Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 07:35 WIB
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Dengue
  • Hingga akhir 2025, Palembang mencatat kasus dengue tertinggi di Sumsel, menjadikan anak sekolah kelompok paling rentan.
  • Dinas Kesehatan Palembang dan FK Unsri melaksanakan pemantauan aktif vaksinasi dengue pada 7.500 siswa SD.
  • Upaya ini merupakan kolaborasi lintas sektor didukung pemerintah dan swasta untuk mencapai target nol kematian dengue 2030.

Suara.com - Sepanjang tahun, ancaman dengue terus membayangi masyarakat Kota Palembang. Bukan lagi sekadar penyakit musiman yang datang saat musim hujan, dengue telah menjadi persoalan kesehatan publik yang memerlukan respons terencana, berbasis data, dan berkelanjutan.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan bahwa hingga 31 Desember 2025 tercatat 4.437 kasus dengue di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan 22 kematian. Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 968 kasus dan 3 kematian. 

Dalam lima tahun terakhir, kelompok usia 15–44 tahun menyumbang 42 persen dari total kasus. Sementara dalam tujuh tahun terakhir, kematian akibat dengue paling banyak terjadi pada anak usia 5–14 tahun, yakni 41 persen dari total kematian.

Angka-angka tersebut menegaskan satu hal: anak usia sekolah merupakan kelompok yang sangat rentan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak boleh surut. 

“Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue. Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah menjadi kelompok rentan terkena dengue. Sebagai pemerintah provinsi, kami terus mendorong penguatan upaya pencegahan dengue secara berkelanjutan melalui penerapan 3M Plus, edukasi masyarakat, penguatan peran jumantik, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi seperti Ovitrap,” ujarnya.

Namun ia juga menegaskan bahwa tantangan dengue yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.

Mengapa Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Penting?

Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Kota Palembang bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya melaksanakan program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue. 

Program ini menyasar 7.500 anak di 60 Sekolah Dasar pada wilayah kerja 10 puskesmas dengan laporan kejadian dengue tertinggi di Palembang. Sebanyak 5.000 anak di antaranya mendapatkan vaksinasi.

Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Sumatera Selatan, dr. Ariesti Karmila, Sp.A(K)., M.Kes., menjelaskan bahwa pemantauan aktif bukan hanya soal pemberian vaksin, tetapi juga pengawasan kesehatan jangka panjang.

“Dengue merupakan penyakit endemis di Indonesia yang sering kali dianggap ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi berat dan berisiko menyebabkan kematian. Pencegahan perlu dilakukan secara konsisten melalui PSN dengan 3M Plus. Metode inovatif, termasuk vaksinasi, hadir sebagai pelengkap untuk memperkuat upaya tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh,” tegasnya.

Pemantauan aktif memungkinkan tenaga kesehatan memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi anak-anak di wilayah dengan beban dengue tinggi. Dengan data yang terstruktur, kebijakan kesehatan ke depan dapat dirumuskan lebih tepat sasaran.

Program ini merupakan bagian dari Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue multinegara yang juga berlangsung di Thailand dan Malaysia. Di Indonesia, selain Palembang, program serupa dilaksanakan di Jakarta dan Banjarmasin selama periode tiga tahun.

Penanggung jawab nasional kegiatan ini, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), menegaskan bahwa vaksinasi adalah inovasi kesehatan yang aman dan efektif dalam mencegah penyakit infeksi berbahaya.

“Melalui pemantauan yang terstruktur, kami berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kesehatan anak-anak di wilayah dengan beban dengue tinggi, sekaligus memperkuat upaya pencegahan ke depan secara berkelanjutan. Hasil pemantauan aktif ini sangat dinantikan sebagai dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional untuk menyongsong ‘Zero dengue death’ di tahun 2030,” jelasnya.

Komitmen Daerah Menuju Nol Kematian Dengue

Dukungan kuat juga datang dari Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru. Ia menegaskan bahwa dengue harus dihadapi secara sistematis dan terencana.

“Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya.

Menurutnya, pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting, namun perlu dilengkapi inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan mitra kesehatan menjadi cerminan komitmen bersama melindungi generasi muda.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. dr. Mgs. Irsan Saleh, M.Biomed, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue akan memperkuat pendidikan berbasis riset, menghasilkan bukti ilmiah untuk dasar kebijakan kesehatan, dan menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kami merasa terhormat dipercaya sebagai lead inisiatif ini di Palembang,” ungkapnya.

Kolaborasi ini juga melibatkan sektor swasta. PT Takeda Innovative Medicines turut mendukung pelaksanaan pemantauan aktif di Palembang. dr. Arif Abdillah, Head of Medical Affairs PT Takeda Innovative Medicines, menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif.

“Tantangan dengue tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor yang konsisten, berbasis sains, dan berorientasi pada dampak jangka panjang. Melalui kolaborasi ini, kami mendukung penguatan perlindungan kesehatan anak-anak dan memperkuat ketahanan masyarakat dari risiko dengue,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pencegahan dengue ke depan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan beban kasus yang tinggi dan kelompok anak usia sekolah sebagai populasi rentan, Palembang kini menjadi salah satu titik penting pembelajaran pengendalian dengue di Indonesia. 

Melalui kombinasi 3M Plus, penguatan peran jumantik, inovasi teknologi, vaksinasi, serta pemantauan aktif berbasis data, langkah menuju nol kematian akibat dengue pada 2030 bukan lagi sekadar target, melainkan komitmen bersama yang terus diperjuangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Takjil! 5 Ide Bisnis Ramadan Anti-Mainstream Buat Anak Sekolah

Bukan Cuma Takjil! 5 Ide Bisnis Ramadan Anti-Mainstream Buat Anak Sekolah

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:40 WIB

5 Sepeda Murah dan Bagus untuk Anak Sekolah, Ekstra Nyaman Buat Harian

5 Sepeda Murah dan Bagus untuk Anak Sekolah, Ekstra Nyaman Buat Harian

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 06:35 WIB

Apa Itu Ziarah Kubro? Tradisi Sakral Warga Palembang Jelang Ramadan

Apa Itu Ziarah Kubro? Tradisi Sakral Warga Palembang Jelang Ramadan

Lifestyle | Rabu, 11 Februari 2026 | 18:21 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB