Nantinya masyarakat akan diajak untuk melakukan pengecekan nadi sendiri untuk mengetahui apakah ada gangguan atau tidak.

“Cara mengecek denyut jantung yaitu dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan atau leher, hitung denyutnya selama 30 detik dan kalikan 2 untuk mendapatkan denyut per menit. Denyut normal biasanya berada di kisaran 60 hingga 100 detak per menit,” jelas dr. Dicky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyakit Jantung Masih Pembunuh Utama, tapi Banyak Kasus Kini Bisa Ditangani Tanpa Operasi Besar

Penyakit Jantung Masih Pembunuh Utama, tapi Banyak Kasus Kini Bisa Ditangani Tanpa Operasi Besar

Health | Jum'at, 07 November 2025 | 13:42 WIB

Dont Miss a Beat: Setiap Menit Berharga untuk Menyelamatkan Nyawa Pasien Aritmia dan Stroke

Dont Miss a Beat: Setiap Menit Berharga untuk Menyelamatkan Nyawa Pasien Aritmia dan Stroke

Health | Kamis, 06 November 2025 | 20:13 WIB

6 Manfaat Sakti Jalan Kaki yang Jarang Kamu Sadari: Jantung Lebih Kuat, Otak Jadi Gak Lemot

6 Manfaat Sakti Jalan Kaki yang Jarang Kamu Sadari: Jantung Lebih Kuat, Otak Jadi Gak Lemot

Your Say | Selasa, 04 November 2025 | 11:00 WIB

Terkini

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

×